Sudah menginjak bulan ketiga, sejak peraturan jalur kiri dan menyalakan lampu (bagi motoris) diberlakukan. Sebagai motoris yg melintasi jalan2 utama di Jakarta, gw melihat bahwa 2 peraturan itu sudah mulai tidak efektif...bahkan untuk jalur kiri, ketidak efektifan ini sudah berlangsung hanya beberapa saat setelah peraturan itu diberlakukan.

Jika anda2 para motoris yg melewati jalan Gatsu, anda akan melihat bahwa penerapan jalur kiri sudah (hampir?) tidak berlaku. Setidaknya gw pernah lewat jam 8-10 pagi, tidak ada lagi tonggak2 oranye, peralatan portable milik pihak kepolisian, yg digunakan untuk menjadi pembatas motor boleh lewat. Entah jika anda2 masih melihat tonggak2 oranye itu terpasang...karena gw sendiri tidak setiap hari lewat Gatsu, namun setidaknya saat gw lewat, tonggak2 itu sudah tidak ada (atau memang tidak ada?).

Sangat berbeda dg saat peraturan ini diterapkan. Ratusan, bahkan ribuan orang terkena tilang dan sidang di tempat. Sementara saat ini...ah, sudahlah...anda2 tahu sendiri kan??kedip-kedip

Sementara itu, hal yg sama juga terjadi pada peraturan motoris mesti menyalakan lampu di siang hari. Peraturan ini muncul (katanya) untuk menekan angka kecelakaan. *lengkapnya baca di sini*

Namun, sudah sebulan ini gw perhatikan banyak motoris yg tidak lagi menyalakan lampunya di siang hari. Dari sekian banyak alasan yg gw dengar, setidaknya gw bagi menjadi 2 alasan:
1. Tidak ada pengaruhnya.
Salah satu alasan yg gw dengar adalah menyalakan lampu tidak ada pengaruhnya. Kecelakaan yg terjadi BUKAN karena lampu nyala atau tidak, tapi lebih banyak karena KETIDAK SIGAPAN PENGEMUDI (motor/mobil). Bagi mereka, menyalakan lampu sebagai tindakan preventif adalah alasan yg mengada-ada.

2. Bikin rusak motor.
Beberapa teman dan kenalan gw menyatakan bahwa dampak dari menyalakan lampu di siang hari adalah rusaknya sistem lampu depan mereka. Ujung2nya mereka mesti lebih sering ke bengkel untuk memperbaiki motor mereka...dan ini jelas...BIAYA alias DUIT.

Gw sendiri melihat, polisi memang tidak tegas untuk aturan ini. Tidak ada tilang/sidang yg dikenakan bagi pelanggar peraturan (atau himbauan?) ini. Motoris yg menyalakan lampu depan atau tidak, tidak ada bedanya, semuanya boleh lewat.

So, gw sendiri ngetes. Ga nyalain lampu sejak berangkat dari Mampang, hingga sampai di daerah Monas. Hasilnya? TIDAK ADA POLISI YG MENEGUR...!! Walhasil, sejak awal bulan ini, gw ga nyalain lampu depan lagi. Ga ada gunanya toh? Pengen ga celaka? Yaa...mesti lebih hati2 donk. Selain itu, motor juga ga cepet rusak (dan life time lampu jadi lebih panjang). Oya..BUAT APA GW KONSISTEN UNTUK SESUATU YG TIDAK KONSISTEN??

Kesimpulannya? Kalo bikin peraturan, yaaa yg jelas. Punish&reward mesti ditegakkan...atau kalo dirasa tidak mampu, yaa..jangan bikin peraturan yg aneh2 kaya gitu ya pak??siyul-siyul