Genap sudah 12 bulan aku menjadi motoris di Jakarta (awalnya dimulai di sini). Jika diperhatikan, kelakuan motoris di Jakarta seringkali membuat aku terbengong-bengong... bahkan tak jarang membuat aku geleng2 kepala dan menahan nafas karena 'aksi' berani mereka.halah

Aksi-aksi yg aku maksud, adalah sikap dan polah mereka dalam berkendara (mengendarai sepeda motor).

Berikut adalah beberapa aksi motoris yg membuat aku seringkali bersikap lebih hati-hati. Aku mulai dari yg 'tidak terlalu' berbahaya, dan berangsur-angsur ke tingkatan yg lebih berbahaya.
10. Naik/Lewat Trotoar (Dan Melawan Arus)
Kejadian ini seringkali aku hadapi terutama di daerah Thamrin-Sudirman. Kebanyakan pelakunya adalah tukang ojek, meski kadangkala pengemudi 'biasa' juga aku temui. Kalo sudah nemu orang2 kaya gini, biasanya aku ngerjain mereka. Jalan dg cuek, meski diklakson berkali-kali...terutama jika mereka melawan arah.

Eh, melotot? Yaa...dibales melotot saja...atao pura2 sibuk dg sms, biar ga ketauan kalo 'ngerjain', xixixi...cekikikan *oya, ini aku lakukan jika jalan kaki...jadi bukan sambil bermotor*

9. Tidak Menyalakan Lampu di Malam Hari
Kejadian ini pernah aku alami. Lewat jam 9 malam di daerah duren 3 - kalibata, mendadak dari arah berlawanan, sebuah motor ngebut dg kencangnya, dan TANPA LAMPU!!! Di lain waktu, sebuah motor menyalip dari kanan belakangku, tanpa lampu juga...!!

8. Merokok
Untuk kasus ini mungkin hal yg aneh. Di Bandung sendiri aku sering melihat para motoris merokok saat nyetir. Aku sendiri rada2 maklum dg perilaku ini...namun menjadi tidak maklum jika mereka melempar puntung rokok sembarangan. Dan ini sering terjadi. Mereka membuang puntung rokok di sembarang tempat dan TAK TERDUGA. Aku pernah melihat sendiri, puntung rokok yg masih membara dibuang dan hampir mengenai motoris lain.dzigh

Bisa dibayangkan jika pakaian motoris lain tersebut terbakar karena puntung rokok tersebut. Alamat bisa terjadi kecelakaan dan membuat banyak pihak berada dalam kesulitan/masalah.

7. Menggendong Anak
Perilaku lainnya yg cenderung2 bernuansa atraksi adalah menggendong anak. Bukan berarti
aku anti terhadap sikap sayang kepada anak...namun tindakan akrobatis yg dilakukan oleh para motoris ini seringkali justru bisa memicu kecelakaan.

Bagaimana tidak membuat celaka jika mereka mengendarai motor dg 1 tangan *umumnya tangan kanan..jelas lah...kalo pake tangan kiri, mana bisa nge-gas..xixixi..* sementara tangan lainnya mendekap si baby.

Bahaya yg bisa ditimbulkan adalah mereka telat me-rem serta tidak memberi lampu sign saat berbelok. Jika sudah terjadi kecelakaan...siapa yg bisa disalahkan? Lebih pilih mana, sayang anak atau sayang nyawa?ketuk2 jari...

6. Membawa Belanjaan/Barang Sangat Banyak
Ini juga salah satu hal yg bikin
aku mangkel, heran, kaget, kagum...wah, pokoknya campur aduk lah.

Jika di Bandung, kasus seperti ini biasanya ditemui di sekitaran pasar, baik pasar Ciroyom, pasar Sederhana, ataupun pasar2 yg cukup besar. Umumnya, suami-istri (pedagang biasanya) boncengan seraya membawa barang belanjaan yg bujubune banyaknya. Nyaris ga ada tempat yg kosong di motor mereka. Benar2 suatu langkah efisiensi yg patut diacungi jempol...bahkan mungkin para pejabat perlu belajar efisiensi dari mereka.tepuk tangan

Namun, bahaya yg mengancam juga akan datang. Barang bawaan yg cukup banyak akan membuat keseimbangan 'sedikit' terganggu. Belum lagi ruang yg mereka habiskan untuk barang2 mereka.

