Operator telekomunikasi XL sedang gencar-gencarnya melakukan promosi. Jelas tidak mau kalah bersaing dengan operator lain, dengan melakukan perang tarif (yg cukup gila2an) usai Esia melakukan aksinya, dengan membuat iklan yg 'menonjok' operator2 lain.dzigh

Usai menurunkan tarif dari Rp 25/detik (sebagai efek perang tarif), XL pun berusaha bersaing dengan operator Fren, yg menerapkan tarif Rp 10/detik. Banyak iklan yg diluncurkan XL yg mempromosikan tarif murah ini, Rp 10/detik, sebagai upaya mengimbangi tarif Fren, bahkan diklaim sebagai iklan termurah.

Namun, sebenarnya, jika ditilik lebih lanjut dan lebih teliti, ada SYARAT DAN KETENTUAN BERLAKU, yakni tarif Rp 10/detik ini berlaku untuk 2 kondisi:
1. Jika SESAMA XL, secara OTOMATIS tarif ini langsung berlaku.
2. Jika BEDA OPERATOR/PSTN, tarif ini berlaku SETELAH PEMBICARAAN 2 MENIT (120 detik). Dengan kata lain, setelah 'nyumbang' Rp 1500, barulah tarif murah ini berlaku. Gampangnya, ADA SYARAT DAN KETENTUAN YANG BERLAKU!!

Free Image Hosting at www.ImageShack.usSayangnya, XL berlaku TRICKY untuk poin 2. Di sebuah iklan besar yang dipasang di daerah Suryo, tidak ada tulisan syarat dan ketentuan berlaku. Hanya ada iklan yg menyebutkan bahwa tarif ke siapa saja (asumsiku termasuk ke operator lain) Rp 10/detik. *Silakan lihat foto di sebelah kiri.*

Beberapa waktu belakangan ini, XL kembali membuat program baru. Yakni tarif Rp 1/detik untuk sesama XL. Dan lagi2 XL berlaku tricky. Di sebuah media, aku kutip langsung tulisan yg dimuat di media itu.
Jakarta - PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) mengandalkan program pemasaran tarif promosi pada produk kartu prabayarnya sebagai senjata menghadapi kompetisi serta demi mengejar target pelanggan.

Direktur Pemasaran XL, Nicanor V. Santiago III, mengatakan faktor tarif murah merupakan salah satu alternatif yang menjadi pilihan pelanggan dalam memilih kartu prabayar. "Program tarif Rp 1 per detik untuk produk kartu prabayar Bebas yang akan kami tawarkan secara nasional merupakan senjata kami dalam menghadapi kompetisi dan mengejar target pelanggan," ujarnya dalam press gathering XL Bebas, Omah Dhowur, Yogyakarta, Jumat (24/8/2007).

GM Marketing Prepaid Product Bayu Samudiyo, menambahkan, promosi tarif merupakan salah satu dari tiga strategi XL untuk menghadapi persaingan pasar. Dua strategi lainnya, lanjut Bayu, adalah cakupan jangkauan dan kualitas layanan.

Bayu menjelaskan, program tarif Rp 1 per detik merupakan program promosi pemasaran lanjutan yang sebelumnya telah digelar di Sumatera dan Sulawesi. Dengan program ini, Bayu mengklaim telah terjadi peningkatan jumlah pelanggan dan trafik yang cukup signifikan.

"Di Sumatera dan Sulawesi yang memiliki pelanggan 300.000 dan 200.00 trafik percakapan kami naik dua kali lipat. Dan pelanggan aktif juga bertambah 25 persen dalam waktu 5 minggu sejak program ini diberlakukan. Dengan promosi baru, ekspektasi kenaikan di area lain sama," harapnya.

"Sebelum rata-rata minutes of usage (lama precakapan-red) di Sumatera dan Sulawesi sekitar 40 detik per pelanggan. Dengan program itu naik menjadi 97 detik per pelanggan," ujar VP Network Planning XL, Kukuh Saworo.

Kukuh mengatakan program tarif tidak akan berhasil tanpa kehandalan dan kinerja jaringan. Ia mengungkap XL saat ini telah membangun lebih dari 9.000 pemancar telekomunikasi, 1.200 di antaranya adalah pemancar 3G.

"Jumlah BTS kami akan meningkat 80 persen dari tahun lalu. Dari sekitar 6.000 BTS akan menjadi 10.000 sampai 11.000 BTS," paparnya.

Tapi saat melihat iklannya, ternyata ADA SYARAT DAN KETENTUAN YG BERLAKU, yakni tarif super murah itu berlaku SETELAH 2 MENIT PEMBICARAAN. Dengan kata lain, setelah 'nyumbang' Rp 1200, barulah tarif super murah itu berlaku.

Yeeee....menerapkan tarif murah tapi 'menyembunyikan' syarat dan ketentuan berlaku adalah HOAX KE DEMAK deeehhh...siyul2