2/28/2007

Sore ini, saat menuju kantor, setelah pulang dari client, seperti biasa gw lewat jl H Agus Salim yg menuju jl Sudirman. Saat lewat spbu di ujung jl Santa Theresia (kalo ga salah), gw perhatikan kok jalanan di situ sepi banget dari para joki 3in1 yg biasanya mulai jam 16.00 sudah rame2 'mejeng' di sana. Bahkan, hingga menjelang perempatan jl H Agus Salim dengan jl Diponegoro, sedikit sekali (hampir ga ada?) joki yg terlihat.

Hanya saja, beberapa kali gw sempat lihat ada beberapa joki yg lari2...entah pergi kemana. Gw sedikit heran saja..ngapain tuh joki lari2? Olahraga sore? melet

Menjelang Bank Mandiri, barulah gw tahu kenapa para joki 'menghilang' sore ini. Terlihat sebuah mobil satpol PP membawa 2orang joki 3in1 yg duduk 'lesu' di bagian belakang. Oalah...pak...pak...mereka kan mencari rejeki dg halal, ngapain ditangkap? Melanggar ketertiban? Pemda-nya sendiri sudah tertib ga? Peraturannya yg mesti diperbaiki, bukannya malah nangkepi orang2 'tidak bersalah' yg berusaha mencari rejeki dg cara yg halal.

Teringat lagi gw dengan sikap satpol PP yg 'dituduh' menganiaya seorang joki 3in1 hingga tewas (yg kini kasusnya sudah menguap). Meski, memang ada juga joki 3in1 yg nakal, dengan melakukan tindakan kriminal, namun gw yakin rata2 para joki adalah orang baik2 kok.

Pak Satpol PP berani ga nangkepin koruptor? Ga punya nyali, atau keberaniannya bisa ditukar dg uang??

Posted on Wednesday, February 28, 2007 by M Fahmi Aulia

2 comments

2/27/2007

Terkait dengan artikel gw sebelumnya, artikel ini dibuat dan dimuat sebagai umpan balik dari kegelisahan yg gw rasakan sejak gw masih kuliah dan melihat kondisi petani2 Indonesia...meski mungkin tidak sampai pada tahap proletar dan sosialis, tapi yaaa...ndak apa2 toh gw melepas uneg2 di pikiran gw ini. Mudah2an bisa berguna.nyengir

Jadi begini....pemikiran ini dimulai sejak awal kuliah. Dalam satu waktu, gw mendapat kesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan seorang dosen senior...tapi bukan dari ITB sih...dari UNPAD. Dalam diskusi dengan beliau, gw mendapatkan gambaran yg lebih jelas dan cukup rinci mengenai nasib, perilaku, dan gaya hidup (mayoritas?) petani dan pertanian Indonesia.

Sebenarnya apa yg diceritakan dosen tersebut bukanlah hal baru...karena gw sudah banyak baca dari berbagai sumber...namun, perbedaannya adalah KEHIDUPAN PETANI DAN PERTANIAN INDONESIA TIDAK SEBAIK SEPERTI YG AKU BACA...!!!

Sebagai contoh, bibit padi, yg di era 80-an begitu digembar-gemborkan sebagai hasil penelitian para ilmuwan Indonesia di bidang pertanian, ternyata menurut dosen UNPAD tersebut, sebenarnya bibit tersebut adalah hasil kerjasama...jadi TIDAK 100% hasil penelitian ilmuwan Indonesia. Dan ternyata memang terbukti, bahwa bibit tersebut ternyata 'tidak layak' ditanam di Indonesia...karena banyak hal. Yg masih gw inget, ketidak layakan tersebut dikarenakan:
1. Cuaca yg tidak serupa. Negara tempat bibit itu diteliti dan dikembangkan, memang sama2 negara tropis...namun Indonesia, seperti kita ketahui bersama,mempunyai keunikan cuaca yg sulit ditemui. Terutama seperti kasus kemarau dan musim hujan yg baru lalu...di mana saat akhir tahun 2006 begitu sulit turunnya hujan, sedangkan di awal tahun 2007...hujan begitu 'getol' menyiram bumi persada Indonesia...membuat banyak daerah, terutama Jakarta, mengalami musibah dan bencana banjir. 'Parahnya', banjir (terutama di Jakarta) malah menjadi tujuan wisata baru.dzigh

2. Hama yg ada di Indonesia yg bermutasi. Pada saat bibit padi tersebut dikembangkan, gw yakin para ilmuwan sudah memperhitungkan faktor hama sebagai hal yg harus bisa diantisipasi oleh bibit yg mereka teliti. Namun, penggunaan insektisida dan pestisida (yg berlebihan) oleh para petani, membuat hama2 tersebut bermutasi dan imun. Walhasil, ketika bibit tersebut ditanam di Indonesia, hama yg menyerangnya bukan lagi hama bertipe sama seperti beberapa waktu lalu, melainkan sudah menjadi hama dg jenis baru yg lebih ganas dan lebih kebal. Belum lagi serangan tikus, yg meski tidak lagi sesemarak dulu, namun masih menjadi satu kendala yg cukup mengganggu petani setempat.

