Halah...judulnya emang amburadul...tapi yaa...mudah2an ngerti ya?siyul2

Hari Kamis, 24 Mei 2007 kemarin, aku berkesempatan untuk menonton Tukul di acara Empat Mata secara langsung. Penyebabnya karena adanya ajakan dari milis alumni SMA. Aku sendiri sebenarnya sudah nyaris lupa akan adanya rencana menonton Empat Mata ini, karena usulan ini dilontarkan di awal tahun 2007.

Nah, kebetulan, aku sendiri sempat mengkritisi perilaku Tukul dalam membawakan acara. Dengar2, KPI sendiri kemudian melayangkan teguran kepada Tukul untuk mengurangi aksi panggungnya yg dirasa 'kelewat batas' (standarnya emang 'sedikit' ndak jelas juga, menurut beberapa orang). Walhasil, Tukul tidak lagi banyak cipika cipiki serta aksi2 lain yg (menurutku) merendahkan dirinya sendiri.

So, aku anggap bahwa jika aku menghadiri/menonton Tukul secara live sekarang, let's say...itu artinya memang aku 'diselamatkan' dari menonton cipika cipiki yg ndak jelas itu.siyul2 *mau protes cipika cipiki itu ndak jelas? silakan...bebas berpendapat kok...tapi yg sopan+beretika dalam berkomentar ya??*

Ok, kembali ke perjalanan nonton Tukul...

Acara menonton Tukul hampir saja batal, karena menjelang berangkat ke Trans TV di jl Kapt Tendean, mendadak ada rapat internal, membahas beberapa progres projek yg sedang dijalani. Untunglah, akhirnya menjelang jam 18.30 aku berhasil 'membebaskan diri' dari meeting (karena meetingnya emang dah kelar kok..xixixi...) dan segera memacu Red Banzai menuju lokasi.

Di Trans TV, aku bertemu dulu dengan alumni2 SMA yg lain. Cekikikan dan haha hihi, biasa....nostalgila.silly Meski aku baru bertemu dg beberapa orang, ternyata mereka sudah tahu nama Fahmi. Harap maklum, aku cukup beken di milis alumni SMA, sebagai tukang usil, xixixi...cekikikan

Setelah makan malam, akhirnya persiapan menonton Empat Mata (live) dimulai. Aku lupa siapa yg bawa, beberapa accesories disediakan untuk menonton, berupa 'bendera kecil'. Lucu juga...dan saat berangkat menuju studio, kami pun dg noraknya menggoyang2kan bendera kecil Tukul ini.

Ternyata menunggu panggilan untuk masuk studio, cukup lama juga ya? Seraya melepas bosan, kami ngoceh sana sini. Kebetulan ada temen sekelasku saat SMA, dhank Ari, so kami berdua saling tukar informasi mengenai keberadaan teman2 yg lain. Di sekeliling, aku melihat banyak para penonton, baik yg berasal dari sponsor maupun yg pribadi.

Akhirnya kami dipanggil juga oleh petugas, agar segera masuk ke dalam studio. Menjelang masuk, kami 'diperintahkan' untuk mematikan handphone dan 'dilarang' membawa kamera ke dalam studio. Jikapun membawa kamera, maka mesti disimpan di dalam tas, dan DILARANG UNTUK DIGUNAKAN.

Wuiihh....ketat juga ya?geleng2 kepala

Sebagai gambaran, aku jelaskan dulu situasi studio Empat Mata. Saat kita masuk, kita akan diarahkan ke sebelah kanan, kemudian melalui sebuah lorong yg cukup kecil. Begitu keluar dari lorong itu, kita akan berhadapan dg stage/panggung yg biasa kita lihat di tv.

Tepat di hadapan panggung, disediakan beberapa kursi yg, menurutku, nampaknya disediakan khusus untuk orang2 khusus juga. Yg duduk paling depan adalah 'provokator' ketawa serta (belakangan aku ketahui) menjadi penghibur di saat jeda.

Di belakang kursi2 ini, di sebelah kanan dan kiri, disediakan kursi yg posisinya mirip dengan tempat duduk di bioskop. Hanya saja, jangan berharap mendapat kursi seempuk bioskop...lah wong kursinya saja dari plastik. Belum dempet2annya...bikin puyeng, xixixi...

