Jika anda suka memperhatikan iklan2 yg ditayangkan operator2, baik gsm maupun cdma, nampak sekali kian kasar meski masih terkesan malu2 kucing. Disebut malu2 kucing, karena iklan di Indonesia 'tidak diperbolehkan' untuk menyerang para pesaingnya secara langsung. Walhasil, untuk melihat peta peperangan antar operator, yg ditayangkan melalui iklan, terkadang kita meski berpikir cukup keras.

Aku sendiri meski kadang terkekeh-kekeh melihat perang iklan yg terjadi ini, namun melihat perang iklan ini punya tujuan lain, yakni memaksa kita untuk memiliki LEBIH DARI SATU NOMOR TIAP OPERATOR. Paling gampangnya, mesti punya 1 gsm dan 1 cdma atau bahkan 2 gsm atau 2 cdma, tergantung seberapa banyak keuntungan yg bisa 'diraih' oleh para customer. Padahal, jika dipikir-pikir, perang antar operator ini sedikit banyak bakal merugikan mereka, terutama jika ternyata tidak BEP (Break Even Poin) alias tidak balik modal. Alih2 meraup keuntungan, eh, bisa jadi malah tekor dan dijual ke pihak lain.silly

Oke...kembali ke topik...berikut hasil ngobrolku dg Wify mengenai beberapa perang iklan operator. Kalo ada yg melenceng, silakan diralat...

1. Iklan Jempol
Iklan ini menampilkan Dik Doank dan 2 orang pemakai sebuah operator, yg kami perkirakan adalah pengguna ESIA, karena dalam dialog berulangkali disindir harga yg murah tapi pesan sering tidak sampai. Aku dan Wify sendiri bukanlah pemakai Esia, karena sudah terlalu sering bertebaran berita buruk tentang layanan ESIA, baik layanan sinyal, spam sms, dan layanan2 lain yg cenderung merugikan pemakai.

2. Iklan Fren
Di iklan ini, ditampilkan seseorang yg membeli sepasang sepatu. Dia berharap mendapat 1 pasang sepatu gratis, karena si penjual menyatakan beli 1 gratis 1. Dari hasil obrolan kami berdua, kami menduga iklan ini 'menonjok' Mentari, yg menyatakan bahwa dg mengirim 10 sms maka akan dapat 10 sms gratis.

3. Iklan 3
Sebagai operator baru, 3 berusaha membuat babak belur para pesaingnya dg memberikan nilai pulsa yg besarnya 3x lipat. Isi iklannya menyatakan bahwa bohong itu dosa, beli pulsa 30 ribu dapat 3x-nya. Jika menilik isi iklan ini, operator XL yg hendak dibidik, karena XL seringkali menjanjikan pulsa bonus jika telah mengisi sebanyak 4x.

4. Iklan Esia
Nampaknya pihak Esia bosan dijadikan 'sansak' oleh operator2 lain. Melalui iklan terbarunya, yg menampilkan Agus Ringgo sebagai modelnya, Esia langsung 'menonjok' para pesaingnya. Tidak tanggung2, SEMUA OPERATOR disikat Esia. Mulai dari Fren (tarif Rp 5/detik, tapi mahal di menit pertamanya), Telkomsel (nelpon murah tapi tengah malam. Emang nelpon sapa???hiiiiiyyyy....), XL (Rp 25/detik, tapi ternyata malah jadi tarif paling mahal), bahkan 3 (yg ga bohong, tapi banyak sekali persyaratannya) juga disindir habis oleh Agus Ringgo. ngakak guling2

Well...well...aku sendiri sebenarnya tidak keberatan (dan tidak terlalu ambil peduli) dengan perang iklan ini, karena aku sendiri melihat sekarang keputusan tergantung pada customer, operator mana yg hendak dia pilih. Hanya saja, aku tidak suka jika ternyata perang iklan ini malah ujung2nya menyengsarakan customer. Dengan alasan memberikan tarif murah, akhirnya layanan yg diterima oleh masyarakat adalah layanan yg murahan.dzigh

Nampaknya, pada satu titik nanti, pemerintah perlu turun tangan juga untuk menindak operator yg beriklan tarif murah namun pada kenyataannya malah mencekik kantong (dan dompet) masyarakat pengguna.siyul2