Minggu siang ini, aku baru ngeh jika Lativi menyiarkan liga sepakbola Amerika Serikat, MLS (Major League Soccer). Pada pertandingan yg aku saksikan, bertanding LA Galaxy melawan Real Salt Lake, yang dimenangi oleh RSL dengan skor 2-1. 'Mang' Beckham, aku perhatikan, tidak main...karena (seingatku) dia menderita cedera.

Yang hendak aku cermati dan komentari adalah mengapa Lativi mau menayangkan liga sepakbola Amerika? Aku menduga ada beberapa alasan Lativi menayangkan liga sepakbola Amerika:
1. Harga liga2 lain terlalu tinggi untuk dompet Lativi. Liga Sepakbola Amerika mungkin tidak terlalu mahal, terutama karena bukan olahraga favorit di Amerika.
2. Liga2 lain sudah ditayangkan stasiun televisi lain. Liga Spanyol sudah dipegang RCTI, liga Inggris yang semula dipegang Trans 7 kini dipegang Astro (diikuti omelan para pecandu sepakbola Inggris yg merasa haknya disita), kemudian liga Italia kini dipegang Trans 7, liga Indonesia disiarkan oleh 'kakaknya' Lativi yaitu AnTV. Global TV, jika tidak salah, menyiarkan Bundesliga (Liga Jerman). So, kayanya yg belum sempat ditayangkan yaaa...liga Amerika.
3. Magnet Beckham dirasa masih mendatangkan keuntungan. Sedangkan (merujuk poin 1), harga tayangan dirasa tidak terlalu mahal.

Beberapa waktu lalu aku sempat membaca mengenai alasan mang Beckham pindah ke LA Galaxy. Dia menyatakan bahwa dia ingin melakukan perubahan di Amerika, terutama membuat olahraga sepakbola lebih digemari dan menjadi olahraga favorit.

Jika diperhatikan, sepakbola memang bukan olahraga favorit bangsa Amerika. Dari beberapa literatur dan opini yg pernah aku baca, sayangnya aku ga punya bukti otentik, karena aku baca dari koran, disebutkan beberapa alasan mengapa bangsa Amerika tidak menyukai olahraga sepakbola. Dari sekian banyak alasan, salah satu penyebabnya adalah SKOR AKHIR PERTANDINGAN.

Lho, skor akhir pertandingan? Apa hubungannya?

Mari kita perhatikan olahraga favorit bangsa Amerika, yakni tenis, football, basket ball. Jika kita perhatikan, skor akhir dari pertandingan2 tersebut sangat besar. Rata-rata di atas 10-lah.

Lho, tenis kan skor akhirnya kecil? Biasanya cuma 7-6, 6-2, bahkan 6-0. Tapi kita perhatikan, pergerakan skor tenis cukup besar kan? 15-0, 30-0, dst.

Pengecualian mungkin bisa diterapkan untuk baseball/softball.

Mungkin, untuk sepakbola di Amerika perlu aturan khusus. Jika menggolkan dg tandukan kepala, poinnya 5, lalu jika tendangan bebas dapat poin 9. Berikutnya jika dg tendangan penalti, poinnya hanya 2. Mungkin keinginan mang Beckham untuk membuat sepakbola menjadi olahraga favorit bangsa Amerika bisa terlaksana...hihihih...cekikikanuedaannn