Judul artikel ini lumayan panjang...tapi harap dimaklumi, soalnya jika sepotong-sepotong, malah akan menimbulkan salah persepsi...yg bisa berakibat fatal...tidak saja bagi gw, si pemilik blog, tapi malah terkesan gw menyebarkan informasi yg sesat dan menyesatkan.

Well...seperti kita ketahui bersama, pada hari Kamis 8 Pebruari 2007 lalu, Irwandi Yusuf dilantik menjadi Gubernur Aceh pertama yg dipilih oleh rakyat. Bersama wakilnya, Muhammad Nazar, rakyat Aceh mempercayakan mereka berdua untuk membangun Aceh dan membawa masyarakat Aceh menuju kehidupan yg lebih baik, setelah bertahun-tahun hidup di dalam kesengsaraan dan penderitaan yg (seakan) tidak berakhir.

Dimulai dari DOM (Daerah Operasi Militer), sebagai efek dari 'pemberontakan' yg dilakukan Gerakan Aceh Merdeka, pembangunan yg cenderung di-nomor sekian-kan dibanding daerah lain, pembagian kekayaan alam yg tidak proporsional, dan terakhir bencana tsunami tahun 2004, membuat rakyat Aceh selalu berada dalam keadaan yg tidak nyaman untuk hidup.

Tsunami, meski di satu sisi merupakan bencana, namun ternyata ada hikmahnya...yakni 'rukunnya' GAM dan pemerintah RI, yg berujung dg ditandatanganinya MoU diantara mereka. Ini membawa perdamaian bagi masyarakat Aceh...dan membawa masyarakat Aceh menuju pemilihan Gubernur Aceh, 11 Desember 2006.

Akhirnya, pasangan Irwandi Yusuf - Muhammad Nazar yg terpilih, setelah memperoleh suara sebesar 39.27%. Dan seperti gw tulis di awal, hari Kamis kemarin, mereka dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur.

Menurut gw, selaku orang awam politik, yg bekal politiknya cuma dari pelajaran PMP dan sedikit kenal orang2 'politik' di kampus dulu...plus sedikit baca2....pemilihan gubernur Aceh dan kemenangan yg diperoleh Irwandi, bisa dikatakan fenomenal. Alasannya jelas...pertama, Irwandi Yusuf dan M Nazar MERUPAKAN PASANGAN DARI KELOMPOK INDEPENDEN...alias, TIDAK DIAJUKAN PARTAI POLITIK MANAPUN. Yang kedua, PASANGAN INI MERUPAKAN PASANGAN (eks) GAM.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Aceh (buat gw) LEBIH PINTAR MEMILIH. Mereka tidak mempedulikan latar belakang pasangan pemimpin Aceh, yg menurut mayoritas bangsa, sebagai 'pemberontak'. Dalam benak mereka, PARTAI POLITIK IS NOTHING™...!!! ASAL ADA NIAT YG (MUDAH2AN) BENER, GA PERLU PARTAI POLITIK LAH...!!siyul-siyul

Hal ini menunjukkan bahwa, calon dari kelompok independen mestinya diperhitungkan. Masalah harta atau suap atau apapun itu, yaaa....memang sih merupakan hal penting juga, namun kalo menurut gw yg naif ini, sesuatunya mesti diawali dengan niat yg baik...!! Perlihatkan sikap yg baik, prestasi kerja yg baik, pergaulan yg merangkul semua golongan...pokoknya yg menyentuh dan mempesona masyarakat. Tentunya, sentuhan dan pesona ini TIDAK BERLAKU SESAAT...namun hendaknya dilakukan secara berkesinambungan. Insya ALLOH, gw yakin...masyarakat tidak akan salah memilih.nyengir

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk kepedulian gw terhadap demokrasi Indonesia. Semoga menuju ke arah yg lebih baik.siyul-siyul


Artikel lain tentang Gubernur:
- [opini] Malangnya Nasib Gubernur DKI