Berikut berita klarifikasi tentang artikel yg sempat membuat heboh. Nampaknya pihak warta pos kota mesti dituntut sebagai pembelajaran, agar bisa menulis artikel dengan lebih hati2 dan 'masuk akal'. Blog ini jadi kena imbasnya juga...terkesan menyebarkan berita2 'ga jelas' juga..dzigh

Assalamu'alaikum wr. wb..

Salam sejahtera,

Tgl 10 Mei 2007 jam 19.30 Saya takziah (melayat) ke rumah duka Alm. Husni Alhalimi Lubis di Jl. Setia Budi, Pasar I, Gang Kelinci No. 6. Saya ketemu dgn orang tuanya.

Berdasarkan info dari orang tuanya, Alm meninggal karena sakit maag dan hepatitis. Penyakit hepatitis ini memang pernah dialami beliau sebelum masuk kerja di Mc. Dermott. Beliau memang tinggal di Komp Cipulir Permai Indah Blok A. Beliau pernah masuk ke RSCM 6 hari sebelum meninggal. Masuknya ke rumah sakit juga dipaksa oleh abangnya Hasbi Alhalimi Lubis (SI'91). Tetapi usaha penanggulangan di rumah sakit tidak cukup untuk membawa beliau tetap hadir bersama kita saat ini. Pihak orang tua mewakili beliau meminta maaf jika ada kesalahan yang pernah beliau lakukan sewaktu bersama kita.

Beliau dikenal sebagai pribadi yang santun, pendiam dan sholeh. Beliau termasuk anak yang pintar. Sesuatu yang sangat tak terduga kehilangan beliau, tetapi sebagaimana yang kita tahu, diri kita bukan milik kita sendiri, masih ada yang berhak atas tubuh ini. Zat yang menyayanginya telah memanggilnya lebih dahulu daripada kita. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Doa kami akan selalu menyertai Alm. Husni Alhalimi Lubis disertai dengan pikiran yang jernih dan positif.

Selamat jalan kawan. Semoga mendapat tempat terbaik.

Syalom,

Wassalam,

M. Saifullah
(SI'99)

Setelah dicheck, dalam Milist Alumni ITB, yang benar adalah :
Nama : M. Husni Alhalimi Lubis
Angkatan : 1999
Lulus : 2003 dengan predikat cum laude
Jurusan : Teknik Sipil

*dari milis Sipil 99*

SELAMAT JALAN, SAHABAT…

In Memoriam of M. Husni Alhalimi Lubis (1981-2007)

Ini adalah sekelumit kenangan kami terhadap salah seorang rekan, sahabat, saudara yang telah menjadi bagian yang akan selalu kami bawa dalam kenangan terindah kami. Almarhum dilahirkan di Medan , 9-11-1981 . Pada tahun 1999 almarhum melanjutkan studinya bersama dengan kami di Departemen Teknik Sipil ITB. Bersama teman seperjuangan, almarhum juga menikmati masa-masa indah selama masa kaderisasi, proses yang harus dilalui untuk bisa menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS).

Sebagai orang yang diyakini memiliki kemampuan akademis yang di atas rata-rata teman seangkatan, almarhum menjadi tempat bertanya ketika kami akan menghadapi ujian, maupun ketika kami disibukkan dengan tugas-tugas kuliah dan laboratorium yang menumpuk. Hal ini didukung oleh sifat almarhum yang akrab dan suka menolong dengan teman-temannya.

Pada dua tahun terakhir semasa kuliah, Almarhum menerima tiga beasiswa yang berbeda, salah satunya dari satu perusahaan ternama, dimana almarhum langsung diminta bekerja segera setelah lulus.

Pada Oktober 2003, bersama dengan rekan-rekan yang berhasil menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dan lebih dulu daripada teman-teman lainnya, almarhum diwisuda dengan predikat Cum Laude.

