Sifat manusia (atau hanya bangsa Indonesia) kadang aneh. Mereka sering membeli suatu barang yg sebenarnya tidak mereka BUTUHKAN. Alam bawah sadar mereka 'memaksa' mereka untuk membeli barang yg mereka INGINKAN, padahal barang tersebut tidak segera mereka gunakan. Bahkan seringkali setelah dibeli, barang tersebut tersimpan dan teronggok di satu tempat dan akhirnya dilupakan.

Untuk beberapa kasus, bahkan seringkali kita membeli berlebih untuk sesuatu barang yg sifatnya sebenarnya 'tahan lama'. Sebagai contoh, seperti judul artikel ini. Sebuah ballpoint harganya 2000 perak, tapi dasar si pedagang otaknya lebih pinter (dan pakai ilmu psikologi, meski ybs mungkin tidak pernah mengenyam bangku kuliah dan belajar khusus ttg ilmu ini), biar dagangannya cepet laku dia nawarin 5000 untuk 3 ballpoint.

Taktik dagang seperti ini tidak saja dilakukan oleh tukang ballpoint. Banyak sekali pedagang lainnya yg menggunakan jurus yg sama. Sebagai contoh, di sebuah supermarket, aku melihat ada 3 buah minuman bersoda dijual dg harga yg bedanya 'tidak jauh', sekitar 3-5ribu rupiah. Kemudian ada juga yg menggabungkan beberapa produk dalam 1 paket, misalnya sabun mandi, shampoo, sikat gigi dan odol.

Jika itung2an harga satuan, memang contoh2 jual 'paket' di atas jauh lebih murah...masalahnya hanyalah, KITA MEMBUTUHKAN ATAU HANYA MENGINGINKAN?

Tidak salah jika trik psikologis ini selalu dilakukan para pedagang, akibatnya jelas, kita-kita menjadi orang yg kejangkitan 'penyakit' KONSUMERISME. Tidak heran jika ada kampanye "Hari Tidak Berbelanja" (berikut entry di Wiki). Menurutku, ini merupakan satu cara untuk mengerem (namun tidak menghentikan) nafsu berbelanja.

*yg menjadi korban psikologis tukang ballpoint, beli 3 untuk menghemat serebu...padahal 1 ballpoint aza ga akan habis dalam sebulan, hahahah...ngakakdzigh*