Bulan April 2007 lalu, aku menderita sariawan yg cukup parah, karena baru sembuh setelah 3 minggu menderita.sedih Jika Hendro pernah menulis tips mengatasi memerangi sariawan, nah yg ingin aku tulis adalah penyebab sariawan, setidaknya dari pengalamanku dan orang2 yg aku ketahui.

Beberapa penyebab seseorang menderita sariawan, antara lain:
1. Telat makan.
Efek terlambat makan tidak hanya sakit maag, namun juga sariawan. Aku sendiri pernah mengalaminya. Untungnya aku tidak punya sejarah sakit maag, namun begitu...jika terlambat makan selama beberapa hari (let's say...2-3 hari) secara berturut-turut, biasanya pada hari keempat akan mulai muncul bibit2 sariawan, minimal benjol2 kecil berwarna kemerahan.

Solusinya? Jelas...tidak lain dan tidak bukan adalah memperbanyak pasokan makanan dan HARUS TERATUR...!!

2. Maniak kerja, sehingga telat makan.
Ini juga terkait dengan poin 1. Kalo sudah asyik kerja, biasanya telat makan atau malah lupa makan. Akibat ketidak teraturan masuknya makanan, perut akan mengalami 'shock' dan ujung2nya sariawan. Menurutku, 'masih untung' jika menderita sariawan jika telat makan, daripada sakit maag.

Solusinya? Sediakan cemilan di tempat kerja atau di tas, sehingga perut senantiasa terisi (tidak kosong).

3. Masuk angin.
Percaya atau tidak, bagi beberapa orang, masuk angin menyebabkan dia menderita sariawan. ADa yg bilang masuk angin disebabkan telat makan (poin 1). Buat mereka, solusinya tidak hanya makan yg cukup/tepat waktu, namun kadang kerokan/pijat menjadi obat juga untuk menyembuhkan masuk angin (dan sariawan).

4. Terlalu banyak makan pedas.
Meski sambal/cabe mengandung banyak vitamin C, tapi konsumsi yg berlebihan akan membuat perut (usus) menderita. Akibatnya usus akan melakukan 'reaksi' balik yg mengakibatkan sakit sariawan.

Solusinya jelas, kurangi makan pedas. Jika perlu perbanyak makan sayur.

5. Kurang istirahat.
Sedikit banyak terkait dg poin 2, yakni maniak kerja. Aku pernah sariawan akibat kurang istirahat. Normalnya, aku tidur sehari semalam berkisar 4-6 jam. Satu waktu aku tidur hanya 2-3 jam, itupun tidak cukup pulas/nyenyak. Ini terjadi selama 2-3 hari berturut-turut. Dan pada hari kelima, muncul luka sariawan.

Solusinya adalah menambahkan waktu istirahat. Jika perlu hari Sabtu atau Minggu menjadi hari balas dendam istirahat...tidur seharian jika perlu.ngakak

6. Tergigit.
Nah, kalo ini terjadi saat kita asyik makan, apalagi makanan favorit. Keasyikan mengunyah (apalagi sambil ngobrol ngalor ngidul) akan membuat kita akan menggigit bibir/lidah kita secara tidak sengaja. Jika terjadi beberapa kali dan di tempat yg sama, bisa dipastikan luka sariawan akan kian cepat muncul.

Solusinya makanlah dg hati2 dan kurangi ngobrol.

7. Ciuman.
Salah satu penyebab sariawan, yg menurutku rada konyol. Cerita temanku, saking harotnya (semangat alias hot) ciumannya dia dengan pasangannya (psstt...jangan salah, mereka suami istri lho..), katanya selesai French Kiss (wah, aku sendiri ndak ngerti istilah itu lho...siyul2) kok bibirnya/lidahnya terasa sakit. Ternyata sariawan muncul di situ.

8. Mulut kurang bersih. (thx buat Fajri, yg ini emang ketinggalan ditulis)
Ini terjadi karena...ya jelas, mulutnya kurang bersih. Jarang gosok gigi. Meski demikian, penyebab ini jarang aku alami.

Solusinya, ya jelas...gosok gigi lah...

Aku sendiri punya solusi yg cukup ampuh untuk menyembuhkan sariawan, yakni:
1. Makan cabe.
Jika sariawan BUKAN disebabkan karena terlalu banyak makan yg pedas (poin 4), maka aku segera makan cabe. Perih? Oh...ga usah ditanya betapa perihnya...tapi biasanya cukup ampuh. Hanya saja, belakangan ini metode ini sudah tidak cukup efektif. Penyebabnya, sariawan yg aku derita kian KEBAL. Jika dulu makan 2-3 cabe sudah cukup (bisa menyembuhkan), maka sekarang kadang hampir 10 cabe tidak cukup mengusir sariawan.

Biar lebih cepat sembuh, saat makan cabe, coba cabenya diarahkan ke luka sariawannya. Kalo perlu teriak, teriak dah...tapi biasanya ampuh lho.cekikikan

2. Tidur/istirahat dan makan yg cukup.
Tambahkan 1-2 jam istirahat selama seminggu, insya ALLOH akan sembuh. Tidak lupa makan yg cukup (terutama gizi harus memadai).

3. Pake albothyl.
Jangan kuatir, adanya campuran air keras di albothyl hanyalah HOAX belaka. Perihnya mungkin sama dengan no 1. Tapi cukup ampuh juga kok.

4. Minum Enkasari/air garam.
Ini juga metode yg cukup ampuh. Sudah teruji juga kok.

5. Sikat gigi yg teratur.
Menurut dokter gigiku, salah satu penyebab sariawan adalah buruknya kesehatan mulut/gigi kita. Sikat gigi yg teratur (dan benar) bisa jadi solusi ampuh. Jika perlu tambahkan pembersih mulut tambahan, yg fungsinya tidak hanya menghilangkan karang gigi, tapi juga menyembuhkan sariawan (efek samping saja sih).

Semoga berguna....btw, kalo ada solusi lain, jangan lupa berbagi ya??nyengir