Mungkin anda-anda semua masih ingat dengan Steve Irwin. Yak...SI adalah seorang 'pahlawan' di dunia binatang, yg tewas mengenaskan saat membuat film dokumenter tentang ikan pari beberapa waktu yang lalu (silakan click ini untuk membaca artikelnya).

Nah, SI ini telah mempunyai seorang anak perempuan, bernama Bindi. Seakan tidak mau kalah dengan bapaknya, Bindi pun mewarisi kemampuan untuk bergaul dengan binatang2 buas, seperti ular, laba2 berbisa, dan binatang lainnya. Suatu kemampuan yg jarang dimiliki oleh anak2 seusianya.

Kemampuan ini, jelas diwariskan oleh kedua orangtuanya, Steve Irwin dan Terri Irwin, yang notabene memang pecinta binatang (baik binatang buas/liar ataupun binatang jinak). Kecintaan SI dan TI terhadap binatang memang begitu besar, hingga mereka tidak sungkan dan tak segan untuk mengajak anak semata wayang pertama mereka (thx buat Anonym untuk ralatnya), Bindi, untuk ikut serta meliput dalam satu kegiatan.

Usai kematian ayahnya, Bindi dan ibunya sempat shock, terutama karena mereka tidak menyangka bahwa ayah dan suami mereka akan tewas oleh 'hal kecil'. Namun mereka berdua tidak lama tenggelam dalam kesedihan ini. Dengan saling menguatkan satu dg yang lain, mereka berdua bangkit dan berusaha menapak kehidupan di masa depan.

Sebagai bukti nyata bahwa mereka berusaha untuk bangkit, Bindi telah membuat program, berjudul, Bindi, The Jungle Girl. Program acara ini memadukan 'warisan' Steve, yakni memperkenalkan dunia binatang, serta visi Bindi (dan ibunya), yakni untuk 'menularkan' keberanian mereka (terutama anak-anak sebayanya) agar mereka tidak terlalu takut lagi terhadap binatang2 buas.

Jika aku lihat, acara itu mempunyai 3 kebaikan:
1. Memperkenalkan dunia binatang kepada anak2 kecil.
2. Menularkan keberanian anak2 kecil untuk berinteraksi dengan hewan2 buas/liar.
3. Mengajarkan kepada anak kecil UNTUK MENGAMBIL LANGKAH YG TEPAT apabila terjadi situasi yg tidak menguntungkan, pada saat terjadi interaksi dengan hewan liar.

Untuk no1 dan 2, kita sudah ketahui bersama kan?? (aku ambil asumsi gampangnya aza deh, xixixi..). Nah, untuk yg no 3, sebenarnya sangat penting. Sebagai contoh, program Bindi mengajarkan bagaiman langkah2 yg mesti diambil jika ada ular yg menggigit. Mungkin mayoritas kita sudah tahu, langkah 'termudah' yg pernah diajarkan adalah dengan mengikat (erat2) daerah sekitar gigitan, dengan tujuan mencegah peredaran bisa/racun ke daerah jantung. Namun, tahukah bahwa menyiram bekas gigitan ular berbisar dengan teh (kental, jika bisa) juga merupakan salah satu langkah pencegahan yg cukup efektif? Yakin tidak semua anda tahu hal ini kan?nyengir

Kita sendiri sebenarnya sudah punya juga pahlawan dunia binatang, yakni Panji. Namun, Panji, menurutku, masih terjebak dg 'melihat' dan memperkenalkan binatang buas saja, belum ke arah tips/trik 'bergaul' dg binatang buas.

Arrgghh...jadi pengen langganan tv kabel, nonton National Geographic dan Animal Planet sepuasnya, hehehe...cekikikan