Beberapa rekan ikut memberikan testimonials seperti terangkum di bawah ini:
"Husni yang saya kenal adalah orang yang sederhana dan murah senyum. Untuk orang-orang yang dekat dengan beliau, tentunya mengetahui tentang sifat beliau yang tidak pernah sungkan membantu orang lain dan tidak pernah usil dengan urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan beliau. Beliau juga seorang yang rajin beribadah dan termasuk salah satu dari mahasiswa terbaik di T. Sipil ITB angkatan 1999."
- Adel -

"Husni.. adalah salah seorang teman terbaik yang pernah gue punya.. sangat banyak membantu dalam hal kelulusan kuliah gue di teknik sipil ITB.. karena NIM nya berdekatan dan sama-sama ganjil jadi qta paling sering kuliah bareng.. orang yang catatannya paling sering gue copy..kadang-kadang tugasnya juga =) ...

Walalupun cumlaude namun Husni bukanlah seorang penyendiri dan kutu buku.. tentu saja dia juga bukan anak gaul yang punya teman dimana-mana. Qta pernah main game komputer bareng hingga menjelang pagi di kosannya di cisitu lama..Banyak kenangan yang tak terlupakan bersama Husni.. Gitu aja.. Gue gak bisa ngomong lagi.. Good bye friend.. "
- Robie -

"Meskipun saya tidak begitu dekat mengenal Husni Al Halimi, tapi saya kenal almarhum sebagai pribadi yang pintar meski agak pendiam. Setau saya almarhum cukup banyak berkecimpung di kegiatan keagamaan. Terus terang saya terkejut mendengar bahwa beliau dengan cepat sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Saya sadari segala sesuatunya kuasa dari ALLAH SWT. Selamat jalan teman..semoga amal ibadah mu diterima oleh ALLAH SWT dan kau tenang disana..Turut Berduka Cita."
- Mugi Akbar Diaseano -

"Selamat jalan, Bos... HMS, ITB, dan bangsa ini kehilangan dirimu dan potensi besar yang ada didalamnya. Semua baktimu kepada Tuhan, bangsa dan almamater tidak akan kami lupakan. Pergilah dengan tenang, saudaraku."
- Alonso Patiaraja Hutapea -

"Husni adalah orang yang amanah, disiplin, pekerja keras, namun sepi dalam perkataan, integritasnya luar biasa, dia manusia yg unik. Salam untuk Husni."
- Dimas -

"Turut berbela sungkawa, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan."
- Satar -

"Husni Al Halimi.. Empat setengah tahun berinteraksi di kampus, begitu banyak kenangan bersamanya. Husni adalah sosok pendiam, but positif thinking. Dia teman belajar yang menyenangkan dan menenangkan, sosok yang cerdas, rajin dan mandiri. Selamat jalan Husni."
- Robbani Hendra -

"Husni yg gw kenal adalah orang yg care dg teman2. Dia yg memberikan gw inspirasi untuk belajar lebih baik lagi. Jasa2 lo ga akan gw lupakan. Semoga Alloh memberikan ampunan n tempat yg baik di sisi-Nya."
- Ardiyan -

"Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiun. Turut berduka cita atas meninggalnya teman, sahabat kami, Husni Al Halimi Lubis. Husni yg Mega kenal sbg teman yg pintar, cerdas dan pendiam. Semoga arwahnya diterima di sisi Alloh SWT."
- Mega -

"About Husni.. Aku kenal dia sejak TPB tingkat 1. Sedari dulu dia sudah terkenal akan pribadi yang santun dan pintar. Tak urung jika banyak teman yang mencarinya untuk meminta contekan tugas, dari jaman Kalkulus di tingkat 1 sampai Anstruk 2 di tingkat 4. Sekilas dia tampak pendiam, namun sebenarnya dia pribadi yang hangat.