3. Kondisi lahan yg tidak kondusif. Para petani Indonesia ternyata tidak mendapat penyuluhan yg memadai mengenai cara merawat dan memperbaiki lahan dg baik. Setahu gw, pemberian pupuk yg berlebihan ke tanah malah akan membuat kondisi tanah jelek. Gw ga tau persis...soalnya gw ga pernah mengenyam pendidikan pertanian. Mungkin anak lemah ini bisa menjelaskan fenomena ini.siyul-siyul

Ok...kita tutup masalah bibit beras...menuju topik lainnya....

Diskusi gw berlanjut dg pertanyaan gw ke dosen Unpad, mengenai perbandingan petani Amerika Serikat dg petani Indonesia, dalam luas lahan yg dikelola.

Dosen Unpad tersebut tertawa ketika beliau dengar pertanyaan ini. Ketika gw tanya kenapa ketawa...beliau menjelaskan bahwa sebenarnya PETANI INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT MEMPUNYAI PERBANDINGAN YG SAMA DALAM HAL LAHAN, yakni 1 (SATU) BANDING 10 (SEPULUH). Penjelasannya sebagai berikut. Di Amerika Serikat, 1 petani bisa mengolah hingga 10 hektar lahan pertanian. Sementara untuk petani Indonesia, 1 hektar dikerjakan oleh 10 petani.

HWADAH...GW LANGSUNG TERBENGONG-BENGONG, SEBELUM AKHIRNYA TERTAWA (miris dan getir) mendengar penjelasan beliau. Gw pikir perbandingan sama untuk 'item' yg sama...ternyata perbandingannya 'terbalik'. Pantas saja...jika kita lihat, petani Amrik punya begitu banyak alat2 pertanian (modern), mulai dari traktor, kemudian mesin panen, pengepak (hasil panen), dst dst. Sedangkan, jika kita perhatikan para petani kita masih 'rukun' dengan kerbau dan bajaknya. Bisa dibayangkan...petani Amrik, dg peralatan canggihnya bisa mengatasi dan menangani 10 hektar lahan dg waktu yg cepat dan hasil (panen) yg berlimpah....sementara petani Indonesia....ah, sudahlah...tak tega gw ngebahasnya.nangis

Selesaikah obrolan gw dg dosen Unpad? Ternyata belum...

Beliau menjelaskan juga, bahwa pemerintah Amrik begitu melindungi dan PUNYA VISI memajukan para petaninya. Penyediaan peralatan modern, menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan pangan, hingga pemberian subsidi dan proteksi terhadap serbuan produk pangan dari luar negeri, menunjukkan hubungan yg harmonis antara petani dan pemerintah.

Sementara di Indonesia, yaa...kita tahu sendirilah...pemerintah lebih 'doyan' mempersulit petani, dg memihak pengusaha. Harga pupuk dinaikkan, harga gabah diturunkan, syarat yg beraneka ragam untuk mempersulit petani mendapat kredit, bunga yg tinggi untuk kredit, dst dst. Walhasil, petani Indonesia lebih banyak bergulat untuk mengurus perutnya dibandingkan untuk memperoleh penghasilan yg lebih layak.

Saat ini, sudah banyak pihak petani tidak memiliki lahan. Rata2 lahan mereka dimiliki oleh orang kota (yg lebih punya duit), sementara para petani 'hanya' bertugas mengolah dan mengurus tanah majikannya. Tidak tertutup kemungkinan, jika penghasilan yg didapat si majikan dirasa tidak memadai, lahan sawah akan berubah menjadi rumah, toko, bahkan menjadi pusat perbelanjaan.

Sulitnya hidup petani, membuat generasi muda (kian) malas untuk memilih petani sebagai profesi/bidang kerja. Alasannya jelas, di tengah suasana hedonisme dan kebutuhan hidup yg kian meningkat, profesi petani (Indonesia) tidak banyak mendatangkan keuntungan. Profesi dokter, insinyur, pengusaha muda, dst dst lebih diminati. Walhasil kian terpuruklah para petani Indonesia...nangis

Menurut gw, salah satu generasi muda yg 'patut' disalahkan adalah mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor). Lho, apa pasal mereka patut disalahkan? Ya jelas lah...mereka yg kuliah di IPB SEMESTINYA mempunyai visi untuk memajukan pertanian Indonesia. Setidaknya, dari ide dan pemikiran serta kreativitas mereka, diharapkan ada terobosan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani.

