Aku mengalami kejadian ini beberapa kali selama di Jakarta. Dari sekian kejadian, yang paling kuingat adalah di daerah Warung Buncit (Mampang). Satu waktu, sore hari...aku pulang kantor, kemudian menyempatkan diri untuk membeli bensin di sebuah pompa bensin di perempatan Mampang.

Selesai mengisi bensin, aku keluar dari pompa bensin melalui sebuah jalan kecil di samping pompa bensin tersebut. Suasana jalan sedikit ramai, maklum orang2 sedang berebut untuk segera tiba di rumah, beristirahat setelah seharian kerja.

Nah, saat itu lampu lalu lintas berwarna merah. Namun karena tujuanku adalah daerah Kalibata Mampang, yg berada di sebelah kiri, aku segera ngeloyor, belok kiri dan jalan terus.

Tapi, mendadak....
PRIIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTT.........

Aku mendengar suara sempritan pak polisi. Saat aku menengok ke belakang, seorang polisi masih menyempritkan peluitnya dan menunjuk ke arahku.

"Lho, emangnya gw salah apaan? Enak aza main semprit...!!"

Sejenak aku lihat kondisi pak polisi. "Ah, gada motor atau mobilnya...kabur aahhhh..." So, aku langsung ngacir...meninggalkan pak polisi yg masih ber-semprit ria.

Sepanjang jalan, aku bertanya-tanya dalam hati, apa ya kesalahanku sehingga diprit pak polisi. APAKAH KARENA AKU BELOK KIRI LANGSUNG?

Aku jadi teringat dengan teman kuliahku dulu. Di Bandung, sering sekali dia diprit polisi karena dia sering "belok kiri langsung". Jelas dia kesal sekaleeeee.... Saking kesalnya, dia dendam banget ama polisi2 itu, dan membekali dirinya dengan print out peraturan yang 'membolehkan' tindakan "belok kiri langsung".

Walhasil, tiap kali dia diprit pak polisi, dia langsung ngotot2an dengan pak polisi. Jika si pak polisi masih 'bandel', dikeluarkanlah senjata pamungkasnya...hasil print peraturan tersebut.

Hmmm....teringat pengalaman temanku ini, aku sempat terpikir untuk menirunya. Bawa hasil cetak...trus jika diprit, langsung adu ngotot. Tapi...hmmm...polisi Jakarta kan paling jago cari2 kesalahan. Kalo misalnya aku benar dan pak polisinya salah, apa dia ga tambah ngamuk dan cari2 kesalahanku ya??mikir

Berikut peraturan yang dimaksud, kali aza ada yg iseng mau ngeprint trus dijadikan senjata untuk melawan sempritan pak polisi.cekikikan

PP 43/1993, PRASARANA DAN LALU LINTAS JALAN

Paragraf 3
Tata Cara Membelok

Pasal 59

(1) Pengemudi yang akan membelok atau berbalik arah, harus mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan dan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat lengannya.

(2) Pengemudi yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping, harus mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan serta memberikan isyarat.

(3) Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri.

Penjelasan

Pasal 59

Ayat (1)
Membelok yaitu gerakan kendaraan untuk maksud keluar dari atau memasuki deretan kendaraan yang sedang diparkir, beralih ke kanan atau ke kiri jalan kendaraan, atau membelok ke kiri atau ke kanan memasuki jalan lain atau pekarangan yang berbatasan dengan jalan. Pengemudi yang bermaksud untuk melakukan gerakan membelok harus terlebih dahulu memperhatikan hal-hal yang dapat menjamin keselamatan dan ketertiban lalu lintas jalan, antara lain :
a. jika akan membelok kekiri harus terlebih dahulu menempatkan posisi kendaraannya pada lajur atau bagian paling kiri lajur jalan;
b. jika bermaksud untuk membelok kekanan pada jalur kendaraan yang terdiri dari dua tau lebih lajur untuk lalu lintas satu arah maupun lalu lintas dua arah, maka harus terlebih dahulu menempatkan posisi kendarannya pada lajur sebelah kanan atau pada bagian tengah lajur dengan cara yang tidak merintangi atau membahayakan keselamatan pemakai jalan lainnya.

Tindakan mengamati dapat dilakukan dengan cara menoleh dan/atau dengan mempergunakan kaca spion yang ada pada kendaraannya. Bagi pengemudi kendaraan bermotor gerakan mengubah arah harus terlebih dahulu memberikan isyarat lampu penunjuk arah. Peringatan dengan alat penunjuk arah harus diberikan terus menerus selama berlangsungnya gerakan itu dan segera diberhentikan setelah gerakan itu selesai. Sedangkan bagi pengemudi kendaraan tidak bermotor hal tersebut dilakukan dengan mempergunakan alat atau lengannya.

Ayat (2)
Cukup jelas

Ayat (3)
Alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri adalah alat pemberi isyarat lalu lintas yang menunjukkan arah yang wajib dipatuhi oleh pengemudi kendaraan yang bermaksud belok kiri.


Kesimpulan: BELOK KIRI JALAN TEROOSSSSZZZZZ....!!!