*aku dapatkan dari sebuah milis...barangkali sudah terjadi perubahan paradigma yg cukup signifikan pada kelompok pecinta radio...?? atau memang produknya kurang diminati? meski nampaknya tidak mungkin jika membaca penuturan ybs..*

Partner saya di bisnis Event Organizer yang sedang saya tekuni, tiba-tiba kapok memakai Radio sebagai media promo. Ada apa gerangan? Untuk event terakhir yang kami gelar baru-baru ini, kami memanfaatkan salah satu

Radio yang cukup punya nama di Surabaya. Ya, kalau mau dikata, bisa dibilang Radio ini nangkring di posisi no. 2 atau 3 Radio paling populer untuk segmen pendengar para Businessmen dan Business women, di Surabaya.

Kami memanfaatkan radio itu untuk satu kali Talkshow interaktif Primetime dan Penayangan Spot dan Adlibs selama seminggu sebelum acara. Frekuensi spot sehari sebanyak 9 kali - dan hanya di acara primetime.

Talkshow berlangsung sukses, tanpa kendala maupun misinformasi yang berarti dari kami selaku Narasumber talkshow. Selama satu jam durasi talkshow tersebut, kami hanya mendapat respon 5 incoming call dan 7 sms interaktif dari pendengar.

Cukup menggembirakan, meski masih jauh di bawah Radio top rating Surabaya lain yang biasanya kami pakai tapi kali ini tidak karena ingin test case dengan radio lain.

FYI, Pasca berlangsungnya talkshow sampai dengan Hari-H acara, kami hanya menerima 2 call yang menanyakan event kami. Bila membandingkan dengan respon yang kita peroleh dari iklan di Surat Kabar yang juga kami pasang, hasilnya jauh berbeda. Dari iklan kecil agenda kota, kami meraup sampai dengan hampir 75% dari target kuota peserta event (75 orang dari target 100 orang peserta). Sementara sisa perolehan peserta yang lain kami dapat dari networking milis, komunitas target peserta, dan mitra. Memang beda jauh, bukan?

Saya sempat sampai pada satu kesimpulan. Bahwa satu-satunya media Radio yang efektif mungkin hanyalah Radio top rating yang berada di ranking satu -- radio dengan primetime rating tertinggi target segmen pendengar yang kami bidik di Surabaya.

Kebetulan radio no. 1 di Surabaya (karena menyangkut etika - saya tidak akan sebut nama radionya) adalah radio yang mengandalkan kekuatan interaktif komunitas pendengarnya. Pada jam-jam primetime, hampir bisa dipastikan Radio no. 1 inilah yang memang sepertinya benar-benar didengarkan oleh mayoritas pengendara di kota Surabaya.

Mengapa? Karena ia memiliki segmen acara info lalu lintas dan berita current affairs di seputar kota. Mengandalkan jaringan kerja reporternya dan kontribusi info dari komunitas pendengar loyalnya, mayoritas pendengar Radio selalu tune in ke radio ini di jam-jam primetime.

Yaa saya bisa maklum juga. Siapa sih yang mau terjebak macet? hehe.. Kondisi ini akhirnya memang berimplikasi pada kebutuhan tinggi pengendara dan pendengar radio di jalan untuk menyimak informasi seputar status lalu lintas dan informasi kota di Radio yang memang menyediakannya.

Jadi, saya mau tidak mau harus setuju dengan pendapat rekan saya: Kalau tidak bisa beriklan di radio no. 1 (untuk target segmen pendengar Anda), jangan beriklan di Radio sama sekali, ya?

Just Sharing...
Salam sukses:)

Regards,
Annisa Wardani