Prologue: Selama 1-2 tahun terakhir, aku sering sekali menerima tawaran untuk kuliah Sabtu-Minggu dari beberapa perguruan tinggi. Ada yg menawarkan cicilan iuran uang kuliah atau sks, fleksibilitas jam kuliah, dst dst.

Nah, ternyata aku dapatkan email berikut, berisi pernyataan seorang karyawati, yg telah kuliah Sabtu-Minggu, 'protes' karena adanya pernyataan DIKTI yg 'mendiskreditkan' para karyawan/wati yg mengambil program ini

Berikut email lengkapnyaé

Umami Azhary (Zahra):

Saya bukan member milis Beasiswa tapi … hati dan pikiran saya tergelitik untuk menulis tentang biaya pendidikan dan sistim pendidikan di Indonesia makin TIDAK KARUAN DAN TIDAK MASUK AKAL.

Seperti yang kita ketahui bahwa biaya pendidikan di Indonesia sangatlah susah terjangkau oleh banyak kalangan, tidak terkecuali saya. Keinginan memperoleh pendidikan tinggi dan layak seperti mencari Berlian kecil di tengan padang pasir, begitu sulit dan seperti tidak mungkin tercapai oleh saya.

Akhirnya setelah lulus SMU saya memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan sejumlah uang buat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Saat ini banyak perguruan tinggi yang membuka kelas untuk karyawan atau lebih sering disebut program extention atau kelas executive atau kelas karyawan.

Tapi program itu lebih sering dilakukan malam hari, sedangkan saya sering lembur dan kalau pulang terlalu malam saya juga takut. Akhirnya saya mendapatkan sebuah EMAIL promosi dari sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Jakarta Barat yang membuka program kuliah yang dilaksanakan di hari sabtu dan minggu. (Ini bukan Promosi sebuah program pendidikan di salah satu perguruan tinggi).

Sayapun dengan semangat 45 mendaftarkan diri dan akhirnya saya tercatat sebagai mahasiswa program tersebut, dan saat ini saya sudah semester 6.

Sistem Pendidikan yang di jalankan pada perguruan tinggi tersebut sangatlah ketat, ABSEN saja kalau lebih dari 3X sudah mendapatkan nilai E di tangan, tugas bejibun, UTS maupun UAS pun penilaiannya sangat objektif.

Tapi akhir-akhir ini program pendidikan tersebut menjadi pembicaraan banyak kalangan khususnya di bidang Pendidikan, Apalagi di jajaran DIKTI. Menurut informasi yang saya terima, PEMERINTAH melalui DIKTI tidak mengakui program kuliah yang di lakukan di hari sabtu dan minggu yang mereka sebut program kuliah weekend.

Yang jadi pertanyaan saya kenapa yah sulit sekali untuk memperoleh pendidikan tinggi di Indonesia ini?? Apa siy yang jadi masalah jika ada perguruan Tinggi yang membuka kelas di hari sabtu dan minggu?? Padahal hari sabtu dan minggu tersebut sangatkah efektif untuk menempuh pendidikan bagi pekerja yang bekerja dari hari senin-jumat.

Terus terang kalau kuliah malam hari saya tidak bisa konsentrasi karena sudah capek bekerja, belum lagi kalau ada masalah di kantor, trus ngantuk. Tapi kalau sabtu dan minggu pastinya saya sudah cukup tidur dan berangkat pagi hari untuk kuliah bisa lebih fresh dan materi yang di sampaikan oleh dosen bisa terserap dengan baik.

Saat ini DIKTI mempertanyakan efektifitas dari program tersebut, dan saya sungguh tidak mengerti kenapa hal ini jadi permasalahan?? Bukankah saya dan teman-teman berhak memilih cara dan waktu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan ada perguruan tinggi yang memfasilitasi saya.

Sungguh IRONI ….di satu sisi banyak di gembar gemborkan program pendidikan di berbagai bidang dan jenjang, eh disisi lain dilarang-larang untuk menempuh pendidikan.

Wahai Jajaran DIKTI dan PEMERINTAH yang sedang berkuasa… Cobalah melek mata, Fikiran, dan Hati Nurani, Jika ada anak bangsa yang ingin pintar, pandai dan ingin maju apakah harus di tutup pintu untuk menuju kesana????

Apakah PARA PETINGGI BANGSA dan WAKIL RAKYAT bisa lebih PEKA terhadap anak-anak negri ini yang menginginkan pendidikan lebih tinggi??

Ada yang bisa bantu untuk memecahkan persoalan ini???

Entahlah…

Wassalam
Z@hra

Epilogue: (oknum?) Pemerintah nampaknya 'tidak suka' melihat para penduduk bangsa menjadi pintar. Atau jangan2 ini diributkan supaya dibikin ada duitnya...???mata duitan