Semula aku tidak mau menulis artikel tentang polemik lagu Indonesia Raya, karena sejak aku SD, aku sudah tahu bahwa lagu Indonesia Raya terdiri dari 3 syair. Syair yg pertama adalah yg biasa kita dengarkan dan nyanyikan, karena itu adalah syair yg DIANGGAP RESMI OLEH PEMERINTAH, sebagaimana tertuang di Peraturan Pemerintah No.44/1958. *sayangnya, di website Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, PP tahun 1958 tidak ditemukan!! Silakan cek di sini.*

Sementara jika kita merujuk di WIKI, di sana tertulis 3 syair. Apa Roy Suryo ga tau?

Hanya saja, terus terang AKU BOSAN melihat tayangan berita di TV hampir semuanya 'seragam', banyak menyiarkan tentang film dokumenter yg ditemukan Roy Suryo.mual2

Sore ini aku membaca blog di Tempo Interaktif, isinya wawancara dengan Roy Suryo, sang 'pakar penemu' 3 syair lagu Indonesia Raya. Ada beberapa hal yg menggelitikku tentang hasil wawancara Roy Suryo.
Dia mengaku baru waktu itu tahu bahwa versi asli Indonesia Raya terdiri dari 3 stanza, dan bukan cuma satu seperti yang selama ini dinyanyikan dalam pelbagai kesempatan resmi.
***Apakah pak Roy ini tidak tahu PP No.44/1958?

Roy juga menunjukkan dokumen rekaman itu ke beberapa menteri dan pejabat tinggi. Mereka semua, kata Roy, kaget dan baru tahu ada rekaman video Indonesia Raya versi tiga stanza itu.
***Lha ini yg perlu dipertanyakan. Kemana saja para menteri dan pejabat tinggi ini? Kok tidak tahu bahwa syair MEMANG ADA 3, TAPI YG DIRESMIKAN HANYA 1 SYAIR!

Yg paling membuatku lucu adalah:
Saya bertanya, “Bukankah dokumen itu sudah lama ada di YouTube? Mungkin sekitar akhir 2006. Kenapa kamu sekarang mengklaim sebagai yang pertama menemukan?”

Roy mengatakan, “Versi yang di YouTube lebih kecil file-nya. Saya ndak tahu siapa yang mengirimkannya di sana. Saya pun baru tahu ada di YouTube setelah ada keributan di milis-milis. Bukan tidak mungkin ada anggota tim kami yang lebih dulu meng-upload dokumen itu ke YouTube sebelum kami mengumumkannya lewat pers. Tapi saya tidak menuduh.”
***Aku langsung tertawa terbahak-bahak saat membaca pernyataan yg aku pertebal. Sumpe deeehhh....Ini adalah tautan video Indonesia di Youtube.

“Saya malah curiga ada kepentingan ekonomi pada diri orang-orang yang selama ini menyimpan dokumen itu, tapi tak segera menyerahkannya pada negara.”
***Untuk pernyataan di atas, aku sendiri bertanya-tanya, memangnya kepentingan ekonomi seperti apa yg dilakukan orang2 itu? Apakah ingin Pemerintah membeli rekaman tersebut?

Menurutku, LEBIH PENTING MEMAKNAI LAGU INDONESIA RAYA YG ADA SEKARANG, DARIPADA RIBUT2 TENTANG JUMLAH SYAIR ATAU KEASLIAN. COBA BELAJAR LAGI, TELITI LAGI PERATURAN PEMERINTAH, BARANGKALI ANDA2 PARA PEJABAT DAN (yg mengaku) PAKAR AKAN LEBIH MELEK LAGI SEBELUM BERCELOTEH DAN BIKIN ONAR.siyul2

Lagipula, ini hal basi kan? Jay saja sudah menulis di tahun 2005, hehehe...

update: 6 Agustus 2007, banner dari kampung, hihihihih..