Bermula dari email yg aku terima seperti berikut, yg mempertanyakan apakah BJ Habibie (Presiden ketiga RI) benar2 pintar atau hanya sekedar membuang negara, terkait dengan pembuatan pesawat terbang N250.

Di bawah email ini, ada jawaban yg menunjukkan bahwa BJ Habibie itu BENAR2 PINTAR..!!

Silakan dibaca...

[email yg mempertanyakan 'kepintaran' BJ Habibie]
From: Muskitawati
Date: Jun 13, 2007 10:17 AM
Subject: [mediacare] Re: Habibie Ingin Desain Ulang Pesawat N-250


= "Paulus Tanuri" wrote:
= Misalkan saja sebagai contoh, dia minta dibelikan baut dari besi
= baja kwalitas nomor satu. Tapi oleh purchasing dibelikan yang
= kwalitas nomor 3. Lalu saat uji terbang, baut itu gak kuat, memuai
= karena kepanasan dan lepas, masuk ke turbin. Lalu kecelakaan. Salah
= habibie kah kalau itu terjadi ?dia ini kan gak bisa ngontrol semua
= sampe ke baut2 nya. nah saya kira hal hal seperti itu yang juga
= harus diperhatikan. Habibienya sendiri secara pribadi saya yakin dia
= hebat. Tapi memang untuk sdm kita yang lain itu yang tidak
= meyakinkan.

Sebagai seorang ilmuwan, terikat dengan etika profesi. Jadi kalo menjadi project officer dari sebuah design, maka tanggung jawab itu berada di tangan project officer bukan di tangan purchasing. Kepala Purchasing diangkat oleh project officer bukan sebaliknya. Setiap project officer medesign apapun juga yang dalam kaitan professinya selalu memiliki prioritas dalam menyusun team-nya. Dimulai dari planning, organizing, staffing.....dlsb.

Kalo Habibie minta baut kualitas nomor satu, meskipun oleh bagian purchasing sudah diberikan baut yang benar2 kelas satu sesuai dengan permintaan, tetap saja Habibie harus melakukan test, karena dalam manufacturing tetap ada fault sekian persen yang besarnya tergantung pabriknya. Makin reliable pabriknya, makin rendah persen fault-nya.

Saya pernah bertemu dengan sarjana2 ITB yang dikirim Habibie ke Amerika untuk memproduksi pesawat N-250 di Amerika agar bisa diluluskan sertifikat izin terbangnya agar pesawat tsb laku dijual. Ternyata meskipun pesawat tsb 100% dibuat oleh Northrop yang merupakan salah satu pabrik pesawat terbang terbesar dan terpercaya di dunia ini, ternyata N-250 itu tetap tak lulus untuk bisa diterbangkan, dalam test-nya dinyatakan gagal. Yang menentukan bukanlah pabrik pembuatnya melainkan designnya memang salah !!!

Design-nya itu merupakan jiplakan yang di-ubah2 disini sana agar se-olah2 merupakan ciptaan Habibie. Sama saja dengan mobil2 buatan Indonesia, meskipun mesinnya 100% buatan jepang, ternyata ditolak untuk masuk ke pasaran Amerika, semua mobil kijang buatan Indonesia tidak lulus masuk jalan raya di Amerika karena tidak stabil designnya mencong kiri kanan.]

Habibie itu linglung tapi berambisi. Dia dihargai di Jerman karena backingnya adalah uang korupsi, dan jabatannya Suharto. Banyak pesawat2 lapuk yang sudah tak laku lagi dijual, ternyata dibeli Habibie dan Suharto sehingga pabrik pesawat tua di Jerman yang sudah bangkrut bisa bangun lagi. Pabrik itu sendiri tidak pernah dapat order dari pemerintah Jerman, tapi banyak ordernya dari Indonesia.

Merekayasa diri jadi ilmuwan di Jerman tidak susah asal ada duit, tidak demikian halnya di Amerika. Kenapa Habibie tidak terkenal di Amerika? Semua orang genius dan berbakat pasti dibeli oleh Amerika. D iseluruh dunia ada employment agencies dari Amerika yang mengawasi orang2 genius, berapapun harganya akan dibeli. Tapi Habibie enggak pernah ditawar, bahkan dihubungi pun belum pernah. Malah sebaliknya, Habibie mondar mandir menghubungi Northrop di Amerika agar bisa kerja sama tapi tanpa hasil.

[email bantahan]
Forwarded message follows
Date sent: Mon, 08 Oct 2001 11:15:40 -0400
From: "Sigit P. Santosa"
To: Priyo Pujiwasono
Copies to: Ismoyo@...
Subject: Re: Habibie

Assalamau'alaikum wr.wb.

Wah....jangan-jangan Priyo ini sudah terkondisikan oleh teman-teman Bappenas yang sangat apatis terhadap kerabat Engineer sendiri. Waktu di MIT dulu, Saya banyak mendapatkan pertanyaan serupa dari teman teman alumni ITB yang bekerja di Bapenas, kemudian sekolah di Boston area mendalami bidang non-teknologi.

Pertama, patent BJH itu tidak di Boeing, tapi di MBB, germany, dan diregister pada EPO (European Patent Office) dalam bidang damage tolerant untuk predicting/scheduling crack propagation di aircraft structure.

