Dari sekian banyak 'bisnis' hoax yg telah beredar di masyarakat, terutama yg dialami dan ditelan mentah2 (sebagian) umat muslim di Indonesia, aku mensinyalir ada hoax yg dibuat dg latar belakang motif bisnis. Hoax yg aku maksud adalah hoax ttg 4JJI.

Kepentingan bisnis teramat sangat terasa di hoax ini. Kenapa demikian? Karena SARANANYA ADALAH SMS!!!

"Errr...maaf pak Fahmi, saya ndak ngerti...!!"
"Ah, kamu...masa kaya gini ga ngerti...??"

"Iya pak...saya agak tulalit nich...bisa dijelaskan lebih lanjut?"

"Ok, jadi begini untuk lebih jelasnya."mendadak pinter
*pura2nya njelasin di papan tulis*

Hoax dg sms merupakan lahan bisnis yg sangaaaaaaaaaaaaattt menggiurkan. Mengapa? Semakin banyak sms yg dikirim untuk menyebarkan hoax ini, maka itu berarti semakin banyak uang yg mengalir ke dalam kantung operator2 itu. Kecuali jika mengirim sesama XL, bagi pengguna paket extra, tidak akan mengurangi pulsa.

Hoax ttg 4JJI ini, misalkan 'dikonsumsi' oleh (katakanlah, ambil angka 'gampangnya') 1 juta orang yg menyebarkan. Maka uang yg 'berputar' dan masuk kantong minimal sejumlah 1.000.000 * 350 = Rp 3.500.000.000 alias 3,5 miliar rupiah Rp 350.000.000 alias 350 juta rupiah! Itu baru 1 juta orang dan mengirim 1 kali (ke 1 orang). Jika di phone booknya ada 20 orang saja yg dia kirimi, maka sudah 70 miliar Rp 7 miliar!!

Benar2 bisnis yg menggiurkan bukan?mata duitan

Jadi, hoax2 via sms ini, aku tengarai merupakan ulah marketing operator yg berusaha mengeruk keuntungan di tengah keresahan umat. *halah, jadi bingung gini, side A atau side B yg mbahas nich...hehehe..*

So, hati2 jika menerima sms yg isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan...apalagi jika sudah terkait SARA, terutama agama...karena hal2 ini yg paling mudah menyulut kerusuhan, hehehe... *injek2 marketing operator yg memanfaatkan hal ini...*