Sayang sekali, aku ga bisa mengambil skrinsut, karena seperti aku jelaskan tadi, hape sudah off dan kamera tidak boleh digunakan. Tapi, aku harap dg penjelasan di atas, sudah 'kebayang' lah...

Sempat kebingungan mencari tempat duduk, karena kapasitas yg ada ternyata tidak mencukupi. Akhirnya setelah bersusah payah, aku bergabung dg teman2 alumni yg lain. Resikonya, aku minggat dari tempat duduk yg cukup nyaman dan strategis, karena cukup dekat dg panggung (stage) tempat Tukul (dan tamunya) mentas nanti. Aku pindah tempat duduk di panggung paling atas...alamak

Menjelang acara dimulai, sekitar 1/2 jam - 1/4 jam, dilakukan briefing singkat kepada para penonton. Kami diminta untuk mematuhi beberapa peraturan. Yg masih aku ingat, peraturan2 tersebut:
1. Jika Tukul sedang bicara dg bintang tamu, harap diam. (telapak tangan 'pengatur gaya' akan dibuka)
2. Jika Tukul meneriakkan slogan Empat Mata, seperti jargon khas "Kembali ke Laptop" maka kami diminta untuk menunjukkan jari telunjuk ke arah kamera, sedangkan untuk jargon "Tetap di Empat...Mata...", kami diminta melakukan gerakan 'menusukkan' telunjuk dan jari tengah ke arah kamera.
3. Tepuk tangan 'boleh' dilakukan jika memang ada komentar ataupun sikap Tukul (dan bintang tamu) yg layak mendapat applause.
4. Sikap duduk mesti tegak, tidak boleh seenaknya.
5. Muka ga boleh jaim, mesti selalu senyum dan tertawa. Bah, ini yg paling aku ga suka. Mukaku kan emang rada2 jaim...apalagi kalo emang hiburannya ternyata tidak lucu, masa mesti senyum dan ketawa terus??? AHHHH...CAPE DEEEHHH....!!!

Dan 10 menit menjelang dimulai, diperkenalkanlah para personel pendukung acara Empat Mata. Dimulai dari personel "This is Band", kemudian para waitress, sekretaris/asisten Tukul, dan terakhir adalah Tukul sendiri. Waaahhh...heboh bener dah. Aku sampe geleng2 kepala...karena para penonton begitu antusias menyambutnya, meski acaranya sendiri belumlah dimulai. Aku sendiri biasa2 aza, karena sesi pengenalan buatku masih 'biasa' saja....

Tukul sendiri memang sudah mulai melucu sejak awal persiapan acara, pasca proses pengenalan. Cukup lucu juga, setidaknya beberapa lontaran candanya cukup baru di telingaku. Setelah berdoa, Tukul memberitahukan pada kami bahwa istri dan anaknya hadir. Bah, terlalu jauh tempat yg ditunjuk oleh Tukul, sehingga aku tidak bisa melihat dg jelas.

Dan akhirnya acara Empat Mata dimulai. Aku merasakan chemist para penonton memang chemist fansnya Tukul, karena begitu Tukul mulai beraksi, nyaris tidak ada yg tidak konsentrasi melihat polah Tukul. Barangkali aku dan 2-3 orang di depanku yg tidak terlalu fokus. Kalo aku keasikan memperhatikan suasana yg sedang dirasakan, sementara 2-3 orang di depanku malah membahas cewe2 pendukung acara Empat Mata.alamak

Tamu pertama yg tampil adalah Rossa. En memang, aku melihat sendiri Tukul sudah menghentikan kebiasaan cipika cipikinya itu.salut So, aku merasa aku bakal makin betah nontonnya. Oya, Rossa tampil dg baju yg buset bune...xixixi... Warna hitam, sedikit di atas lutut...benar2 kontras dg warna kulitnya. Temen2 di sebelahku langsung pada ribut...hahaha..

