Hahaha...kenaikan tarif busway ini sudah pernah kuprediksi sebelumnya. Saat itu, aku sudah tuliskan bahwa kelaikan layanan busway kian berkurang dari sebelumnya. Terutama karena makin lamanya rentang waktu tiap armada busway, sebagai dampak masih sedikitnya jumlah armada busway.

Sedikitnya armada busway, kian banyaknya warga masyarakat yg memakai busway (namun di beberapa koridor, pengguna busway kian berkurang) merupakan sekian faktor dari banyak faktor yg menyebabkan turunnya kualitas layanan busway.sedih Namun yg menjadi faktor 'penentu' naiknya tarif busway, menurutku, adalah dikuranginya subsidi bagi busway.

Masalah subsidi, menurutku adalah masalah klasik. Mengapa klasik, mengapa bukan jazz atau disko atau rock? Kalo bertanya seperti itu, mungkin Luthfi bisa menjawab.nyengir Disebut klasik karena dicabutnya subsidi selalu dijadikan 'kambing hitam' (alasan) bagi pemerintah atau pejabat terkait untuk menaikkan tarif angkutan (dan tarif2 lainnya). Disebut klasik juga, karena saat subsidi dicabut, layanan yg diterima oleh masyarakat belum cukup memuaskan. Walhasil ketika tarif dinaikkan (dg alasan subsidi dicabut), masyarakat jelas protes, karena servis belum memuaskan kok sudah main naikkan tarif seenaknya.

Tapi, bukan pemerintah Indonesia jika mereka peduli dg layanan dan keluhan masyarakat. Bagi mereka, POKOKNYA™ tarif naik karena subsidi akan dicabut. Susah memang punya pemerintah seperti ini...bukan lagi kepala batu dan telinga panci, tapi yaaa...cuma perut dan urusan sendiri yg dipikir.d'oh

Adapun jika kenaikan tarif tidak (bakal) ditunda lagi, maka aku memberikan beberapa solusi alternatif. Mudah2an berguna...
1. Untuk tiket terusan (langganan) tetap digunakan tarif yg lama (Rp 2000 jika tidak salah).
2. Tarif baru jangan lebih dari Rp 5000. Menurutku, Rp 5000 merupakan angka psikologis yg 'win-win' solution, karena pembeli tiket dan petugas tiket tidak perlu repot lagi menyiapkan uang kecil/uang kembalian.
3. Idealnya tarif baru, menurutku, Rp 4000. Tidak ada itung2an yg pasti dariku mengenai angka 4000 ini, tapi jika melihat tarif bus 86 atau 102 (dari Depok nun di sana ke tengah kota) yg 'hanya' Rp 5000, maka aku rasa angka 4000 cukup memadai bagi pemakai busway.

Segini dulu unek2 mengenai busway...sekarang kerja dulu, hihihi...cekikikan