Bersiul...emangnya kenapa dengan bersiul? Bisakah anda bersiul? Aku bisa bersiul sejak SD kelas 1-2, aku tidak terlalu ingat. Yang jelas, aku 'mendadak bisa' bersiul karena temen2ku saat SD memanas-manasiku.

Tapi, bukan itu yang aku bahas di artikel kali ini.

Cerita ini dimulai sekitar 2 minggu lalu. Kala itu hari Rabu, aku berkesempatan untuk datang ke client baru, sebuah perusahaan investasi management di kawasan Sudirman - Setiabudi. Kedatanganku ke client adalah untuk diskusi dan membahas kebutuhan mereka, karena mereka hendak membeli sistem yang dimiliki perusahaanku. Nampaknya presentasi yg dilakukan boss dan aku beberapa waktu lalu berhasil menarik perhatian mereka, terutama karena sistem yg dimiliki kantorku ternyata sudah mencakup lebih dari 68% kebutuhan mereka.siul2

Jadwal semula, pertemuan hendak dilakukan pagi atau siang hari. Tapi ternyata calon client ingin pertemuan dilakukan sore hari, karena mereka sedang sibuk dengan aktivitas mereka sehari-hari. Walhasil, kami diminta datang setelah jam kantor (resmi) usai.

Aku datang sejak jam 16.30 WIB, karena tuan rumah menginginkan pertemuan dimulai jam 17.00 WIB TENG. Namun, ternyata karena ngaret is budaya of my country, walhasil pertemuan baru bisa dimulai jam 17.45 WIB.

Pertemuan berlangsung cukup ramai dan menarik. Banyak lontaran usul dan keinginan mereka (calon client) yg mesti kami tampung. Aku sendiri agak kewalahan mencatat permintaan mereka. Aku ingat, pertemuan itu dihadiri 7 orang. Tiga orang dari kantorku (termasuk aku), sementara dari calon client hadir 4 orang.

Ruang pertemuan cukup besar, namun demikian karena PINTU TERTUTUP RAPAT, suasana seribut dan seramai apapun di luar, TIDAK ADA SUARA YG BISA MASUK ke ruang pertemuan.

Saat sedang sibuk diskusi, mendadak ada suara siulan...

SUIT...SUIIIITT....siul2

Serentak kami bertujuh terdiam. Semua saling pandang sebelum akhirnya semua 'sepakat' melihat ke ujung meja, ke arah asal suara. NAMUN DI SANA TIDAK ADA ORANG YG DUDUK.

"Eh, kamu ya yang siul?" tanya calon client cewe ke teman di samping kanannya.
"Enak aza...gw ga bisa siul tauk..." jawab temannya itu.

"Eh, Zak...kamu siul ya?" tanyaku ke teman kantor.
"Ga Mas..." sahut teman kantor.

"Asal suara siulan kan dari ujung..." celetuk seorang staf calon client.

DHEG....SEMUA TERDIAM....terlebih lagi, saat seorang calon client meng-cek pintu, ternyata tertutup rapat. Walhasil, rapat akhirnya 'dibubarkan' paksa.

JADI, SIAPA YANG BERSIUL TADI??auk ah..horor jek...!!
*padahal gedung client ini TIDAK termasuk dalam daftar lokasi berhantu di Jakarta lho...*