Lebih kurang sebulan terakhir ini, gw perhatikan kedua stasiun tv ini, RCTI dan SCTV menayangkan sinetron (remaja) hingga tengah malam. Kali pertama, gw kira ini hanya tren sesaat™, namun ternyata penayangan sinetron ini terjadi terus menerus. Padahal, setau gw, biasanya jam 11 malam, kedua stasiun tv ini menyiarkan berita, apakah itu buletin malam atau liputan 6 malam.

Sebenarnya gw ga mau ambil pusing, karena RCTI dan SCTV sudah mulai 'dicoret' dari daftar stasiun tv yg gw tonton (apalagi sitkom OB...bah...benar2 tidak layak tonton...menurut gw). Belakangan ini gw lebih suka menekan dan memilih saluran Trans TV, TPI, Trans 7 dan Metro TV. Jenis acaranya yaaa...beragam, makanya gw gonta ganti saluran...karena (selain Metro TV, menurut gw) staisun2 tv kita nyaris homogen materi acaranya. Sinetron ada, dangdut juga tersedia, ghibahtainment berserakan, idol meng-idol juga muncul di hampir semua stasiun (dg nama yg berbeda namun tujuannya sama).whew!

Seperti yg pernah gw posting, sinetron itu menyebalkan...dan TIDAK ADA YG LAYAK TONTON. Namun, herannya, kenapa RCTI dan SCTV masih doyan menayangkan? Kejar rating (baca: kejar keuntungan) ataukah karena sudah mulai bokek (seperti klub2 sepakbola Indonesia yg mulai megap2 karena minimnya pemasukan)? Untuk kejar target pemirsa, kayanya ga mungkin...menurut gw....soalnya jam 10 malam ke atas itu bukan 'prime time', otomatis (kalo rating dijadikan acuan) nilai rating tidak setinggi 'prime time'...yg otomatis, jam 10 ke atas, biasanya remaja udah pada teler...ngantuk, pengen tidur.ngantuk

Dan sebenarnya, bagi gw, sinetron merupakan salah satu acara tv yg tidak mendidik...banyak sekali nilai 'rendahnya moral' yg diajarkan dan ditampilkan di sana. Ujung2nya jelas...mental generasi muda (remaja) kian out of date...dan jangan heran jika 5-10 tahun ke depan, jumlah generasi produktif Indonesia akan turun. halah

Solusinya apa?

Buat gw, demo ataupun penolakan penayangan acara bahkan gugatan hukum kepada pemilik kedua stasiun tv itu tidak akan banyak dampaknya.

"Wah, elo nyerah, Mi? Gimana seeehh??"

Eh, gw bukan nyerah...tapi selama para pemilik kedua stasiun tv ini masih 'profit oriented'mata duitan, maka jangan harap aspirasi akan didengar apalagi diterapkan. Sementara, meminta kepada pemerintah, agar menerbitkan/membuat keputusan yg mengatur tayangan tv, juga bagai punduk merindukan bulan...lha wong RUU APP juga ga kelar2...padahal sudah setahun lebih neehh.. melet

Lebih baik berdoa agar para pemilik stasiun tv lebih terbuka hatinya...dan jika salah satu dari kita mendapat kesempatan menduduki jabatan (penting) di salah satu stasiun tv, semoga kita bisa mengubah paradigma mata duitan itu...berdoas