Masalahnya, rata2 lulusan IPB 'emoh' menjadi orang yg kompeten di bidangnya. Alih2 memajukan dan mempunyai kreativitas serta terobosan di bidang pertanian, kebanyakan lulusan IPB menjadi BANKIR atau bidang lain yg (menurut gw, maaf) tidak relevan. Beberapa temen gw yg kuliah di IPB, saat lulus (setahu gw) tidak seorangpun yg berkecimpung di bidang pertanian. Malah jadi bankir (seperti gw sebut di atas) atau malah menjadi developer. Bahkan, seinget gw ketika kuliah, para menteri yg menjabat atau terkait bank, biasanya lulusan IPB. Tidak heran, sempat muncul 'joke' kepanjangan IPB adalah Institut PerBankan.ngakaknyengir

Idealnya, dengan lulusan IPB yg cukup banyak serta dibekali ilmu pertanian, mereka bisa berinovasi dan melakukan terobosan di bidang pertanian. Ok lah...petani Indonesia tidak mempunyai lahan yg luas, so para lulusan IPB ini hendaknya mencari suatu...hmm....metoda (yg lebih efektif) untuk memanfaatkan luas lahan yg tidak seberapa itu. Di jaman dulu sih, pas jaman gw SD, ada metode diversifikasi dan intensifikasi yg diajarkan...entah, apakah anda2 semua cukup jadul untuk tahu dan ingat apa itu metode diversifikasi dan intensifikasi (gw tambahin dg metode ekstensifikasi)??cekikikan

Hal lain, yg membuat petani Indonesia tidak mempunyai lahan yg luas adalah:
1. Tidak mau program transmigrasi. Ok...ok...yg gw maksud di sini adalah petani Jawa. Padahal di luar pulau Jawa, masih banyak lahan kosong yg disiapkan pemerintah untuk membantu petani. Lah ini, sekarang, yg kena banjir pun ogah ikut transmigrasi. Walhasil, kehidupan mereka tidak bisa ke tingkat yg lebih baik.

2. Lahan di luar pulau Jawa lebih banyak ditebangi dan digunakan untuk keperluan 'tidak jelas'. Walhasil pemerintah sendiri sudah mulai kesulitan mencari lokasi yg cocok bagi petani yg (masih berminat) transmigrasi.

Hal lain, yg pernah gw temui dan sempat bahas ketika kuliah, mengenai penyebab petani Indonesia sulit keluar dari tingkat kemiskinan adalah POLA PENANAMAN YG SERAGAM. Serupa tapi tak sama dengan penyeragaman dan nasionalisasi beras, penyeragaman tanaman yg dilakukan oleh pemerintah kepada para petani membuat harga menjadi tidak jelas. Tidak jelasnya karena jika stok berlimpah, membuat harga menjadi (terlalu) murah, sedangkan jika stoknya kosong (karena para petani mengalami musibah yg serupa, yakni banjir) membuat krisis pangan sehingga import beras dilakukan...walhasil petani yg masih bisa panen beras pun tidak mempunyai peluang untuk mendapatkan penghidupan yg lebih layak.

Belum lagi tidak ada (?) usaha pemerintah untuk menyediakan alat2 pertanian yg modern serta pemberian kredit dg bunga rendah.

Ya ya ya...benar2 sebuah benang kusut yg mungkin ga akan didapat solusinya, kecuali pemerintah mengambil tindakan tegas serta aksi yg nyata serta berpihak pada petani.

Udahan dulu ah....cape bow mikir kaya gini...soalnya gw sendiri ga bisa ngasih tindakan nyata...bisanya ngecap dan nyablak doank...hihihih...mestinya anak2 IPB tuh yg take an action....ga cuma menjadi anak lemah melulu...cekikikan

Posted on Tuesday, February 27, 2007 by M Fahmi Aulia

9 comments

2/26/2007

Sebenarnya ini sudah sedikit basi...tapi tidak ada salahnya gw muat...sebagai FYI geto loh...

