Jika disuruh memilih antara komik terbitan Marvel atau DC, aku akan lebih memilih (lebih banyak) komik terbitan Marvel. Banyak alasannya, jika dituliskan secara garis besar, 2 alasan berikut menjadi penyebabnya:
1. Tokoh superhero Marvel lebih 'manusiawi'
Superman dan Batman merupakan tokoh yg terlalu 'bohong', karena 'terlalu baik' dan 'terlalu kaya'. Bandingkan dengan Spiderman, Fantastic Four, yg kehidupan sehari2 mereka akrab dengan kehidupan manusia (terutama di Amerika Serikat sana). Bokek, ribut dg pacar, pertengkaran rumah tangga, dst dst...membuatku lebih akrab dg kehidupan para superhero terbitan Marvel.

2. 'Asal muasal' superhero2 dan musuh2nya juga lebih 'berteknologi'
Digigit laba2 yg telah kena radiasi (Spiderman), terkena radiasi nuklir (Hulk), dibanjiri badai kosmis (Fantastic Four), mempunyai kemampuan magnetis (Magneto), merupakan sebagian kecil dari tokoh2 Marvel yg berteknologi canggih. Setelah melihat kesuksesan tokoh2 ini, pihak DC juga mulai mengadop beberapa tokoh yg serupa tapi tak sama.

Namun itu bukan berarti aku tidak suka komik2 buatan DC, karena seperti pernah aku tulis sedikit review mengenai Identity Crisis, itu merupakan salah satu 'masterpiece' DC karena di situ, para tokoh superhero DC menampakkan sisi 'manusia'nya...bahkan termasuk Batman.

Ok...ok...jadi begini, setelah mengoceh ke sana ke mari, intinya aku mo cerita tentang Supirdelman Spiderman.melet

Pasca nonton Spiderman 2, yg menurutku, hmmm...untuk beberapa alasan, rada2 mengecewakan, aku berharap lebih pada saat diumumkan film Spiderman 3 akan dibuat. Beberapa harapanku adalah ditampilkannya musuh2 Spiderman yg lebih yahud, lebih 'powerful', dan (jika perlu) lebih sadis. Saat itu, yg terpikir di benakku adalah Venom dan Carnage. Kedua musuh Spiderman ini benar2 memenuhi kriteria2ku ini. Namun, saat membaca sebuah majalah film yg menuliskan keinginan para pembuat film Spiderman 3, aku agak kecewa, karena mereka lebih berkeinginan menampilkan Sandman.

Beberapa alasan mereka memang masuk akal. Sandman, untuk beberapa kasus, mempunyai kekuatan yg lebih mengerikan dibandingkan musuh2 Spiderman lain. Dan, rupanya ini yg mereka cari, KETERKAITAN FILM...yg rupanya (awas, spoiler!!!) menjelaskan Sandman sebagai pembunuh paman Ben.

Dan akhirnya kemarin, Senin, aku dan Wify nonton Spiderman 3 ini. Secara keseluruhan, aku acungi jempol untuk film Spiderman 3 ini. Nilai 8.5 merupakan nilai yg pantas aku berikan. Semula aku hendak berikan nilai 9, namun beberapa alasan berikut membuatku mengurungkan niat memberi nilai 9 (awas, berikut adalah spoiler!!!):
1. Perselisihan Peter Parker dan Harry Osborne, yg menyebabkan HO menderita cacat muka. Bah, adegan ini membuatku sebel pada produser...mengapa PP harus mencelakai HO? Ok, pengaruh si alien memang membuat PP jadi jahat, tapi...ah, sudahlah...

2. Kostum Hobgoblin yg tidak sreg. HEYYY....DI VERSI KOMIK, HO EMANG MENJADI HOBGOBLIN GREENGOBLIN(2) YG PLINTAT PLINTUT...TAPI SETIDAKNYA BERIKAN HARRY OSBORNE KOSTUM YG LEBIH BAIK DARIPADA KOSTUM KAMPRING KAYA GITU...!!! *tendang Nugi...pokoknya kustomnya jelek ke demak...!!!*

Setidaknya 2 alasan di atas membuatku mengurangi nilai 0.5, xixixi...soalnya, yaa...mesti dimaklumi jika film tidak (selalu) sama dengan komik. Tapi setidaknya, untuk pertarungan Spiderman vs Venom, benar2 seperti yg aku harapkan. Brutal dan sadis serta powerful, membuatku sangat menikmati film Spiderman 3 ini.

Oya lupa pesan moralnya: kehidupan Spiderman tidak selalu super, dia kadang bokek, kadang ribut ama pacarnya, jadi tidak selalu super..