Tgl 1 Mei selalu identik dengan hari buruh sedunia (ini versi bahasa Indonesia). Banyak sekali aksi yang dilakukan kaum buruh sedunia, namun demonstrasi merupakan aksi favorit mereka. Dalam aksinya, para buruh ini senantiasa meneriakkan berbagai yel dan jargon, serta tidak lupa meminta pemerintah dan para pengusaha memperhatikan dan menaikkan tingkat kesejahteraan mereka (yg sayangnya, seringkali dicuekin...dzigh) Tak lupa, protes akan RUU Buruh yg dianggap merugikan mereka.

Mayoritas dari kita menganggap 'hina' kepada para buruh yg berdemo...bahkan banyak yg melecehkannya. Bahkan tak jarang menertawakan sikap dan aksi (demo) buruh ini...seraya tidak sadar bahwa dirinya sebenarnya termasuk buruh juga...hanya beda posisi dan pekerjaan saja.

Lho, gw kan bukan buruh...!! Buktinya gw ga pake seragam...ga mandi keringat mesti masang onderdil, masang sepatu, bla bla bla...

Banyak orang yg tertipu dengan istilah buruh. Mereka selalu beranggapan (dan mengidentikkan) buruh ~ jumlah keringat yg dikucurkan. Menurutku, ini salah....!! Buruh, menurut definisiku, adalah orang yg bekerja untuk orang lain. Kasarnya, digaji orang.melet

Berdasarkan definisiku ini...aku golongkan buruh sebagai berikut:
1. Buruh 100%.
Buruh tipe ini bekerja di 1 tempat dan sangat loyal kepada tempat kerjanya. Dia menggantungkan hidupnya, sepenuhnya pada tempat kerjanya. Uang yg dia terima tiap bulannya, hanya berasal dari tempat kerjanya ini. Hidupnya selalu dia curahkan untuk kepentingan tempat kerjanya, demi jenjang karir yg lebih baik (maunya sih). Well dedicated-lah pokoknya.

Apesnya, kalo terjadi phk (pemutusan hubungan kerja) dan dia menjadi korban...langsung deh kelimpungan...bingung melamar kerja di sana sini.

2. Buruh 68%
Buruh tipe ini bisa diartikan menjadi 2 golongan:
- Buruh yg kerja di 2 tempat
- Buruh yg kerja di 1 tempat, tapi dia punya usaha sampingan (yg dia adalah boss/pemilik dari usaha sampingannya itu)
Buruh tipe ini 'sedikit' lebih beruntung dari buruh nomor 1, karena kalo dia di-phk, setidaknya dia masih punya pemasukan dari tempat lain.

Jeleknya, buruh tipe ini bisa jadi tidak fokus dengan pekerjaan utamanya (yg 68%), karena dia akan selalu terpikir kerjanya di tempat lain/bisnis sampingannya. Walhasil, hasil kerjanya bisa dianggap tidak optimal...paling cuman 68% dari 100% hasil yg seharusnya bisa dia capai.

Meski kemungkinan kecil untuk dipecat, namun boss jelas tidak puas dengan hasil kerja 68% seperti ini. Barangkali teguran dan surat peringatan akan sering dia terima.

3. Buruh 50%
Buruh tipe ini mirip dengan buruh no 2, namun menurutku lebih parah, karena dia LEBIH TIDAK FOKUS. Bisa dikatakan, ini buruh plin plan. Ke sini pengen dapat gaji (gede), tapi dia juga ga mau ngelepasin gaji (gede) di tempat lain.

Kalo gw jadi boss, gw pecat deh buruh model gini...cekikikan

4. Buruh 0%
Buruh 0% bisa dianggap sebagai BOSS...karena dia tidak bergantung pada siapapun untuk nerima duit (gaji). Justru dia sendiri yg menentukan gajinya. Selain itu, dia punya kuasa 100% untuk menerima dan memecat buruh tipe 1-3.

Buruh 0% hanya bisa dicapai jika dia mempunyai usaha sendiri, baik usaha kecil, sedang ataupun besar.

So, anda sendiri termasuk buruh yg mana? Kalo aku sih.....ih, pengen tau aza....CAPE DEEEHHH...!!!siyul-siyul