Dimulai dari obrolan Adis, seperti berikut:

ferxyz (12:22:41 AM): :D
ferxyz (12:22:41 AM): nape loe?
adis_xxx (12:22:55 AM): grrrrr
adis_xxx (12:22:56 AM): bete
adis_xxx (12:23:06 AM): :((
adis_xxx (12:23:11 AM): sariawan dua biji di lidah
adis_xxx (12:23:19 AM): peurihhhhhhhhhhhhhhhhhhhh bener
ferxyz (12:23:29 AM): :))
adis_xxx (12:23:41 AM): gag bisa makan enak nih
adis_xxx (12:23:44 AM): :(
ferxyz (12:24:19 AM): mkn cabe
ferxyz (12:24:19 AM): biar sembuh
ferxyz (12:24:19 AM): or jeruk dis
ferxyz (12:24:19 AM): lgs taro di tmp sariawannya
ferxyz (12:24:27 AM): makanya kl ciuman jgn nepsong
ferxyz (12:24:27 AM): kegigit jd sariawan
adis_xxx (12:24:37 AM): gue dah pake albotil neh
adis_xxx (12:24:43 AM): yeeeee
adis_xxx (12:24:48 AM): ;))
adis_xxx (12:24:52 AM): :">
ferxyz (12:25:06 AM): heh jgnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
ferxyz (12:25:06 AM): itu udah di larang
adis_xxx (12:25:18 AM): hah knp emang?
adis_xxx (12:25:22 AM): kata siapa di larang?
ferxyz (12:25:31 AM): ga boleh lg di konsumsi
ferxyz (12:25:31 AM): loe ga tau ya?
ferxyz (12:25:31 AM): iya bnr
adis_xxx (12:25:33 AM): :-O
ferxyz (12:25:52 AM): coba deh tny sm dr toris
ferxyz (12:25:52 AM): gw lupa knp2nya
ferxyz (12:25:52 AM): kl ga slh, matiin jaringan
adis_xxx (12:26:06 AM): tp kan bukan di konsumsi, cuma di tetesin dikittttt
adis_xxx (12:26:12 AM): :-O
adis_xxx (12:26:15 AM): masa sih?
ferxyz (12:26:30 AM): iya
ferxyz (12:26:37 AM): yeee
ferxyz (12:26:49 AM): tny coba ma dr toriz
adis_xxx (12:26:59 AM): ooooooooo
adis_xxx (12:27:05 AM): gaswat
adis_xxx (12:27:11 AM): gue dah pake sejak 3 hari yg lalu
adis_xxx (12:27:16 AM): tiap siang ama sore
adis_xxx (12:27:23 AM): tp blm sembuh2 juga :(
ferxyz (12:27:34 AM): ga tau ada air raksa or apalah
ferxyz (12:27:34 AM): uuuuuuuuuuu
ferxyz (12:27:34 AM): itu ga nyembuhin
adis_xxx (12:28:12 AM): air raksa?
adis_xxx (12:28:14 AM): ???
adis_xxx (12:28:17 AM): omg!!!

Sempat ada yg bilang kalo abotil memang sudah dilarang...
bener, Abotil dah dilarang.
duh, imel klarifikasinya kehapus.
Tapi karena imel klarifikasinya tidak pernah gw dapetin...gw anggap ini hoax juga...siyul-siyul

Priyadi sendiri punya pendapat seperti berikut:
HOAX... kalo dilarang pasti apotik udah gak jualan
mungkin yang ditakutin bukan air raksa, tapi formalin.
Golda punya opini yg mengejutkan:
abothil itu obat buat vagina.. bukan buat sariawann
Untungnya Ivo memberikan penjelasan dari statement Golda
bisa buat dua-duanya sus.
obat ini cepet banget nyembuhin luka.
cuman ya itu pedihnya minta ampun.

buat yang abis melahirkan, cuma ini obat buat lukanya cepet pulih.
kalo mau gak sembuh-sembuh ya silakan gak pake albothyl.

nah karena kemampuannya yang cepat menyembuhkan luka,
albothyl dosis kecil dijual sebagai obat sariawan.

btw namanya ALBOTHYL™.
dan barusan nyari di internet belum nemu info resmi soal ditariknya obat ini.

kayaknya ada yang nyebar hoax deh.
mungkin karena obat ini terlalu pedih jadi ada yang dendam.

besok kalo gue gak suka sama minuman botolan apa gitu,
gue bikin hoax aja kali ye bahwa minuman itu mengandung air raksa.

dokter kandungan memilih obat ini supaya luka cepet sembuh.
soalnya luka (yang sangat besar itu) kalo dibiarin bleeding
seminggu dua minggu menunggu sembuh sendiri,
yang ada keburu kehabisan darah itu ibu yg abis melahirkan.

