Kekerasan yg terjadi IPDN sebenarnya terjadi juga di kehidupan sehari-hari, hanya saja bentuknya berbeda. Sebagai pengingat, kita pernah mendengar berita tewasnya seorang anak karena dikeroyok ramai2 oleh teman2 sekelasnya, karena si anak bukanlah termasuk golongan berada di kelas dan sekolahnya. Sehingga meski si anak (dan kakaknya) berulangkali melaporkan kejadian penganiayaan yg dideritanya, si guru cenderung cuek.

Istilah kekerasan ini biasa disebut bullying. Sementara istilah dalam bahasa Indonesia yg umum digunakan adalah INTIMIDASI, MENGGERTAK. Dalam referensi tersebut, bullying mempunyai beberapa karakteristik dan tempat:
- Bullying di sekolah.
Biasanya terjadi di tempat2 yg memiliki pengawasan minimal (dari orang2 yg punya pengaruh/orang dewasa). Kasus tewasnya Cliff Muntu, sebagai penganiayaan oleh praja2, bisa dikelompokkan di sini. Juga kasus tewasnya si anak akibat penganiayaan oleh teman2nya, termasuk kelompok ini, karena penganiayaan terjadi di wc umum.

Di Indonesia, bullying di sekolah ini sering terjadi di SMA. Barangkali banyak dari kita ingat, dan mungkin mengalami, ada kalanya kakak2 kelas di SMA bersikap begitu arogan, terkadang merampas barang yg kita punya. Bagi siswi SMA yg cantik, seringkali diintimidasi oleh kakak2 kelasnya (ce juga tentunya) yg merasa tersaingi kecantikannya (dan sebenarnya memang tidak cantiksiyul2).

Data dari Media Indonesia menuliskan penuturan kak Seto,
Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan selama Januari-April 2007 terdapat 417 kasus kekerasan terhadap anak. Rinciannya, kekerasan fisik 89 kasus, kekerasan seksual 118 kasus, dan kekerasan psikis 210 kasus. "Dari jumlah itu 226 kasus terjadi di sekolah," ujar Seto Mulyadi dalam diskusi di Jakarta, Rabu (3/5).
- Bullying di kantor.
Jangan dikira orang dewasa tidak melakukan bullying. Bentuknya tentu saja tidak seperti bullying di sekolah yg dilakukan ABG, meski tidak tertutup kemungkinan seperti itu. Bullying di kantor biasanya berbentuk intimidasi, penghinaan di depan orang banyak, ataupun usaha menghancurkan karir.

Seorang temanku pernah mengalami hal ini. Di depan orang2 di kantornya, dia dimarahi habis2an oleh atasannya, padahal kesalahannya sepele. Di kemudian hari diketahui bahwa atasannya memang tidak suka kepada temanku ini, sehingga apapun yg dikerjakan temanku, selalu salah.

- Bullying di dunia maya.
Sesuai namanya, dunia maya, maka tindakan intimidasi dan bullying dilakukan dg menggunakan tools yg terkait/terhubung dg dunia maya. Bahkan menurut wiki, bullying di dunia maya bisa dilakukan melalui blog.geleng2

- Bullying Politis.
Bullying tipe ini mempunyai istilah yg sedikit berbeda, yakni Jingoisme (lihat tautan di atas). Biasa dilakukan oleh negara2 yg mempunyai power lebih kuat/besar kepada negara2 kecil. Paling mudah adalah tindakan Amerika Serikat (dan konco2nya) terhadap Irak, Iran, dan negara2 lain yg tidak mau diatur.

- Hazing dan Ragging.
Untuk kedua jenis bullying ini, silakan langsung membaca dari tautan yg aku berikan. *lagi males nerjemahkan dan menjelaskan ulang...xixixi...cekikikan*

Dari sebuah artikel di detikcom, aku dapatkan informasi berikut:
Menurut siaran pers yang diterima detikcom dari aktivis Yayasan Semai Jiwa Amini (Sejiwa), Diena Haryana, Sabtu (28/4/2007), bullying terbagi menjadi tiga.

