Nasib guru di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Mulai dari masalah honor yang tidak diterima berbulan-bulan (bahkan tahunan), status kepegawaian yang tidak berubah (mengabdi 20 tahun namun statusnya masih honorer), sulitnya mengurus kenaikan pangkat, hingga jatah beras yang tidak memadai, adalah sebagian kecil dari peristiwa yang dialami mayoritas guru2 di Indonesia.

Kali ini, sebuah peristiwa yg super absurd kembali terjadi di Indonesia. Sebanyak 27 orang guru dipecat dan mendapat sanksi (dengan tingkat yg bervariasi). Penyebabnya adalah MEREKA MENEGAKKAN KEBENARAN, DENGAN MELAPORKAN PIHAK SEKOLAH YG MELAKUKAN KECURANGAN PADA SAAT UJIAN NASIONAL.

Kecurangan yg dilakukan oleh pihak sekolah sangat bermacam-macam, mulai dari membocorkan jawaban, memberitahukan jawaban. Namun, intinya jelas, pihak sekolah tersebut MELAKUKAN TINDAKAN BODOH DAN TIDAK MASUK AKAL sebagai seorang pengajar.

Sebelumnya, para guru ini sudah melaporkan tindakan pihak sekolah ke Depdiknas. Namun, alih2 Depdiknas menindak para pemilik sekolah (yg kebetulan swasta), justru para guru ini yang mendapat 'kejutan' dengan tindakan pemecatan dan pemberian sanksi. Disebut kejutan karena para guru ini sebelumnya TIDAK PERNAH diberitahu oleh pihak sekolah.

Nampaknya hati nurani dan akal sehat kian mengalami penurunan (degradasi) di negara ini. Bahkan melanda guru (yg pro pihak sekolah), dengan memberikan jawaban Ujian Nasional, demi mempertahankan gengsi sekolah (ingin selalu dijadikan sekolah favorit).

Kini, masih adakah pembela keadilan bagi para guru ini?entahlah