so, ladies, persiapkan mental anda.
sariawan itu sakitnya "baru" segitu.
Mas Setiawan melengkapi dg statement berikut:
Gak mungkin ada air raksa, bikin sediaan internal kan syarat2nya ketat banget, kalo nggak mana mungkin lolos uji. Albotyl itu kalo gak salah buat vaginasis, or samting laik det *garuk-garuk*, karena jaringan dibawah sana dan jaringan di mulut mirip-mirip gitu lha, jadinya bisa dipake untuk sariawan. Basically albotyl berguna untuk melindungi jaringan yang terluka (ie. sariawan) dari bahan2 asing (makanan, minuman, etc) dan memberi perlindungan untuk luka biar bisa sembuh meski berada di daerah yang basah/lembab. Seinget gw sih gitu. Cmiiw ^^
Sementara, dokter gigi Rara menjawab demikian:
DEFINETELY HOAX!!!
Tepu tuh albothyl kalau pake raksa! Isi albotyl adalah policresulen *lagi baca komposisi di botolnya*

Justru albotil itu adalah obat yg paling direkomendasikan untuk kauterisasi luka, sebab albotil tidak merusak jaringan sehat. Albotil hanya mengkauter jaringan yang terinfeksi. Coba saja albotil ditaruh di bagian yg nggak ada sariawannya, nggak bakal terasa apa2.

Adis, kalau sariawan itu ada macam-macam penanganannya..
Bisa pake obat, misalnya pake albotyl atau solcoceryl.
Buat yang nggak tahan sakit bisa pake solcoceryl, berupa salep tinggal dioleskan di tempat yang bermasalah.
Selain itu dalam rangka membantu pemakaian obat, kalau setelah sikat gigi bisa kumur dengan obat kumur (Oral-B, atau listerine, atau betadine, sama saja). Kumurnya selama 30 detik. Setelah kumur, jangan kumur pake air lagi. Dibiarkan saja, supaya zat-zat yang di dalam obat kumur itu bereaksi.

Semoga mencerahkan.
Lalu Adis memberikan klarifikasi:
Waks..iya Ra, Sabtu kmrn gue ke dokter gigi sekalian kontrol...
pas gue bilang lagi sariawan, ternyata sama dokter gigi gue di kasih albhotyl juga..
dan katanya bohong itu kalo albotyl mengandung air raksa...
Penasaran, gw googling, dan menemukan beberapa info berikut:

http://www.pom.go.id/nonpublic/reg/detail_produk.asp?idp=22242011&klas_id=01
Produk : ALBOTHYL LAIN-LAIN 360 MG/gram Botol plastik @ 100 ml
Nomor registrasi : DKL8121600341A1
Bentuk Sediaan : LAIN-LAIN 360 MG/gram
Kemasan : Botol plastik @ 100 ml
Komposisi : POLICRESULEN
Klasifikasi : Obat:: GENITO URINARY SYSTEM AND SEX HORMONES :: Gynecological antiinfectives and antiseptics
Produsen : PHAROS INDONESIA

http://www.pharos.co.id/detail_produk.asp?nm_produk=ALBOTHYL%20ovula
ALBOTHYL ovula ®
Golongan : R
Komposisi :
1 Albothyl ovula (vaginal suppository) mengandung 90 mg Albothyl
Indikasi :
Ginekologi : Vaginitis, keputihan vagina dan serviks (leher rahim) karena berbagai etiologi, ektropia dan erosi dari porsio dan serviks, servisitis. Sebagai hemostatik setelah biopsi dan pengangkatan polip di serviks, erosi uretra eksterna dan papiloma uretra, kondiloma akuminata. Luka akibat pemakaian instrumen ginekologi, untuk mempercepat proses penyembuhan setelah elektro-koagulasi.

http://www.medicastore.com/cybermed/detail_obat.php?idobat=0000000123
NAMA ALBOTHYL VAGINA SUPPOSITORIA
GENERIK Polikresulen (produk kondensasi Asam Metakresolsulfonat & Metanal).
KEMASAN Vagina supositoria 90 mg x 6 biji.
INDIKASI
# Pengobatan lokal pada inflamasi/peradangan servikal (leher rahim) & vagina bersamaaan dengan keputihan, kolpitis (radang liang vagina) & servisitis (radang leher rahim), erosi servikal, trikomoniasis & kandidiasis.
# Menghentikan perdarahan setelah biopsi & pembuangan polip servikal.
# Ulkus dekubitus yang disebabkan oleh pessarium (alat yang dipasang dalam liang senggama untuk menyangga rahim atau poros usus, atau untuk kontrasepsi) setelah elektrokoagulasi untuk regenerasi aktif.
# Kutil pada alat kelamin.
HARGA
Rp. 54,016,- / kemasan

Kesimpulannya:
1. Albothyl mengandung air raksa (atau merkuri) adalah HOAX
2. Penggunaan Albothyl sendiri sebenarnya lebih ditujukan untuk VAGINA, BUKAN UNTUK SARIAWAN

Tapi, kayanya asyik juga kalo nyebarin hoax kalo....ah, sudahlah, ga jadi deh...hihihih...siyul-siyulmode iblis on