Kenangan berkesan dg dia adalah waktu kami berkunjung ke Garut dlm rangka merenovasi madrasah. Saat melepas lelah di rumah salah satu kawan kami ditawari menangkap ikan di kolam untuk makan siang. Husni jd volunteer masuk kolam, menangkap ikan dg jaring dan tangan. Jadilah hari itu kami makan ikan gurami goreng super nikmat dan pulang ke Bandung dalam keadaan kenyang dan senang."
- Jeng Ratna -

"Hmm.. Husni salah satu temen seperjuangan selama kuliah. Aku sering satu kelompok kalo praktikum/tgs besar. Praktikum beton, meklflu, mektan, dll. Orangnya emg pinter n rajin bgt, ga pernah pelit ngajarin kita. Klo udah kepepet ngumpul tgs aku sering datengin kostnya Husni di cisitu sama mbak ratna.

Dulu kt pernah bareng2 ke Garut bwt survey sekolah yg udah rusak. Khasnya Husni semua catatan kuliahnya pake kertas buram n tinta warna biru. Husni termasuk orang yang pendiam, tapi kalau kita minta diajarin sesuatu, pasti dijelasin panjang lebar."
- Erni -

"Baik hati, santun, ramah, sgl kalimat yang keluar dari ucapannya adalah menyejukkan. Pernah beberapa kali kerja bareng dlm kepanitiaan dan cukup banyak kenangan yang dilalui bersama. Semoga Alloh menerima amal kebaikannya dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya."
- Ade -

"Husni itu pribadi yang tenang, sabar, ga banyak bicara tp seneng banget nolong teman, jadi keinget waktu os dia yg slalu terlihat kalem tp seakan2 bersedia utk melindungi temannya. Selamat jalan kawan, semoga amal baikmu selalu menyertaimu. Amien."
- Nununk -

"Sobat, selamat jalan. Begitu banyak kenangan yang kau tinggalkan, begitu banyak jasa yg kau berikan. Do'aku selalu mengiringi langkahmu di alam sana . Selamat jalan sobat."
- Deni -

"Husni.., kalem, pinter, rajin, baik & perhatian ama temen. Semoga arwahnya diterima di sisiNya, amin. Selamat jalan teman, kami hanya bisa berdoa untukmu."
- Fajar -

"Ass wr.wb. Pertama2 perkenankan saya untuk turut mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya, teman dan sahabat kami tercinta. Husni Al Halimi Lubis. Tidak menyangka beliau secepat itu meninggalkan kita dan mendahului kita dipanggil Sang Khalik, namun memang semuanya itu sudah digariskan oleh Nya dan tanpa seorangpun mampu untuk menolaknya bahkan mengundurnya sedetikpun tak sanggup.

Kita kehilangan seorang teman yang santun, teman yang jenius yang tidak pelit dengan apa yang dia miliki dengan segala kelebihannya. Mengingtakan kita sewaktu bersama-sama menempuh ilmu di kampus Sipil ITB, dimana jika ada tugas kuliah apalagi mata kuliah Struktur yang cukup sulit, beliau pasti selesai lebih dahulu dan begitu sampai kampus lembar tugasnya sudah menyebar kemana-mana sebagai master dan tidak segan2 beliau mengajari kami jika ada kesulitan dalam hal akademis. Beliau adalah seorang yang tekun dan hasil dari ketekunannya itu beliau lulus tepat waktu pada October 2003 atau 4 tahun kuliah dengan IPK 3.6 dan berhak mengantongi 3 beasiswa sekaligus salah satunya dari J Ray Mc Dermott untuk ikatan dinas selama 2 tahun,

Seorang yang rajin beribadah, dan belum pernah saya lihat meninggalkan sholat sekalipun dan masih mau meluangkan waktunya ikut pengajian kampus.

Dibalik sosok dia yang pintar, soleh dan pendiam itu, beliau cukup dikenal oleh Angkatan 99 terutama ketika OS himpunan dimana dia tunjukkan kepemimpinannya untuk menjadi salah seorang Kera atau ketua regu kami.

