Rencana ke Bali ini sebenarnya dimulai sekitar awal tahun 2007 ini. Bermula dari tawaran temen kuliah dulu, yg nawarin aku apakah mau ikut ke Bali. Errr...aku tidak langsung jawab tawaran itu, butuh waktu sekitar 5-10 menit sebelum akhirnya mengiyakan. Temenku akhirnya memesan 6 tiket untuk keberangkatan ke Bali untuk 2 keluarga.

Ternyata waktu keberangkatannya akhir Juli - awal Agustus 2007. Wehk...aku sendiri sempat ragu, apakah bisa ngambil cuti di sekitar tanggal itu, apalagi ternyata sejak Mei 2007, ada beberapa client baru.

Cuti...Ndak...Cuti...Ndak...begitu pikiranku selama beberapa waktu. Akhirnya awal Juli 2007, aku beranikan diri untuk minta cuti selama 5 (LIMA) hari kerja, Senin-Jum'at. Saat ditanya kenapa aku ngambil cuti sedemikian lama, aku ajukan alasan bahwa selama sekian tahun kerja, aku ga pernah ngambil jatah cutiku. Dan ini emang demikian adanya. Jatah cutiku selama sekian tahun kerja, kayanya ga pernah diitung dan dipake. So, akhirnya bos ngasih ijin. Cihuiii....!!!cihui

'Sayangnya' temanku yg memesan tiket pesawat, malah tidak bisa ikut. Hwalah...ya sudah, akhirnya aku dan Wify saja yg pergi. Anggap saja ini hanimun sesi 2 lah, hihihi...

So, Senin siang, 30 Juli 2007, aku dan Wify berangkat menuju bandara Sukarno Hatta, menggunakan bus Damri (dari blok M) yg murah meriah, karena menempuh jarak sejauh itu (blok M - bandara Sukarno Hatta) cuma dg Rp 15rebu. *oya, jangan percaya dengan tulisan ini. Penuh dengan hoax...apalagi aku ga yakin ybs pernah naik pesawat, xixixi..cekikikan thx buat Golda untuk informasinya*

Peristiwa 'lucu' pertama sudah terjadi saat tiba di Sukarno Hatta. Kami berdua salah turun terminal..!!halah Seharusnya kami turun di terminal 2 yg khusus untuk penerbangan domestik...namun karena pengalamanku di Sukarno Hatta banyak di terminal 1, yg merupakan penerbangan luar negeri (untuk antar jemput adik dan bapakku tempo hari), aku lalai akan keberadaan terminal 2 sebagai penerbangan domestik.

Untunglah, ada shuttle bus bandara, yg gratis ngantar2 selama di area bandara. Akhirnya, alhamdulillah, sampai juga di terminal 2. Setelah melepas lelah sejenak, akhirnya kami berdua segera check in ke counter Air Asia. Setelah dicek ternyata penerbangannya DITUNDA...!!! Tidak tanggung2, penundaannya cukup lama..yg semula berangkat 16.10 WIB (berdasar jadwal) ternyata diundur hingga 17.55WIB.dzigh

Ya sudah, mau bagaimana lagi, gratis kok minta protes...xixixi..

Setelah masuk pintu utama, seperti biasa, dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan. Ternyata sekarang tas pinggang juga mesti dimasukkan ke ban berjalan, untuk diperiksa dengan sinar tembus pandang. Wah, wah, wah, sudah lama banget ya aku ga ke bandara, sampai ga tau peraturan ini.

Di dalam, lapor dulu ke counter Air Asia, untuk daftar barang bawaan. Kena pajak sebesar Rp 30rebu/orang. Tidak terkena tambahan biaya barang bawaan, karena barang bawaan kami berdua masih di bawah batas, cuma 11 kg dari 30 kg (max). Oya, tiap tambahan kg, kita akan dikenai biaya sebesar Rp 20rebu. Lumayan juga kalo yg doyan jalan2 dengan bawaan seabreg, ehehe..

Setelah koper kami dimasukkan petugas Air Asia ke bagasi pesawat, kami berdua menuju gate A6, seperti yg ditunjukkan petugas. Tapi kami tidak langsung ke gate A6, melainkan santai dulu di ruang umum. Bukan apa2, ada ac-nya, biar ga panas bow...soalnya di gate dalam, tidak ada ac dan banyak orang merokok.

