Di artikel lalu, aku sudah ceritakan bagaimana Esia 'menghajar' operator lain melalui iklan2nya (yg cukup 'nonjok' operator2 lain tersebut). Nah, ternyata aksi Esia tersebut langsung berdampak ke operator2 lain, dengan menayangkan iklan yg juga berusaha 'menonjok' balik (jika bisa) atau 'menonjok' operator lain.dzigh

Serangan balik dari operator lain, yg sempat aku tangkap:
- Serangan balik Flexi
Di iklan Flexi yg baru, serangan balik dilakukan dg menggencarkan jargon "faktanya, orang2 hanya bicara 3 menit". Pertanyaannya, kapan Flexi melakukan survey dan mana datanyaaaa??? Jangan2 cuma ngibul... melet

- Serangan balik XL
XL tidak bisa bersaing harga terlalu ekstrim dg Esia, sehingga dia membidik operator lain. Dalam hal ini, XL 'nonjok' Indosat, 3, dan Fren. Jargon yg ditampilkan adalah tidak ada syarat2an untuk nelpon murah. Tetap saja, aku melihat tarif XL cukup mahal untuk nelpon ke operator lain...hihihi..

- Serangan balik Fren
Untuk serangan dari Fren, aku tidak terlalu ngerti. Dia cuma mengangkat jargon "tarif juara, bla bla bla..."

Ya ya ya...ternyata iklan Esia, sedikit banyak, punya dampak terhadap operator lain. Dampak yg muncul:
- menampilkan iklan yg lebih 'cerdas' untuk 'nonjok balik'
- berusaha memberikan layanan yg lebih baik, terutama tarif yg lebih bersaing

So, kita2 sebagai customer, tinggal menunggu...operator mana yg paling memberikan keuntungan yg optimal...'tul ga?? nyengir