Selama 2-3 bulan terakhir ini, kita dikejutkan dengan berita-berita berikut:
1. Seorang anak kecil tertimpa barang di sebuah pusat retail asing di Jakarta.
2. Sebuah mobil jatuh dari lantai 6 di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.
3. Seorang anak jatuh dari lantai 3, setelah sebelumnya memanjat tangga berjalan, di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya.
4. Seorang ibu muda mencoba bunuh diri (dan berhasil), dengan menjatuhkan diri, di pusat perbelanjaan yg sama dg poin 3.

Dari pemberitaan tersebut, ternyata pusat perbelanjaan tidaklah seaman yg kita duga selama ini. Selama ini kita menyangka bahwa pihak pusat perbelanjaan sudah menyediakan pelayanan dan sarana keamanan yg memadai. Namun, dari berita 1, 3, dan 4 kita bisa lihat bahwa SATPAM/pihak keamanan yg tersedia, sangatlah minim jumlahnya.

Akibatnya cukup fatal. Untuk poin 1, tidak ada tindakan penyelamatan yg cukup cepat dari pihak perbelanjaan. Bahkan mereka cenderung menyalahkan orang tua korban, yg dianggap tidak menjaga keselamatan anaknya. Orang tua korban sendiri menyalahkan pihak pusat retail, karena mereka beranggapan bahwa penempatan barang yg dilakukan ternyata sangatlah rentan, karena mudah jatuh dan bisa menimpa siapa saja yg 'menyenggol' susunan barang tersebut.

Sementara untuk poin 3 dan 4, ketiadaan pihak keamanan yg berjaga di sekitar tangga berjalan, mengakibatkan tidak adanya pengawasan terhadap anak kecil/orang yg mempunyai potensi melakukan tindakan berbahaya. Walhasil kedua peristiwa naas tersebut terjadi.

Nyaris serupa dg poin 1, pihak pusat perbelanjaan menyatakan bahwa kecelakaan di poin 3 terjadi karena si anak lepas dari pengawasan orang tua. Mereka ngotot bahwa mereka sudah menuaikan kewajiban mereka, dengan memasang stiker yg berbunyi larangan bermain-main di sekitar tangga berjalan. PLIS DEEEHHH....ANAK-ANAK KECIL MANA NGERTI AMA HAL BEGINIAN...!!!dzigh

Untuk poin 2, aku sempat lihat beberapa foto dinding pusat perbelanjaan yg ditabrak mobil tersebut. Dari pengamatan sekilas, aku melihat dinding2 tersebut TIDAK ADA BESI-BESI yg biasanya ada di dinding2 bangunan yg di-cor. Setahuku, meski aku tidak terlalu ngerti masalah bangunan, apabila sebuah bangunan hendak di-cor, BIASANYA dipasang dahulu besi2 yg melintang...sebagai rangka dinding bangunan tersebut. Dalam kasus 2 ini, karena tidak adanya rangka yg cukup tangguh, alias dinding hanya dibangun berdasarkan batu bata dan semen (aku yakin perbandingan semen dan pasirnya sendiri tidaklah memadai...alias dibuat semurah mungkin), maka ketika dihantam oleh sebuah mobil sedan mini, akan hancur berantakan.

Hmmm...nampaknya mesti lebih hati2 lagi kalo jalan ke mall/pusat perbelanjaan...karena mana ada pihak pusat perbelanjaan di Indonesia yg mau bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan para pengunjungnya? Alih2 jalan2 ke mall ingin menikmati suasana/bersantai, eehh...kita malah harus cemas dan serba salah saat bepergian, karena tidak ada pihak yg mau bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan.geleng-geleng