Sekitar 1 minggu lagi kita akan berangkat ke Shanghai (tanggal 21-29 April 2007). Tekad TOFI kali ini adalah mengalahkan China dan menjadi Juara APHO 8. Saya melihat potensi untuk mengalahkan China ada. Kemarin para siswa uji coba dengan soal-soal di Singapore hasilnya sangat menggembirakan. 6 siswa mendapat nilai untuk teori antara 28-30 point (dari maksimum 30 point, dengan penilaian seperti IPHO) dan antara 27-30 (jika penilaian keras, hanya dilihat dari hasil akhir saja, tanpa nilai parsial). 6 siswa ini mampu mengerjakan spare problem dari APHO Taiwan dengan perfect. Beberapa profil siswa kita:

1. Firman dari Makasar, veteran IPHO 37 di Singapore, masih kelas I SMA. Kemampuannya sangat baik. Tidak pernah diam. Selalu mencari soal baru dan menantang. Banyak sekali soal sudah ia kerjakan. Logika berpikirnya bagus. Kita harapkan ia bisa meraih absolute winner. Di Singapore ia dapat perak. Test IPHO Singapore kemarin perfect.

2. Yosua dari Yogyakarta, mantan absolute winner IJSO 2005. Masih kelas II SMA. Logikanya sangat bagus. Ia berusaha mengerjakan soal-soal hingga tuntas. Semua soal bisa ia kerjakan. Akalnya banyak. Dia selalu berusaha menguasai konsep sampai ke akarnya. Sehingga soal dibalik bagaimanapun ia bisa. Misalnya dalam soal relativistik, ia mengerti sangat dalam, sehingga apapun soal relativistik pasti ia bisa, betapapun rumitnya. Ia juga adalah kandidate absolute winner di China nanti. Test IPHO Singapore mendekati sempurna.

3. Rudy dari Medan, peraih emas OSN 2006, masih kelas I SMA. Anak ini rajinnya luar biasa. Dan saya bisa kategorikan jenius. Semua soal ia lalap. Kadangkala yang lain bersantai-santai, ia ambil buku dan belajar, belajar dan belajar. Ia mampu duduk membaca dari pagi hingga jauh tengah malam tanpa berhenti (ciri anak jenius: mampu konsentrasi lama). Karena sering baca buku, dan mengerjakan soal, cara ia mengerjakan soal sangat lengkap. Yang tidak terpikir oleh orang lain, ia bisa kerjakan. Banyak logika-logika yang aneh muncul ketika mengerjakan soal. Kalau emas, mustinya ia dapat. Test IPHO kemarin juga mendekati sempurna.

4. Adam newcomer kelas III SMA dari Surabaya. Pertama kali saya ketemu ia saya kagum. Kemampuan matematikanya luar biasa. Semua soal integral sampai yang sulit gimanapun ia mampu. Saya pikir kok bisa yah…kapan ia belajarnya. Kemarin test IPHO 37 ia hampir perfect, hanya missed sedikit sekali. Ia baru masuk pelatihan bulan Oktober, kalau ia masuk lebih awal saja, ia kandidat kuat absolute winner. Idenya banyak sekali, dan ia mampu mengerjakan semua soal. Saat ini lagi digenjot dengan berbagai konsep, kita harapkan ia bisa kejar beberapa konsep penting. Targetnya emas (harusnya bisa) atau bahkan absolute winner.

5. David dari Lampung peraih emas IJSO, masih kelas II SMA Penampilannya kalem sekali. Tulisannya kecil sekali, hampir tidak terbaca, tetapi kemampuannya luar biasa. Ia termasuk orang yang rajin seperti Rudy. Penguasaaan dasar-dasar fisikanya sangat baik. David butuh jam terbang untuk beberapa konsep advanced. Kita harapkan 1 minggu terakhir ini ia mampu menambal beberapa kekurangannya dan percaya dirinya. Medali emas, saya pikir ia bisa dapatkan.

6. Mukhtar dari Jakarta, veteran APHO 2006, kelas III SMA. Mukhtar waktu tahun lalu peringkat 7. Hampir semua soal yang ada dalam buku pelatihan yang jumlahnya ribuan soal bisa ia mengerti. Ia masih butuh jam terbang untuk mengerjakan soal-soal baru yang aneh-aneh. Kita harapkan ia bisa dapat perak bahkan emas.

7. Ivan masih kelas I SMA dari Jakarta absolute winner OSN SMP 2005. Ini kandidate kuat tahun depan. Tahun depan sulit orang mengalahkan dia. Logikanya bisa saya katakan setara dengan Yosua, dan sangat rajin. kita harapkan ia bisa dapat perak atau bahkan emas. Mungkin juga ia bisa jadi kuda hitam untuk absolute winner tahun ini.

8. Sandy SMA Kelas III dari Jakarta, ia juga kandidate emas yang kita harapkan. Orangnya mengingatkan saya pada Pangus (peraih emas tahun 2006 di Kazakhtan dan di Singapore). Rajin, tekun, berambisi besar, ngotot dan agak urakan.

9. Indra kelas III dari Magelang, kita harapkan bisa dapat perak/emas

10. Made kelas III dari Bali, eksperimennya sangat bagus. Kita harapkan ia bisa juga merebut the best eksperimen.

11. Ridwan kelas III dari Bali, orangnya semangat dan rajin, rasa ingin tahunya besar. Tapi sayang masuknya terlambat. Kalau ia masuk lebih awal ia mungkin bisa berbicara lebih banyak. Mungkin kalau perunggu saja ia bisa dapat. bahkan perak.

12. Aziz absolute winner OSN SMA 1006 kelas III dari Cilacap. Anak ini slow starter, tapi kalau sudah menguasai satu masalah ia sangat dalam, soal dibalik gimanapun ia bisa. Ia butuh jam terbang agak lama. Sayang ia baru masuk tahun ini.

13. Fakhri kelas III dari Jakarta (peraih emas astronomi OSN). IQnya termasuk jenius (diatas 150) tetapi ia masuk terlambat. Sebelumnya belum pernah belajar fisika sedalam ini. Tapi ia berusaha kejar dan kejar. Kita harapkan usahanya bisa membuahkan hasil yang baik.

14. Chrisanthy kelas III dari Banten. Satu-satunya wanita dari tim kita. Anaknya semangat, Tahun lalu pernah ikut pelatihan 1 bulan, Butuh jam terbang tambahan. Mudah-mudahan bisa membuat kejutan di China nanti.

15. Ari dari Sukoharjo kelas II. Butuh jam terbang. Tahun depan ia akan lebih baik. Mungkin tahun depan bisa dapat emas.

16. Yosmar dari Bandung kelas III. Butuh jam terbang yang banyak.

Kita doakan sama-sama agar tim A kita (8 orang terbaik) bisa mengalahkan china. Kita tunjukan bahwa kita mampu dan mampu.Salam
Yohanes

ps: Kalau mau kasih dorongan/motivasi silahkan kirim email ke yohaness(at)centrin.net.id, nanti saya print dan saya berikan pada para siswa.

Artikel-artikel terkait:
- Nama Indonesia kembali harum
- Nama Indonesia harum kembali
- Kesan-kesan Olimpiade Fisika 2006
- Remaja-remaja Pengharum Negeri