Jangan putus asa dari rakhmat Allah, begitu firman Allah dalam Qur’an surat Yusuf. Tapi bagi insinyur tehnik lulusan ITB ini, setahun nganggur membuatnya putus asa dan menuruti bisikan setan.

M Husni Alkalibi,26, memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri pakai selembar kain gorden, di kamar kosnya di Perumahan Cipulir Permai Blok A No. 3, Kebayoran Lama, Jaksel. Selembar surat wasiat berisi permintaan maaf kepada kedua orang tuanya di Medan, ditemukan di kamar itu.

“Sejak lulus dari ITB tahun 2006, ia belum juga mendapat pekerjaan. Padahal sudah banyak lamaran dikirim ke perusahaan. Ia sempat mengeluh karena susah mencari kerja,” kata Dani, tetangga kos korban

Mayat bujangan bertubuh atletis ini pertama kali ditemukan Ny.Sumintari, 45, pemilik kamar kos yang juga masih kerabatnya pada Senin (7/5) malam. Ia curiga Husni tidak keluar kamar lebih dari tiga hari dan dari kamar kos timbul bau busuk.

Setelah memberitahu pengurus RT dan tetangga, warga kemudian bersama-sama membuka pintu dengan kunci serep. Alangkah terjeutnya mereka mendapati tubuh kaku Husni tergantung dengan lidah menjulur.

Meski belum bekerja ia memiliki uang cukup besar yang dikirim dari orang tua dan kakaknya yang bekerja di Malaysia. “Tabungan korban sebelas bulan lalu mencapai Rp 45 juta. Kini tinggal Rp 2 juta karena dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Sumintari.

Sumintari menuturkan, sudah tiga bulan ini orang tua korban yang tinggal di Medan merasa khawatir karena M.Husni tidak juga memberi khabar. Bahkan ibunya mengirim surat yang langsung diberikan kepadanya beberapa hari lalu. “Ternyata ia malah gantung diri,” katanya.

Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol M.Priyono menuturkan, pihaknya sudah menghubungi keluarga korban di Medan. “Kami masih menyelidiki kasus ini. Kemungkinan besar korban gantung diri diduga stres karena belum bekerja,” ujarnya.

(tiyo/C2/yono)

diambil dari sini.
*cuma bisa not talking*