Posted on Monday, February 26, 2007 by M Fahmi Aulia

7 comments

*mudah2an berguna...*

Pendahuluan
Selama beberapa kurun waktu yang lalu menurut Watts dan Zimmerman, akuntansi secara tradisional telah dipahami dan diajarkan sebagai satu set prosedur rasional yang digunakan untuk menyediakan informasi, yaitu informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengendalian. Dalam pengertian semacam ini, akuntansi tampak seperti teknologi yang kelihatan konkrit (tangible) dan bebas dari nilai masyarakat (value-free) dimana akuntansi tersebut dipraktikan. Pandangan ini dalam studi kontemporer ternyata mendapatkan kritik yang keras dari pihak lain terutama dari sisi asumsi filosofinya.

Kemudian Hopwood dan Morgan mengatakan sejak tahun 1990-an, mulai ada perhatian yang kuat dari para peneliti akuntansi dalam upaya memahami akuntansi dalam pengertian yang lebih luas, misalnya dalam konteks sosial dan organisasi. Adanya perhatian semacam ini berakibat pemahaman akuntansi menjadi berubah, yaitu akuntansi mulai dipahami sebagai entitas yang selalu berubah (an over-changing entity), dengan kata lain akuntansi tidak lagi dipandang sebagai produk jadi atau statis (a static finished product) dari suatu masyarakat, tetapi dipandang sebagai produk yang selalu mengalami perubahan setiap waktu tergantung pada lingkungan dimana ia hidup dan dipraktikan.

Di samping mengalami perubahan-perubahan seperti tersebut di atas, akuntansi tidak begitu saja ada (eksis) tanpa pengaruh dari lingkungannya, tetapi juga secara aktif menebar kekuatan (pengaruh) potensialnya untuk mempengaruhi dan membentuk lingkungan serta realitas dimana ia hidup dan dipraktikkan. Lebih lanjut Morgan dalam hal ini mengatakan bahwa akuntansi tidak hanya merefleksikan realitas, tetapi juga membentuk realitas.

Bertolak dari beberapa pandangan dan pemikiran di atas, akhir-akhir ini banyak bermunculan peneliti akuntansi yang mempelajari akuntansi sebagai “organisationally-situated practice”, yaitu praktik yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk studi praktik akuntansi yang berhubungan dengan organisasi agama (etika atau nilai-nilai religius), misalkan dengan munculnya konsep Akuntansi Syariah atau akuntansi yang berdasarkan etika atau nilai syariah Islam.

Menghadapi fenomena yang terjadi seperti itu dengan niatan untuk merubah persepsi terhadap akuntansi, kami Badan Eksekutif Mahasiswa STEI SEBI–sebuah organsisasi eksekutif strategis, pengambil kebijakan mahasiswa di kampus STEI SEBI– dan Islamic Economic Forum (IsEF) STEI SEBI––kelompok diskusi seputar ekonomi Islam yang bekerjasama dengan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bermaksud mengundang pihak sekolah untuk mengutus delegasinya pada kegiatan Olimpiade Akuntansi SMA sederajat se-Jadetabek yang memperebutkan piala tetap MENEGPORA.

Detail Acara
1) Technical Meeting
Tanggal Pelaksanaan : Kamis, 08 Maret 2007
Tempat : STEI SEBI
Komp. Ciputat Indah Permai Blok C 25 – 26
Jln. Ir. H Juanda No 50 Ciputat
09.00-09.30 WIB Registrasi dan persiapan
09.30-09.35 WIB Hiburan
09.35-09.45 WIB Pembukaan
09.45-10.00 WIB Pengenalan Konsep umum OA
10.00-10.15 WIB Sistematika seleksi I (babak penyisihan)
10.15-10.30 WIB Sistematika seleksi II ( semi final)
10.30-10.45 WIB Sistematika Explorasi
10.45-11.15 WIB Sistematika seleksi III (Grand Final)
11.15-11.40 WIB Tanya Jawab
11.40-11.45 WIB Penutup dan doa

2) Seleksi I (Penyisihan)
Tanggal Pelaksanaan : Sabtu, 10 Maret 2007
Tempat : Gedung Arthaloka (Aula PT PNM Lantai 10)
Jln. Jenderal Sudirman Kav. 2 Jakarta 10220
09.00-09.30 WIB Registrasi
09.30-09.35 WIB Hiburan
09.35-10.00 WIB Pembukaan + Sambutan WaKa Bid. Akademik dan Kemahasiswaan STEI SEBI (M.I.Sigit Pramono, SE., Ak, MS.ACC)
10.00-11.30 WIB Ujian
11.30-11.40 WIB Pengumpulan jawaban, hiburan dan pembagian snack
11.40-12.00 WIB Pengumuman dan penutup.