Melihat sosok Husni yang demikian itu, hati ini teriris dan gemetar sekaligus geram dengan pemberitaan di media massa , elektronik, milist2 di internet yang sedikit mempermasalahkan kematian beliau. Sebagai seorang yang beragama tidak sepatutnya membicarakan hal-hal yang tidak perlu yang akan membuat kesedihan buat keluarga dan kerabatnya, namun ini semua tidak akan merubah sosok Husni dalam benak kami bahwa beliau adalah seorang teman kami yang santun, pintar, dan soleh.

Mohon kepada semua kerabat, teman, atau siapapun yang mengenal beliau untuk mengiringi kepergiannya dengan hati yang ikhlas dan do'a yang terus menerus dipanjatkan semoga diampuni segala dosa-dosanya dan diterima segala amal baiknya selama di dunia..

Selamat Jalan kawan, semoga engkau mendapatkan tempat yang terpuji di sisiNya. Kuiringi langkahmu dengan keikhlasan hati untuk melepas kepergianmu dari kami. Sekali lagi kita kehilangan seorang teman dan sahabat yang kami cintai. Angkatan 99 berduka.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kesabaran dan kami harapkan kepada HMS yang ada di medan dan sekitarnya untuk meluangkan waktunya mengunjungi rumah almarhum di medan sebagai wujud rasa bela sungkawa yang sedalam2nya. Salam."
- Anang -

"Bagi saya, Husni itu kawan yang baik, beliau memang berhati2 dan menjaga ucapan, dan itu membuat beliau menjadi seseorang jenius yang istimewa"
- Edo -

"Husni yg gua kenal seseorang yg termasuk gua kagumi. Doaku menyertaimu."
- Harris -

"Husni buat gw adalah sosok pendiam yg selalu kerja keras. Kehilangan, ya itulah kata yg tepat atas kepergiannya. Selamat jalan sobat. Do'aku menyertai. Semoga Alloh mengampuni segala dosa dan menempatkan di tempat terbaik. Amin."
- Anwar -

"Husni Al Halimi..karena nimnya ganjil akhir jadinya jarang sekelas deh, hanya di kelas struktur aja.. tapi kita pernah KP bareng di BTC.. Husni yg kukenal.pendiam tapi murah senyum, rajin, pintar dan taat beribadah.. Selamat jalan teman.. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadahmu, mengampuni segala dosa & menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya..Amiin."
- Marie -

"Husni yang saya kenal adalah anak yang soleh, sabar dan gemar menolong (karena sering terlihat sedang mengajari teman-temannya yang kurang paham dengan materi kuliah). Husni itu memang pendiam, tapi pendiam yang baik. Artinya, bukan karena tidak pandai berteman. Justru dia ini disukai oleh teman-temannya, terutama karena sifat gemar menolongnya itu.

Yang tidak akan saya lupa adalah senyumnya itu, meski sedikit tapi terasa bukan main. Dulu, waktu jamannya Ospek, dalam keadaan bermandikan peluh setelah push-up entah berapa kali, dan ketika rasa jengah sudah mulai meradang, melihat wajahnya adalah salah satu terapi yang bisa membuat kami tenang. Bukan, bukan saya saja yang berpendapat begini, karena ini adalah pernyataan orang lain yang saya sampaikan kembali untuk dikenang bersama. Selamat jalan, Husni. Maafkan saya, temanmu yang kurang baik ini.

Kami semua peduli dan tidak berhenti memikirkanmu. Semoga suatu hari nanti kita dikumpulkan bersama-sama di tempat yang jauh lebih baik, yang tak ada mata yang pernah melihatnya, tak ada telinga pernah mendengarnya, dan tak ada imajinasi yang mampu membayangkannya. .."
- Akmal -

"Husni,..sobat dalam duka dan gembira... :)
Selamat jalan Sobat..."
- Christanto -

"Sahabat, engkau memang sudah tiada, tapi kenangan tentangmu akan selalu hidup di hati kami…"
- Priscilia -

Kehilangan sosok Almarhum sebagai teman dan sahabat telah menorehkan duka di hati kami.
Ijinkanlah kami mengenang Almarhum seperti kami ingin mengenangnya.

Selamat jalan Sahabat!
- HMS'99 -