Pertama, fisik, seperti memukul, menampar, dan memalak atau meminta dengan paksa apa yang bukan miliknya. Kedua, verbal, seperti memaki, menggosip, dan mengejek. Ketiga, psikologis, seperti mengintimidasi, mengecilkan, mengabaikan, dan mendiskriminasikan.
Sesuai penuturan kak Seto di atas, kasus bullying di sekolah cukup banyak...dan sudah menelan banyak korban. Dari Batampos, disebutkan
Fifi Kusrini, seorang gadis remaja berusia 13 tahun siswi SMP 10 Bahtar Gebang , Bekasi, ditemukan tergantung di kamar mandi rumahnya. Diyakini ia mengakhiri hidupnya karena merasa malu sering diejek temannya sebagai anak tukang bubur. ( liputan 6.com.16 juli 2005 dan kompas,17 Juli 2006)
Linda Utami, 15 tahun, siswi kelas 2 di SLTPN 12 Jakarta menggantung dirinya di kamar tidur hingga tewas lantaran Linda depresi karena sering diejek temannya lantaran tidak naik kelas. ( indosiar .com, juni 2006)
Benang merah dari tindakan bullying ini adalah:
- Pelakunya bersifat agresif dan dominan di wilayah tersebut. Di beberapa contoh kasus bullying, pelakunya adalah orang yg tidak punya rasa percaya diri, sehingga kadang dia mengajak teman2nya membentuk suatu grup yg akan membantunya.

- Biasanya pelaku akan mengajak teman-temannya (lihat poin di atas), untuk beramai-ramai mengeroyok korbannya, jika ternyata si korban berani melakukan perlawanan. Dan kadangkala tindakan pengeroyokan ini cenderung tidak imbang, karena 1x si korban melawan, dia akan menerima belasan, puluhan, bahkan ratusan kali balasan yg akan membuatnya (kian) tertekan.

- Kadangkala bullying dilakukan dg dalih sebagai humor/lelucon. Parahnya, si pelaku (apalagi bila sudah dilakukan secara grup) seringkali tidak sadar bahwa lelucon yg dilontarkan merupakan hal yg tidak disukai oleh korbannya. Meskipun pada satu waktu sadar, mereka justru melakukannya lagi, dan berulang-ulang, karena senang bahwa mereka bisa mendominasi korbannya.

- Budaya bullying terkadang (dan seringkali) dilestarikan. Kegiatan ospek (terutama yg di SMA) merupakan contoh paling aktuil dan mudah ditemukan. Seringkali tugas2 yg diberikan oleh senior2 SMA kepada junior2nya merupakan tugas yg tidak masuk akal dan tidak ada hubungannya dg kegiatan belajar mengajar di sekolah.

- Korban bullying cenderung (kian) mengasingkan diri dari pergaulan. Bahkan bisa jadi melakukan tindakan bunuh diri seperti contoh di atas. Bukan tidak mungkin para korban bullying ini membentuk suatu grup korban bullying, yg pada satu waktu mereka merasa kuat, merekalah yg menjadi pelaku bullying.

Tindakan mencegah bullying bukannya tidak ada, tapi seringkali para korban segan untuk melapor. Selain karena ancaman yg diterima, apabila pelaku bullying mengetahui korbannya melapor, serangan yg diterima si korban akan berlipat-lipat ganda.

Sementara untuk mengatasi bullying, para guru mesti mengajari murid2nya, sejak usia dini, bahwa kedudukan manusia sama...serta melarang membeda-bedakan memilih teman terutama jika didasarkan kekayaan dan ketampanan serta keturunan. Islam sendiri mengajarkan bahwa itu semua tidak berarti...alias manusia itu semua sama di hadapan ALLOH SWT. Yg membedakan hanya ketaqwaannya.

Ahhhh...sudah dulu nulisnya...mudah2an bermanfaat dan bisa memberikan pencerahan mengenai bullying. Intinya, HENTIKAN BULLYING...!!!