3) Seleksi II (semi final)
Tanggal Pelaksanaan : Sabtu, 17 Maret 2007
Tempat : Gedung Arthaloka (Aula PT PNM Lantai 10)
Jln. Jenderal Sudirman Kav. 2 Jakarta 10220
08.00-08.30 WIB Registrasi
08.30-11.00 WIB Ujian
11.00-11.10 WIB Pengumpulan jawaban, hiburan dan pembagian snack
11.10-12.00 WIB Pengumuman dan penutup

4) Explorasi
Tanggal Pelaksanaan : Kamis, 22 Maret 2007
Tempat : STEI SEBI
Komp. Ciputat Indah Permai Blok C 25 – 26
Jln. Ir. H Juanda No 50 Ciputat
09.00-09.30 WIB Registrasi
09.30-12.00 WIB Pemberian materi Akuntansi Syariah (Mulyaning Wulan, SE., Ak.)
12.00-13.00 WIB Ishoma
13.00-16.30 WIB Pemberian materi Ekonomi Syariah (Handi Risza Idris, SE., MEc.)
16.30-16.45 WIB Pengumuman dan penutup

5) Seleksi III (Grand Final)
Tanggal Pelaksanaan : Sabtu, 24 Maret 2007
Tempat : Wisma MENPORA
Jln. Gerbang Pemuda Kelurahan Gelora
Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat
08.00-08.30 WIB Registrasi peserta
08.30-08.40 WIB Pembukaan Olimpiade Akuntansi
08.40-08.50 WIB Video Flash back Olimpiade Akuntansi
08.50-10.20 WIB Grand Final Olimpiade Akuntansi
10.20-10.30 WIB Pembukaan Gebyar Ekonomi Syari’ah
10.30-10.40 WIB Sambutan Ketua SEBI (Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, MSc)
10.40-10.50 WIB Keynote speaker Dir. Direktorat Perbankan Syari’ah BI Bpk Harisman
10.50-11.05 WIB Akrobatik Tifan Po Khan
11.05-11.15 WIB Sambutan MENEGPORA Bpk Adhiyaksa Dault, SH., Msi
11.15-11.45 WIB Teateritical Ekonomi Syariah ”Teater SENYUM”
11.45-12.45 WIB Orasi Ilmiah Ekonomi Syariah
12.45-13.00 WIB Pembagian hadiah Olimpiade Akuntansi
13.00-13.30 WIB Kontemplasi
13.30-13.35 WIB Penutup

Peraturan Olimpiade Akuntansi
I. TATA TERTIB DAN SISTEM PERTANDINGAN OLIMPIADE AKUNTANSI TINGKAT SMU/SEDERAJAT SE-JADETABEK TAHUN 2007

Ketentuan Peserta
1. Merupakan perwakilan dari tiap sekolah yang telah terdaftar pada panitia pelaksana dangan jumlah maksimal 3 tim. Dimana satu tim terdiri dari dua orang.
2. Selama kegiatan berlangsung peserta harus mengenakan tanda peserta yang telah dibagikan oleh panitia.
3. Peserta diharuskan membawa alat tulis dan alat hitung dan clipboard tetapi tidak diperbolehkan membawa catatan atau kumpulan rumus atau sesuatu yang sifatnya membantu usaha peserta dalam menjawab pertanyaan secara tidak jujur.
4. Panitia menyediakan kertas buram untuk membantu peserta dalam mengerjakan soal – soal yang disajikan.
5. Peserta hadir 45 menit sebelum pertandingan dimulai untuk mengisi agenda pertandingan (daftar hadir).
6. Selama pertandingan berlangsung tidak dibenarkan untuk mengadakan pergantian peserta dengan alasan apapun dan peserta tidak dibenarkan untuk makan dan minum atau melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban dan kelancaran kegiatan.
7. Peserta di-diskualifikasi apabila hingga panggilan ke-3 (tiga) oleh panitia untuk hadir, ternyata tidak hadir ditempat yang telah disediakan.
8. Peserta menggunakan seragam sekolah dengan lengkap.

