Sengaja aku mengangkat tema ini, karena teringat kejadian sekitar 1-2 minggu yg lalu.

HAH? FAHMI MENJADI KORBAN KEJAHATAN HIPNOTIS?

YG BENER?

KASIAN BANGET YG MENGHIPNOTIS FAHMI, APA GA ADA KORBAN LAIN?


Hoi hoi hoi...jangan berpikir ngawur dulu donk!! Ga usah heboh gitu deh...calm...stay cool!

Jadi begini, beberapa waktu lalu, aku 'iseng' menggunakan angkutan umum untuk bepergian dari arah Setiabudi ke arah Thamrin. Red Banzai sengaja aku tinggalkan di gedung client di daerah Setiabudi, tempat yg lumayan horor itu, yg ada suara siul tapi tak berwujud.siyul2

Seperti biasa, jika sudah duduk di angkutan umum, aku ga bisa diam. Toleh kiri kanan, menikmati suasana Jakarta (yg macet) merupakan solusi alternatif daripada stres ga keruan gara2 kemacetan yg kian merajalela di sepanjang Sudirman - Thamrin.

Saat melewati daerah Sarinah (Thamrin), dari kejauhan aku 'tertarik' kepada seorang perempuan di pinggir jalan. Ketertarikanku bukan apa2, si perempuan ini berdiri dg tatapan mata kosong. Sementara itu, si kernet metromini terus berteriak-teriak menawarkan jasanya...lalu si mbak ini seperti tersadar dan akhirnya mencegat metromini ini.

Setelah naik, barulah aku 'ngeh' mengapa aku 'tertarik' kepada si mbak ini.

Usai duduk di bagian belakang, si mbak 'curhat' mengenai masalah yg baru dia hadapi. Ternyata dia baru menjadi korban kejahatan dg cara hipnotishypnotized. Dia bercerita, saat dia berada di Sarinah, mendadak ada beberapa laki-laki mendekati dia. Entah dg cara hipnotis seperti apa, laki2 tersebut berhasil memperdayai si mbak ini.

Akibatnya uang, perhiasan dan handphone milik mbak ini berpindah tangan dalam waktu relatif singkat. Sebagai gantinya, si mbak 'dititipi' sebuah bungkusan, yg menurut si mbak, merupakan 'ganti rugi' barang2 yg diberikan si mbak. Ketika si mbak membuka bungkusan, ternyata isinya hanya guntingan2 koran segepok.

Aku sempat perhatikan bungkusan tersebut *sorry, ga sempat difoto...kasian banget ama si mbak ini*. Bungkusannya menggunakan bungkus uang salah satu bank, kemudian saat dibuka ada bungkusan koran. Well, jika 'dianggap' duit, maka segepok itu lebih kurang 10 juta-an lah...dg pecahan Rp 10 rebuan. Jadi, yaa..lumayan tebel bungkusannya ini.

Para penumpang lain akhirnya menyarankan si mbak untuk lapor ke polisi. Namun si mbak agak kebingungan...dan aku mengerti kebingungan si mbak. Polisi kita seringkali 'aneh'...ada korban kejahatan malah tetep dimintai duit untuk ngurus ini itu.dzigh

Aku tidak sempat mengetahui tindakan apa yg dilakukan si mbak, karena si kernet sudah teriak2 memberitahukan lokasi tujuanku sudah di depan mata. Aku segera turun dan hanya bisa berdoa semoga si mbak selamat.

Phewwww...kejahatan hipnotis yg selama ini hanya aku baca di media, ternyata hari itu aku mendapat penuturan langsung dari korbannya. Jangan sampai deh jadi korban!!

So, hati2 di manapun anda berada...jangan terlalu menarik perhatian penjahat, dg menggunakan perhiasan berlebihan ataupun dengan attractive pamer gadget di depan umum.

WASPADALAH...WASPADALAH...!!!
*nyamar jadi bang Napi*