Waktu kuliah di MIT dulu, habibie model ini termasuk salah satu yang diajarkan dalam mata kuliah structural longevity & damage tolerant. Hanya ada 3 model untuk crack propagation prediction theory di dunia ini: Francis model, goodman, and habibie model. Ada beberapa paper yang dipublished di international journal. Saya kira ini standard di dunia pendidikan dimana sebelum PhD disertation, Doctoral comittee tidak akan memberikan doctoral defense clearance sebelum studentnya mempublish sejumlah paper di international journal. Jadi Karena BJH lulus Dr. Ing dari Achen, prestigeous univ. in germany, sudah pasti dia publish scientific paper sebelum dia lulus dari sana. Di MIT sendiri kalau belum publish 4-6 paper, studentnya nggak akan dikasih defense. Sayasendiri sebetulnya ada beberapa reference papernya BJH, tapi ada didalam box buku waktu pindah-pindah dari Boston ke Michigan dulu. Nanti deh kalau sempat saya carinya.

Jadi kesimpulannya, actual fact bahwa BJH contribute dibidang fracture mechanics science, tidak cuma di indonesia saja, tapi in the world, itu memang ada, bukan hanya nyanyian BJH sendiri. Waktu itu saya joking ke teman bapenas yang sekolah di North Eastern Univ (NEU), Boston, yang kebetulan istrinya keponakannya ketua bapenas (GK): Ah.., mungkin ini untuk menutupi inferiority complex ketua dan wakil ketua bapenas (rahardi) yang dapat gelar Doctor gratisan dari NEU ....,

Ok.., deh sampai disini dulu.

wassalam,

sigit

============================================

tulisan 2:
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Forwarded message follows
Date sent: Wed, 10 Oct 2001 10:02:45 -0400
From: "Sigit P. Santosa"
To: Priyo Pujiwasono
Copies to: Ismoyo@...
Subject: Re: Habibie

Aww.,

Dibawah ini ada tiga paper beliau yang saya dapatkan dari on-line journal (published after 1970). Ada puluhan paper beliau yang dipublished sebelum 1970. Mudah-mudahan bisa "menyadarkan" rasa ketidak percayaan pada kemampuan bangsa sendiri oleh teman-teman Bapenas. Saya percaya dengan sistem pendidikan Achen, which is very high standard, published paper first, than you do doctoral defense later. Publish paper di international journal tidak mudah, karena harus di refereed oleh paling tidak 5 pakar dalam bidangnya, dan kalau satu saja memberikan comment tidak memberikan significant contribution, biasanya ditolak. Beberapa kali selama di MIT saya berkesempatan ke Germany untuk conference/research, dalam bidang fracture mechanics mereka selalu recognize BJH. Seperti juga yang saya jelaskan di MIT, Habibie Phi factor juga masuk dalam kurikulum pengajaran.

Sayangya, teman-teman bapenas yang dari ITB belajar engineering berubah belajar social science di US, tentu saja mereka tidak mengenal kepakaran BJH dalam engineering, atau tidak percaya pada kemampuan bangsa sendiri.

Wassalam,

Sigit

1. ON THE INTEGRATION OF CRACK PROPAGATION IN ELASTO-PLASTIC MATERIAL UNDER OPERATIONAL LOADS AND PLANE STRESSES, Z Flugwiss, Volume 22,
Issue 4, April 1974,
Pages 120-127
Habibie, Bacharuddin J.
Abstract

2. BEITRAG ZUR THEORETISCHEN BERECHNUNG VON SANDWICHBAUWEISEN MIT TUBUSKERN.
(Contribution to Theroretical Calculation of Sandwich Structures
with a Tube Core), Z Flugwiss, Volume 20, Issue 6, June
1972, Pages 213-220
Habibie, Bacharuddin J. Abstract

3. THERMOELASTIC REDUCTION FACTORS FOR TUBE SECTIONS,, Z Flugwiss,
Volume 18, Issue 7, July 1970, Pages 268-72
HABIBIE BJ
Abstract
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

FYI, kedua tulisan diatas ditulis sigit puji santosa. mendapat gelar master dan doktor dari MIT taun 1997 dan 1999.
beliau tercatat sebagai dosen pn:
http://www.ae.itb.ac.id/indonesia/dosen/sigit_s.php

kawan2 yg belajar retak ato struktur pernah tau ga teorinya habibie itu. saya sih dulu cuma dengar dari mulut ke mulut eh mulut ke telinga, bahwa habibie punya teori yg sakti mandraguna, tapi blm pernah liat apalagi ngerti. saya udah coba cari2 tulisan beliau, cuma blm dapat. kalo kawan2 ada yg punya ato ngerti ttg teori beliau, bagi2 ya...

saya cuma dapat judul disertasinya aja:
http://dispatch.opac.ddb.de/DB=4.1/SET=1/TTL=1/SHW?FRST=2
disertasinya terbit taun 1965, 54 halaman.
kalo anaknya: http://dispatch.opac.ddb.de/DB=4.1/SET=1/TTL=1/SHW?FRST=1

hormat saya,
rhmn