pohon sagupohon jagungBagi yg SD-nya tahun 80an atau sebelumnya, 3 kata di atas yg menjadi judul artikel ini, akan tahu 'benang merah'nya. Yap...benang merah ketiga kata di atas adalah MAKANAN POKOK bangsa Indonesia. Kala itu, beras identik dg makanan pokok orang Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Jagung adalah makanan pokok orang Madura, Bali dan arah timur di Indonesia selatan. Sementara sagu adalah makanan pokok orang Maluku dan Irian Jaya (kini namanya Papua Barat).

Namun, belakangan ini, selama lebih kurang 20 tahun terakhir, pemerintah 'mengajarkan' hal yg salah...yakni MENASIONALISASIKAN BERAS. Dengan kata lain, orang Madura, orang Maluku, orang Papua 'dipaksa' menerima dan makan beras sebagai makanan pokok mereka. Jika ada orang Madura, Maluku atau Papua makan sagu atau jagung, akan dicap sebagai orang terbelakang, orang kuno, dari kampung, dst dst. Pokoknya pernyataan menghina.dzigh

Akibatnya, generasi2 berikutnya dari Madura, Maluku dan Irian, terbiasa untuk makan beras dibandingkan dg makanan 'leluhur' mereka. Mereka ogah untuk makan sagu dan jagung, karena stigma dan cap kampungan yg melekat pada makanan itu. Hal yg sama juga terjadi pada para petani lokal. Mereka kini lebih suka menanam padi dibandingkan sagu dan jagung.

Efeknya dirasakan sekarang. Krisis pangan beras terjadi...kita lihat, baca dan tonton di banyak berita di berbagai media, harga beras kian melangit. Gw mengalami sendiri kenaikan beras yg (cukup) bombastis ini. Semula harga beras yg biasa gw konsumsi sekitar Rp 4500 (kualitas no 1 lho...) kini harganya sekitar Rp 6300.halah Sementara itu, harga beras untuk orang miskin, yg biasanya sekitar Rp 3000-an, kini beranjak ke arah Rp 5000an.

SEMUA ORANG BERGANTUNG PADA BERAS...PADAHAL BERAS BUKAN SATU-SATUNYA SUMBER KARBOHIDRAT...!!!

2 adik gw yg di luar negeri juga mengalami hal ini. Mereka bilang, repot jadi orang Indonesia...kalo ga makan nasi ga akan dianggap sudah makan.halahngakak Dan ini juga penyebab jama'ah haji Indonesia (mengaku) kelaparan, karena mereka BELUM MAKAN NASI.

Menurut gw, pemerintah mesti bertanggung jawab...terutama karena 'edukasi' yg dilakukan...bahwa beras-lah SATU-SATUNYA makanan pokok bangsa Indonesia. Kalo ga makan beras, itu berarti orang Indonesia yg miskin, kampungan, terbelakang, dst dst. Terlebih lagi, tindakan pemerintah untuk menanggulangi krisis beras ini malah membuat lingkaran setan.

Lingkaran setan yg gw maksud adalah niat pemerintah untuk mengimpor beras. Dampaknya, jelas...para petani akan merugi karena beras mereka akan jatuh harganya. Padahal para petani ini sebenarnya sudah rugi karena krisis beras yg ada sekarang...semua harga akan naik...dan otomatis keuntungan yg seharusnya mereka dapatkan, akan habis karena harga2 kebutuhan juga ikut naik. *mungkin kali lain gw akan buat artikel khusus tentang petani...*

Kembali ke beras dan makanan pokok.

Menurut gw, seharusnya pemerintah menggalakkan (atau meng-edukasi) kembali jagung dan sagu sebagai makanan pokok. Singkong, buat gw, kurang tepat untuk di-edukasi-kan sebagai makanan pokok. Alasannya, setahu gw, singkong tidak cukup tahan lama dibandingkan jagung dan sagu....kecuali diolah terlebih dahulu. Sementara, bagi orang yg tidak beruntung, jangankan mengolah singkong, mendapatkan singkong juga sudah susah.nangis

Namun, ternyata peng-edukasi-an sagu dan jagung sebagai makanan pokok pun akan mengalami kendala...yakni TIDAK TERSEDIANYA SAGU DAN JAGUNG YG CUKUP. Hal ini jelas, karena produksi jagung dan sagu tidak cukup banyak, sebagai akibat para petani lebih suka bertanam padi serta semakin berkurangnya hutan sagu yg ada (di Maluku dan Papua).

So, apa donk solusinya?

Gw sendiri sekarang tidak mesti makan dengan nasi. Roti, jagung, lotek, mie, atau apapun itu, selama bisa membuat perut kenyang dan gw bisa beraktivitas lagi, gw makan...dan GA USAH MAKAN NASI LAGI. Ya ya ya...tidak mudah kok 'menyetel' perut kita agar mau menerima makanan non-beras sebagai makanan pokok...tapi gw sendiri yakin, jika beras tidak lagi dijadikan MAKANAN NASIONAL...maka krisis beras tidak akan terjadi lagi...karena orang2 punya makanan pokok sendiri...sesuai dengan kebutuhan...bukan karena paksaan.siyul-siyul

BPPT sendiri menyatakan bahwa sagu juga merupakan sumber karbohidrat yg baik, serta bisa menjadi alternatif makanan pokok.

Anda akan belajar makan non-beras sebagai makanan pokok, atau keukeuh pengen makan nasi sebagai hidangan utama?melet