Mengikuti perkembangan persiapan pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, membuat gw tercenung, tersadar dan akhirnya tertawa terbahak-bahak (tapi getir)...melihat kondisi para balon (bakal calon) gubernur DKI. Ups...bukan bermaksud melecehkan dan mengejek...silakan baca dulu hingga selesai artikel ini ya?kedip-kedip

Sebagai kilas balik, proses pendaftaran balon dilakukan sejak akhir 2006 lalu. Ada beberapa balon yg sudah muncul dan menyatakan kesiapannya dalam mengurus Jakarta. Tapi maaf, kok gw lebih yakin yg mau diurus adalah duitnya, bukan permasalahan yg melanda Jakarta...karena selama ini, SUDAH MENJADI RAHASIA UMUM, kalo ada masalah, semua gubernur...eh, pejabat, baik gubernur, walikota, lurah, bahkan rt/rw lebih banyak berkelit. Tapi begitu urusan duit, waaahh...langsung pada sigap deh. Oya...ini berlaku umum...dan tidak hanya di DKI Jakarta kok...

Beberapa nama yg sempat muncul adalah:
- Faisal Basri
- Adang Darojatun
- Fauzi Bowo
- Sarwono Kusumaatmadja
- Agum Gumelar
- Rano Karno

Nama2 di atas banyak diajukan oleh berbagai parpol. Golkar sendiri sejak awal menjagokan Fauzi Bowo, sedangkan PKS lebih memilih Adang Darojatun, yg mantan Wakapolri. Sementara Faisal Basri, Sarwono K, dan Agum Gumelar masih terus digadang-gadang (gw kesulitan menemukan kosa kata yg tepat...tapi gampangnya sih 'diangkat-angkat') oleh beberapa partai politik lain.

Nah, beberapa hari lalu, parpol2 sudah menetapkan bakal calon gubernur yg akan mereka ajukan ke 'medan pertempuran' pemilihan gubernur. Yg mengejutkan adalah, HANYA 2 ORANG YG MENJADI BALON GUBERNUR. Mereka adalah Fauzi Bowo dan Adang Darojatun.

Yg lebih mengejutkan dan mencengangkan, sekaligus (buat gw) MEMALUKAN adalah ADANYA KOALISI 18 PARPOL untuk mendukung Fauzi Bowo untuk MELAWAN balon PKS, Adang Darojatun.

Disebut memalukan, karena gw melihat koalisi 18 parpol ini berarti:
1. Terjadi perang politik, antara 'nasionalis-pluralisme' melawan agama.
2. Parpol2 ternyata masih ciken nyalinya...tidak berani mengajukan sendiri balonnya.
3. Adanya dendam politik, karena PKS memenangkan DKI Jakarta pada pemilu yg lalu.
4. Membuat sengsara balon2 lain, yg sebelumnya mereka angkat-angkat.

Khusus untuk poin 4, di koran Tempo edisi Sabtu (17 Maret 2007) Agum Gumelar menyatakan kekesalannya...karena dia merasa 'dicampakkan' oleh parpol2 (terutama partai Demokrat) yg semula mendukung dia maju menjadi balon gubernur DKI. Dari keterangan Agum Gumelar, partai yg SEMULA mendukung dia adalah Partai Demokrat (yg notabene 'dimiliki' SBY). Dari kasus ini, kita bisa tahu bahwa PD ternyata TIDAK BERNYALI (upss...maaf jika terlalu 'keras') dan sebagai konsekuensinya, jika perlu masyarakat di-edukasi agar tidak memilih parpol ciken tersebut.sigh

Karenanya, gw rasa ga salah jika menyebut Agum Gumelar dijadikan badut lelucon oleh parpol2 yg tidak bertanggung jawab serta tidak mempunyai etika. Alasannya jelas, parpol2 tersebut sudah membuat Agum banyak buang2 waktu, uang, dan tenaga untuk bersiap menjadi balon gubernur, yg ternyata tidak jadi diajukan.

Gw ga tau persis untuk nama2 lainnya, terutama Faisal Basri. Tapi gw yakin, dia juga pasti kecewa berat...karena sebelumnya gw melihat dukungan ke Faisal Basri juga cukup besar.

Sedangkan untuk Sarwono, ternyata dia tidak didukung oleh Golkar..padahal beliau sudah banyak kontribusinya untuk Golkar.

Sementara untuk Rano Karno, yg gw tau, dia bersikap tarik ulur....maksudnya, RK tidak berniat frontal maju sebagai bakal calon gubernur, tapi dia lebih bersikap realistis...menjadi wakil gubernur. Setidaknya, ini mungkin lho...kerugian di pihaknya tidak akan terlalu besar jika 'cuma' jadi calon wagub. Minimal, duitnya ga akan jor2an habis buat kampanye ini itu...sogok sini situ...karena kalo jadi calon wagub tinggal nunggu 'lamaran' dari calon gubernur.

Dari beberapa berita yg gw baca, LSI (Lembaga Survei Indonesia) menyatakan hasil survey lebih berpihak ke Foke (aka Fauzi Bowo) dibandingkan Adang. Tapi, itu masih survey...segala sesuatu masih bisa berubah.

Gw sendiri lebih condong memilih ke Adang...banyak pertimbangannya...namun 1 hal yg gw salut ama pak Adang...beliau MAU MELEPAS JABATANNYA SEBAGAI WAKAPOLRI untuk memfokuskan diri dalam persiapan maju sebagai bakal calon gubernur yg diajukan PKS. Ini contoh yg baik...agar tidak terjadi penyalah gunaan jabatan dan wewenang...serta mengurangi bias.

Anda, penduduk Jakarta, menjagokan siapa??siyul-siyul

Artikel terkait:
- Menjadi Gubernur DKI itu Tidak Mudah.