Saat gw memutuskan membeli sepeda motor, setelah sebelumnya menjadi penikmat kendaraan umum yg setia, salah satu alasannya adalah untuk menghemat waktu tempuh dari kontrakan ke client/kantor. Penghematan waktu yg gw rasakan, saat itu, cukup relevan dan signifikanmelet, karena dari sekitar 1 - 1.5 jam yg dibutuhkan, dengan bermotor gw bisa tempuh hanya 30 menit..!!

Namun, sudah sekitar 1-2bulan ini, gw merasakan dan menghitung waktu perjalanan gw bertambah 50%. Dari yg semula 30 menit (paling lambat 40 menit) untuk menempuh Mampang - Medan Merdeka Barat, kini gw mesti tempuh sekitar 45 menit - 1 jam. Penyebabnya jelas, tidak lain dan tidak bukan karena kemacetan..!!! Namun, gw perhatikan kemacetan yg menjadi penghambat gw cepat sampai ke kantor/client HANYA di sekitar jl Mampang hingga perempatan Mampang-Tendean. Selebihnya, gw bisa tempuh dg waktu normal (10-20 menitan, mulai dari Mampang hingga Medan Merdeka Barat/Benhil).

Dari obrolan teman kantor maupun para motoris lain yg melewati Mampang, daerah Mampang memang menjadi jalur 'utama' kemacetan...karena jalan Warung Buncit - Mampang merupakan satu2nya jalur penghubung (yg cukup dekat) Depok - Jakarta. Akibatnya ya jelas...semua kendaraan menumpuk sepanjang jalur itu. Motor, mobil, metromini, dan bus kota (trayek 48, 86 dan 102) semua saling berebut lewat jalan yg cuma 'seupil' itu.geleng-geleng

Jika jumlah kendaraan bermotor yg lewat tidak bertambah, mungkin gw masih bisa menempuh Mampang-MMB dalam waktu 30 menit, namun seiring dg bertambahnya para pemilik kendaraan bermotor yg baru, baik motor maupun mobil, otomatis kemacetan kian marak....dan ini benar2 melelahkan. Waktu terbuang percuma, bensin habis untuk melewati kemacetan, belum lagi ada senggolan2 kecil antar kendaraan bermotor yg jika tidak ditanggapi dg kepala dingin akan membuat masalah baru...perkelahian. En masih banyak lagi masalah di jalan lainnya.

Pembangunan jalur busway rute Ragunan-Kuningan, yg diharapkan bisa mengurangi masalah kemacetan di sepanjang (salah satu) jalur 'neraka' ini, tidak membantu banyak. Permasalahan utamanya jelas...jumlah armada yg kurang memadai. Walhasil, alih2 menunggu busway yg tak kunjung datang, orang2 lebih memilih membeli motor....dan dengan demikian, program pemda DKI gagal dg sukses.siyul-siyul Makanya, gw heran banget masih banyak orang yg antre menjadi gubernur DKI, padahal masalahnya seabreg lho...Susah lho menjadi gubernur DKI itu...!!

Dampaknya jelas...gw bakal lebih berlama-lama lagi menempuh jalanan di Jakarta...whew!ketuk2 jari...