Sempat kedinginan dan akhirnya mencari makan (yg uhuk, harganya selangit, hihihi...) akhirnya kami duduk di dekat pintu masuk menuju gate. Mayan, bisa melihat pola tingkah orang2 yg hendak menggunakan pesawat sebagai transportasinya. Lucu2 melihat orang tergopoh-gopoh karena terlambat datang, lalu ada yg cuek ngobrol dengan temannya. Ya ya ya...seru lah pokoknya.ngakak Sholat ashar segera aku lakukan setelah waktunya tiba.

Dan kejadian lucu yg kedua terjadi di sini.

Dimulai adanya seorang ibu setengah baya, duduk di sebelah kami. Aku dan Wify sedang asyik dalam aktivitas masing2, aku baca buku sedangkan Wify sms-an. Mendadak...

TUUUUUUUUUUUUTTTTTTTTTTTTTTTT......

WAH, ADA YG KENTUT...!! Aku dan Wify langsung menoleh ke sebelah kiriku, karena sumber suara berasal dari sana. Dan yg terlihat oleh kami berdua adalah si ibu yg SALAH TINGKAH karena ketahuan baru kentut.

Hmmppffftttt...seraya sekuat tenaga berusaha menahan tawa, akhirnya kami berdua pergi meninggalkan kursi itu, menuju ke gate A6. Setelah menjalani pemeriksaan di pintu masuk menuju gate, kami berdua langsung tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian lucu barusan.ngakak guling2

Puas tertawa, kami berdua kembali menunggu seraya menonton kegiatan para calon penumpang pesawat. Namun sayangnya tidak ada lagi kejadian lucu seperti sebelumnya.

Iseng melihat layar jadwal, aku sedikit terkejut, karena jadwal penerbangan berubah lagi, dari semula 17.55 WIB menjadi 18.10 WIB serta lokasinya berubah ke gate A7. Wahk...terkejut deh...untungnya tidak panik, karena aku segera mencek ke petugas penjaga, yg menyarankan aku bertanya langsung.

Segera aku menuju ruang tunggu di gate A7, bertanya langsung pada petugas Air Asia. Petugas lalu menjelaskan bahwa jadwal penerbangan tetap pukul 17.55 WIB dan tetap di gate A6. Akhirnya kami berdua menuju ruang tunggu di gate A6. Di lorong menuju ruang tunggu, terlihat banyak pesan larangan untuk duduk di tempat2 yg ada di sana. Herannya, banyak sekali orang2 yg SENGAJA duduk di sana. Huh...!!! RASAKAN KALIAN....SEKARANG KALIAN SEMUA TERKENAL DI SEANTERO JAGAT MAYA SEBAGAI PELANGGAR PERATURAN...!!!siyul2

Setelah masuk ke ruang tunggu A6, kami langsung cek nama ke petugas Air Asia. Mendapat penjelasan secukupnya, kami duduk seraya nonton TV. Hmmm...nyaman juga. Menunggu 2jam, mayan juga bow.

Pengumuman keberangkatan sudah didengungkan, para penumpang segera menuju pesawat. Aku sendiri tidak terburu-buru menuju pesawat, kaya orang kampungan aza. Meski tidak ada nomor duduk, karena dibebaskan memilih, aku yakin bahwa kami berdua akan mendapat tempat duduk. Jadi, ga usah katro lah pake ribut2 dan rebutan tempat duduk.siyul2

Setelah duduk, hmmm...melihat2 sekeliling, wah, banyak sekali 'aksesoris' yg ditampilkan dalam brosur, baik berupa penyediaan makanan, penjualan aksesoris, dan tata tertib terkait pesawat. Silakan dilihat pada foto2 di bawah ini.


Segera setelah pesawat berhasil lepas landas, aku segera cek kamar kecil pesawat. Hmmm...cukup baik dan memenuhi kebersihan, tidak buruk.

Usai meninjau dan menggunakan kamar kecil, aku segera duduk di samping Wify untuk menikmati perjalanan.

Bali, here we come....!!!