Tiap bulan, sejak awal tahun 2007 hingga pertengahan tahun, aku rata2 mengeluarkan uang berkisar 200-300 ribu buat beli bacaan. Berbagai macam bahan bacaan, dari komik, koran, majalah, tabloid. Besar ya? Hmmm...aku tidak banyak berpikir tentang besar/kecil pengeluaran untuk beli bahan bacaan....yg aku utamakan(kedepankan) adalah INVESTASI + KEPUASAN OTAK untuk membaca, menelaah, berpikir, dan (terutama untuk side A) merefleksikan pengetahuan yg didapat ke dalam tulisan (blog) ataupun sekedar diskusi dengan temen2ku.

Dari sekian banyak pengeluaran, ternyata lebih dari 70% digunakan untuk membeli bahan bacaan buat side A, hehehe...untuk side B sendiri, biasanya cukup puas jika beli komik model Angel Heart, Vagabond, pokoknya diutamakan yg non-elex media, xixixi.. melet

'Hematnya' pengeluaran untuk side B ini terutama didukung karena beberapa komik bisa download dari internet, seperti Naruto, Shaman King, One Peace, dan yg lainnya. Apalagi kemaren adikku yg kuliah di Belanda sempat mengirim komik sekian dvd, rata-rata complete edition pula...jadi yaa...makin hemat dah pengeluaran buat side B.

Untuk side A, terus terang, cukup 'mahal' biaya yg dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhannya. Apalagi jika sudah ada yg request ttg suatu artikel, bisa2 80-90% pengeluaran digunakan untuk mendapatkan 'hardcopy' referensi+literatur buat side A. Kalo sudah gini, side B terpaksa 'puasa' beli komik...dan untungnya belakangan ini jadwal penerbitan komik relatif lebih sepi...hehehe..tongue

Sebenarnya untuk memuaskan keinginan side A, aku bisa searching di internet. Tapi, kadangkala hasil searching tidak cukup...terutama karena kadangkala referensi yg aku cari ada kalanya dalam bahasa Melayu (.my atau .sg atau .br), akibatnya yaaa...begitulah. melet Mengandalkan koleksi buku2 dari bokap, hmmm....aku musti pulang ke bdg dulu bow.. nyengir Jadi, mending gw beli sendiri dah...ngakak

Seperti aku bilang di awal....MEMBELI BAHAN BACAAN (BERMUTU) HENDAKNYA DIPIKIRKAN SEBAGAI INVESTASI. Oleh karenanya, qt2 mesti selektif untuk membeli bahan bacaan. National Geographic merupakan salah satu bahan bacaan high quality yg belum bisa aku jadikan 'bahan bacaan wajib beli'. Soalnya, NG ini ga masuk kategori side A ataupun side B....hehehe...melet Sementara untuk Playboy, ME, FHM, dan sejenisnya, aku dah coret dari daftar bahan bacaan yg dibeli. Investasi my ass...!!! meletcekikikan

Terus terang, kerja di Jakarta kadang 'membantu' (baca: memaksa) aku untuk membeli bahan2 bacaan ini...terutama untuk menemani selama di angkot/mikrolet. Lumayan bow...dalam waktu sejam kadang aku bisa beresin 1/4 atau 1/3 buku (yg disertai mikir tentunya). Kalo komik sih, ga sampe sejam dah kelar aku baca...hehehe... Hanya saja saat sekarang, karena sudah menjadi motoris, tentu saja aku tidak bisa berkendara sambil membaca. Bisa2 daftar yang aku buat, bertambah panjang...dengan aku sebagai pelaku utamanya...hihihi..

En aku pikir, SAATNYA UNTUK LEBIH MENGGALAKKAN KEGIATAN MEMBACA. Sudah cukup bodoh bangsa Indonesia ini, karena terlalu dimanjakan dg hal2 yg sifatnya audio...ndengeriiiinnnnnnn teruusssszzzz... Bukan ndengerin itu jelek...tapi kalo pengen maju, ndengerin itu ga cukup...mesti banyak baca (yg bermutu dan manfaat). Istilah lainnya... BANYAK BELAJAR+BANYAK BERPIKIR...!!! senang

Apalagi anggaran belanja buku utk bangsa Indonesia terkenal sedemikian jauhnya jika dibandingkan dg negara tetangga kita...apa betah jadi orang bodoh??melet Hanya saja, sampai saat ini aku kok masih 'ga ngeh' untuk membeli buku2 model chicklit, da vinci code, harry potter atau 'fiksi2' ya? Aku malah prefer utk 'ngomik' dibandingkan baca buku2 kaya gitu. Jaman SD-SMA sih aku tergila2 ama Lima Sekawan, Trio Detektif, Sapta Siaga, sampe Agatha Christie. Namun, kalo sekarang 'disodorin' buku2 model da vinci, bla bla bla...kok males ya?? melet

Terakhir... berapa banyak pengeluaran ente2 semua (dalam sebulan) untuk membeli bahan bacaan?

Bisnis Penjualan Buku Semakin Berat
Minat dan Daya Beli Buku Merosot