Setelah 'babak' pertama selesai, saat break/istirahat, kami disuguhi hiburan nyanyi. Aku dah lupa lagu dan penyanyinya. Sementara di panggung, beberapa staf melakukan tugasnya. Ada yg mengepel, ada yg merias hiasan Tukul, men-cek alat (mic, dst). Saat kembali ke acara, Rossa menyanyikan sebuah lagu barunya. *sorry, ga terlalu apal...*

Sesi kedua, muncul Ussy Sulistiowati. Ussy muncul diiringi oleh Peppi yg menjadi kurcaci. Wah, benar2 kocak. Aku sendiri sampai geleng2 juga melihat ide dari tim kreatif Tukul ini. Keren lah... Dan terjadilah percakapan antara Tukul dg Ussy dan Rossa. Seru juga...sempat cekikikan.

Ketika break kedua berlangsung, Tukul mulai bernyanyi. Aku lupa judulnya, tapi aku harus akui, suara Tukul tidaklah terlalu jelek untuk menyanyi. Hanya saja, jelas...nada lagunya memang harus disesuaikan dg suaranya, biar ga 'kebanting'.

Setelah menyanyi, masih di saat break, aku melihat sosok perempuan berambut merah muncul. Semula aku ga ngeh...ternyata dia adalah tamu berikutnya, yakni Monica Oemardi. Tukul sempat memelesetkan Monica dg MO NIKAH, wakakaka...kocak juga. Monica cuma bisa mesem2 doank. Dan terjadilah percakapan Tukul yg melibatkan 3 perempuan cantik ini.

Break ketiga, Ussy dan Wega menyanyi Terajana. Ternyata Ussy pernah menjadi penyanyi dangdut. Pantas saja tarik vokalnya saat menyanyikan Terajana cukup yahud. Penonton diminta bergoyang. Halah...aku sih cuma berdiri doank...males banget mesti ikut joget2..hihiih...

Tamu terakhir adalah Basuki. Sempat terjadi adu sindir dan adu iklan, karena Tukul mesti 'mengiklankan' sebuah produk yg menjadi saingan dari produk yg dibintangi Basuki. Penonton langsung ngakak melihat 'perang' iklan ini. Aku juga tertawa...terutama jika ingat iklan perang operator...ah, sama2 vulgar nich iklan...tanpa tedeng aling2...ngakak

Break terakhir, Wega menyanyikan Kucing Garong. Penonton kembali bergoyang....wakakaka...lucu banget dah.

Di sesi terakhir, Tukul 'baru ingat' bahwa dia belum 'berbuat baik' kepada para penonton, dg 'memasukkan' mereka ke dalam tv. Dg tingkah konyolnya, Tukul pun membuat para penonton itu senyum 'garing'.

Dan akhirnya bubaaarrrrr....

Kesimpulan menonton Empat Mata live:
1. Suasana cukup menyenangkan.
2. Konsentrasi menonton langsung memang beda, karena kita akan senantiasa diarahkan untuk selalu fokus. Lah emang ga ada lagi yg bisa dilihat, jadi yaa..mau ga mau mesti nonton yg ada di depan panggung lah.
3. Pastikan sudah kencing/buang air besar. Ada beberapa orang yg kerepotan mesti turun karena kebelet kencing.
4. Tukul memang entertaint/penghibur sejati. Selalu saja ada tingkah polanya, di saat break, yg membuat orang untuk selalu fokus (lihat poin 2). Acungan jempol deehhh..
5. Tanpa cipika cipiki, Tukul tetap lucu. Yg penting adalah kreatif dalam membuat lelucon, bukan cipika cipiki. Itulah nilai jualnya.

Saat baru turun dari studio, ketemu Peppi. Karena pada 'sok jual mahal' untuk foto2, ya sudah...aku ambil saja kesempatan ini...jepret..jepret..sempet difoto ama Peppi...hihihi..ternyata orangnya kocak juga si Peppi ini, hihihi..

Free Image Hosting at www.ImageShack.usSetelah bubar, kami tidak langsung bubar. Masih sempat ngobrol2 di depan kantor Trans TV. Saat para 'waitress' (Vega) pendukung Empat Mata muncul, dg noraknya pada minta foto2. Ya sudah, aku yg jadi tukang fotonya saja.

Tapi, tentu saja usilku ga bisa hilang. Foto Danref dengan Wega, langsung dikomentari, hihiih...ngakak guling2 *sorry Den, foto ini aku pajang...setidaknya agar kamu bisa lebih ngetop..xixixi..*

Setelah bosen, akhirnya pada bubar... pulang.... pulaaaannnggg....