Sekitar sebulan ini, aku merasa sebal sekali dengan knalpot2 motor. Sebalnya terutama kepada knalpot motor2 yg telah dimodifikasi, diubah sedemikian rupa, sehingga berubah cukup 'jauh' dibanding sebelumnya. Namun kekesalan juga aku tujukan kepada motor2 model 2 tak, yg bisingnya bikin kepala jadi puyeng ga keruan.mencak-mencak

Modifikasi yg dilakukan bermacam-macam, mulai mengganti ujung knalpot saja, atau sebagian (lebih kurang 1/3 ujung knalpot) atau bahkan seluruh knalpot. Sementara motor2 2 tak, rata2 memiliki ujung knalpot yg sedikit berbeda dg motor2 yg 4 tak.

Sebenarnya punya motor 2tak atau modifikasi knalpot itu sah2 saja, toh itu duit2 mereka...namun jika diperhatikan dan mengalami sendiri, ternyata knalpot2 mereka itu justru menyebalkan. Lho, mengapa?
1. Suara menjadi lebih bising.
Suara 'cempreng' yg dihasilkan, seringkali membuat jengkel. Belum lagi jika si motorisnya meng-gas berulang2, seperti yg bisa kita lihat di sebuah iklan oli motor. Benar2 polusi suara yg aku yakin tingkat kebisingannya cukup melewati batas ambang yg diperbolehkan.

Saingan suara knalpot ini adalah suara knalpot bajay. Bener2 ga mau kalah...bikin telinga bisa budek deh.dzigh

2. Asap yg cukup tebal.
Selain menjadi produsen polusi suara, asap dari knalpot modifikasi dan knalpot motor 2tak ini ternyata menjadi produsen polusi udara. Buat anda2 yg bermobil, jelas tidak akan pernah merasakan sesaknya 'menghisap' asap yg dihasilkan.

Coba deh, sekali-sekali pake motor, lalu saat lampu merah berhenti di belakang motor 2tak atau motor dg knalpot modifikasi. Tutup mata...lalu coba tarik nafas dalam2 saat asap buangan knalpot itu menyembur keluar. Dijamin, anda akan terbatuk2.siyul2

Silakan lakukan ini dengan rutin, selama 1-2 bulan...aku yakin paru2 anda akan menjerit2 dah..!!

Sementara untuk asap, saingannya adalah metromini P75, jurusan Blok M - Pasar Minggu. Bener2 serupa tapi tak sama, tingkat kehitaman knalpotnya.

3. 'Ditampar' angin knalpot.
Salah satu knalpot hasil modifikasi ternyata mempunyai kemampuan yg tidak kalah spektakulernya...yakni angin yg keluar dari knalpot bisa 'menampar' anda. Aku sudah berkali-kali merasakan tamparan angin knalpot ini, terutama ketika pulang dari kantor.

Aku sempat perhatikan, knalpot jenis ini, yg bisa menampar, memiliki bentuk dengan diameter yg cukup besar di bagian ujung knalpot (lihat gambar). Dengan knalpot demikian, aku lihat hanya motor 'cowo' yg memasang knalpot tipe ini. Sementara motor bebek, apalagi motor otomatis, tidak ada yg memasangnya. Tamparan akan semakin keras jika ujung knalpot mengarah ke atas, seperti gambar di sebelah kanan.

Aku sendiri sedikit heran, mengapa pemerintah (dan polisi) tidak mengambil tindakan? Saat aku hendak memuat artikel ini, aku sempat melihat sebuah tautan yg menarik saat berkunjung ke blognya Harry Sufehmi. Isi tautan tersebut, polisi CILACAP hendak menertibkan knalpot sepeda motor.

Sejenak aku tidak percaya...OMG, POLISI CILACAP SAJA PUNYA KESADARAN UNTUK MENERTIBKAN KNALPOT SEPEDA MOTOR. MENGAPA POLISI DKI CENDERUNG CUEK?? Ayo donk pak polisi..jangan kalah...!! *komporin aahh...hihihih...*cekikikan