Selama ini, kita sangat akrab dengan ungkapan "Kembali Ke Laptop" yg dipopulerkan oleh Tukul (baca artikelku yg nonton Tukul secara live), kemudian "Ceriwis...Yo Wiss..." yg menjadi trade mark acara Ceriwis (Indra Bekti dan Indi Barens), dan (seperti judul artikel ini) "Mak Nyus..." yg dipopulerkan Bondan pembawa acara Kuliner.

Ternyata ungkapan "Mak Nyuss" ini kali pertama muncul di sebuah buku karangan Umar Kayam, berjudul Mangan Ora Mangan Asal Kumpul. Sebenarnya istilah ini tidak asing di telinga orang Jawa, karena "Mak Nyus" merupakan istilah untuk menggambarkan (mendeskripsikan) sesuatu yg segar. Sedikit berbeda dg aku yg tangkap dari istilah Mak Nyus yg diucapkan Bondan, yg (menurutku) selalu berkonotasi ke arah enaknya(?) makanan (atau bumbu) yg dirasakan.

Mak Nyus...sebagai contoh bisa kita lihat seperti berikut. Suasana sedang panas2nya, kemudian kita minum air dingin. Nah...rasa segar yg kita rasakan bisa 'diganti' dg istilah Mak Nyus.

Sedikit berbeda dg Mak Nyos. Meski hanya berbeda 1 huruf (vokal), namun artinya sangat 'jauh'. Mak Nyos biasa digunakan sebaliknya...menggambarkan sesuatu yg panas. Misalnya besi panas ditempelkan ke kulit. Maka 'suara' yg terdengar saat besi menempel ke kulit, bisa 'digantikan' dg istilah Mak Nyos.

Dari sebuah email yg aku terima, dari seorang Deny, dia menuliskan beberapa Mak-mak yg lain (berikut artinya)
Mak Jegagik .... (menunjukkan keadaan yang tiba-tiba atau mengagetkan) ..... Mak Bress (menunjukkan hujan deras yang tiba-tiba) .... Mak Pliuttt .... (untuk menggambarkan keadaan pohon bambu yang ditarik ujungnya hingga melengkung sekali...) ...... Mak Nginggg...(untuk menunjukkan suatu suara yang tidak keras tapi sangat mengganggu .... misalnya bunyi telepon yang tidak diangkat....maka setelah bunyi "tut-tut ...." maka akan disusul bunyi "Mak Ngingggg....")
Sementara, seorang Edi, menuliskan sebagai berikut
Kalau ada orang membuka kran, dan airnya mengalir lancar, saya akan bilang airnya *mak cur*. Kalau airnya tersendat, dibilang *mak cret*. Tapi, kalau air itu keluar dari pipa yang bocor, *mak crot* lah namanya. Kalau ada sedikit air keluar dari sebuah lubang kecil, disebut *mak crit*. Dan jika Anda kesemprot adonan kue yang agak kental akibat putaran mixer, itu istilahnya *mak jrot*.

Pernah merasakan kepanasan lantas minum es? wahhh rasanya benar-benar *mak nyes*(di beberapa daerah menggunakan istilah mak nyes, tapi yg aku tau banyak memakai mak nyus). Tapi, kalau ada yang mau coba-coba dan berani menempelkan seterika panas ke kulit sendiri, saya berani jamin, rasa panasnya di kulit pasti akan *mak nyos* (sama seperti yg aku tulis kan?? hihihhi..).

Kalau tiba-tiba otak di kepala saya mengingat sesuatu, itu *mak deg* namanya. Namun, rasanya *mak nyut* jika kepala mendadak jadi pusing. Saya akan *mak jegagik*, kaget, jika Anda tiba-tiba *mak bedhengus*, muncul dihadapan saya secara tiba-tiba dan tanpa saya sadari.

Nah, kalau kata-kata baru di atas bisa dimengerti dengan jelas, itu namanya *mak plong* ...............

Oya...tentu saja, istilah Mak ini khusus. Untuk Mak Comblang, tentu maknanya tidak sama dengan Mak-Mak di atas... apalagi Mak Donal...*tengs buat Wify untuk ide Mak-nya...xiixixi...*cekikikan