Di Jakarta, kejadian seperti ini tidak banyak...ada 2 alasannya, menurut aku, karena:
- motoris Jakarta lebih ngerti bahaya; atau
- mereka ga mau diklaksonin terus2an

*ps: 2 foto di atas terjadi di Cina...*

5. Kebanyakan Noleh Kiri Kanan
Untuk kasus ini,
aku pernah liat sendiri, ada motoris yg keseringan noleh kiri kanan, akhirnya dia nabrak motoris yg ada di depannya. Untungnya tidak terlalu kencang, sehingga tidak terjadi kerusakan dan masalah tidak berlanjut.

Aku sendiri bukannya anti noleh kiri kanan...tapi lakukan itu di SISI JALAN, JANGAN DI TENGAH JALAN..!! Mau ketubruk apa??geleng-geleng

4. Keasikan Ngobrol
Ini serupa dg kasus no 4 di atas. Biasanya dilakukan yg lagi pacaran. Karena sedang dimabuk cinta, asik ngobral kata2 gombal...tau2 JDUG....tabrakan terjadi.cekikikan

3. Menelpon
Nah, kasus ini merupakan satu hal yg membuat
aku seringkali BENAR2 geleng2 kepala. Bagaimana tidak? PENGENDARA MOBIL saja sebenarnya DILARANG MENELPON SERAYA MENGENDARA. Lah ini, motoris yg nelpon sambil nyetir.

Yg lebih membuat jantung deg-degan adalah jika mereka menggunakan helm yg full face. Tak sedikit di antara mereka yg mengangkat helm mereka demi bisa menelpon....SAMBIL BERKENDARA.

Duh, apa ga bisa berhenti sejenak untuk menerima telpon? Tindakan seperti ini (nelpon seraya bermotor) benar2 tindakan yg membahayakan diri sendiri dan orang lain, tauk!!!dzigh

2. SMS-an
Dari 8 tindakan akrobatik dan berbahaya di atas, menurut
aku semuanya IS NOTHING jika dibandingkan dg tindakan no 2 ini...!!

Ber-sms seraya nyetir benar2 membuat
aku 'terpaksa' mengacungkan 4 jempol (2 jempol tangan dan 2 jempol kaki) untuk menyatakan 'kekaguman'ku kepada mereka, si pelaku. Benar2 suatu tindakan 'biadab', karena (menurutku) sikap ini jauh lebih berbahaya daripada poin 3. Jika di poin 3, motoris masih bisa menerima telpon namun pandangan masih terarah ke jalan. Sementara untuk poin 2 ini, konsentrasi akan pecah...antara melihat jalanan dan melihat teks yg ditulis.

Jika di jalan, begitu
aku melihat motoris di depanku mulai merogoh saku dan mengeluarkan hp, aku langsung berinisiatif nyalip dia....dan meninggalkan dia jauh2. Daripada beresiko aku menjadi korban karena KEBODOHAN dia, mendingan aku 'ngabur' aza sekalian dah...cekikikan

1. Mabuk
Percaya atau tidak, mabuk menempati posisi no puncak dari daftar tindakan berbahaya yg dilakukan oleh motoris. Dan percaya atau tidak, ini terjadi di Jakarta DAN PERNAH AKU ALAMI.

Tidak perlu cerita panjang lebar untuk kasus di peringkat 1 ini...karena sudah jelas bahaya yg akan ditimbulkan dari perbuatan ini...!! Aku sendiri speechless dah...STRES!

Sebenarnya ada 1 lagi perbuatan 'akrobatik' yg MUNGKIN dilakukan oleh motoris (aku tulis MUNGKIN, karena aku belum pernah menemukannya), yakni MEMOTRET SERAYA BERKENDARA. Yg aku maksud memotret di sini adalah pengemudinya yg memotret, bukan yg dibonceng. Namun, jikapun dicantumkan, mungkin dia akan menempati no 3, antara sms dan nelpon....bukan peringkat utama.

So, BOYS AND GIRLS, DON'T DO THIS AT STREET...IT'S VERY DANGEROUS...!!!siyul-siyul