Ketentuan Pertandingan
1. Babak Penyisihan
a). Diikuti oleh seluruh peserta
b). Jenis soal adalah pilihan berganda dengan jumlah soal 150 buah, dan waktu yang diberikan adalah 90 menit.
c). Setiap soal mempunyai bobot nilai yang sama
d). Seluruh pertanyaan diajukan dalam bentuk tertulis pada lembar soal dan peserta menjawab soal pada lembar jawaban yang telah disediakan panitia.
e). Setiap soal yang dijawab benar akan mendapat nilai +4 dan jawaban yang salah akan mendapat nilai -1, sedangkan soal yang tidak dijawab tidak mendapatkan nilai.
f). Nilai akhir setiap peserta adalah jumlah dari plus dan minus pada setiap soal.
g). Peserta yang berhak maju ke babak berikutnya adalah 20 tim terbaik yang masuk peringkat 1-20. penentuan peringkat tersebut berdasarkan 20 nilai akhir terbaik.
h). Jika jumlah peserta (berdasarkan 20 nilai akhir terbaik), ternyata lebih dari 20 tim karena terdapat beberapa tim yang memperoleh nilai akhir yang sama, maka keputusan mengenai 20 tim berhak maju ke babak selanjutnya akan ditetapkan oleh panitia.
i). Hasil akhir akan diumumkan oleh panitia.

2. Babak semi final
a). Diikuti oleh 20 tim yang terpilih pada babak penyisihan
b). Jenis soal adalah membuat laporan keuangan (siklus akuntansi) dan waktu yang diberikan adalah 150 menit
c). Penilaian mutlak berada di tangan juri.
d). Peserta yang berhak maju ke babak grand final adalah 5 tim terbaik dengan nilai akhir terbaik.
e). Jika jumlah peserta (berdasarkan 5 nilai akhir terbaik) ternyata lebih dari 5 tim karena terdapat beberapa tim yang memperoleh nilai sama, maka tim–tim yang memperoleh nilai sama harus mengikuti babak khusus yang waktu dan tempatnya akan ditentukan oleh panitia hingga tercapai 5 tim terbaik.
f). Nilai akhir dari seluruh peserta akan diumumkan oleh panitia pada saat eksplorasi.

3. Eksplorasi
a). Diikuti oleh 20 tim yang terpilih pada babak penyisihan.
b). Selama eksplorasi peserta akan diberikan materi berupa Akuntansi Syariah dan Perbankan Syariah.
c). Pengumuman 5 tim terbaik yang berhak maju ke babak grand final akan dilakukan setelah seminar.

4. Babak Grand Final
a). Diikuti oleh 5 tim terbaik yang terpilih pada babak semi final.
b). Peserta diharapkan membawa supporter dari sekolahnya masing–masing untuk memberi dukungan dan menampilkan yel–yel pada saat awal acara. Jumlah supporter maksimal 15 orang.
c). Jenis soal pada babak grand final adalah cerdas cermat yang terdiri dari 3 jenis pertanyaan, yaitu ;
== Pertanyaan amplop 1
== Pertanyaan amplop 2
== Pertanyaan rebutan
d). Ketentuan pada amplop 1
== Tiap tim diberikan kesempatan untuk memilih amplop yang sudah disediakan panitia.
== Tiap amplop terdiri dari 10 soal dengan jawaban benar atau salah.
== Tiap soal mempunyai nilai 50 jika dijawab dengan benar dan 0 jika dijawab dengan salah.
== Tiap tim diberikan waktu 5 detik untuk menjawab soal tersebut.
== Pertanyaan tidak dapat dilempar ke tim lawan.
e). Ketentuan pada amplop 2
== Tiap tim mendapat kesempatan untuk memilih 1 (satu) amplop secara bergiliran dimana tiap amplop berisi 3 soal cerita pendek
== Tiap soal bernilai 100 jika dijawab benar dan 0 jika salah.
== Pertanyaan dapat direbut secara bergiliran jika tim yang bersangkutan tidak dapat menjawab dalam selang waktu yang diberikan. Jika jawaban tim yang merebut salah maka tim tersebut akan dikurangi nilainya sebanyak 25.
== Tiap tim diberikan waktu 15 detik untuk menjawab soal tersebut.
f). Ketentuan pertanyaan rebutan
== Diberikan untuk seluruh peserta sebanyak 20 pertanyaan untuk diperebutkan. Jika jawabannya benar maka mendapat nilai 100, jika salah atau tidak dapat menjawab maka akan mendapat nilai -50
== Pada saat pembacaan soal, jika terdapat peserta yang menekan bel (dalam hal ini juri yang menentukan), maka pembacaan soal dihentikan saat itu juga, dan peserta tersebut harus menjawab saat itu juga.
== Setelah soal selesai dibacakan, seluruh peserta berhak menekan bel. Peserta yang menekan bel pertama (dalam hal ini juri yang menentukan) harus segera menjawab soal tersebut.
== Jika tidak ada satupun peserta yang menjawab pertanyaan sampai selang waktu yang ditentukan (sejak soal dibacakan) telah habis, maka akan dilanjutkan dengan pembacaan pertanyaan soal berikutnya setelah juri memberitahukan jawaban yang benar.
== Jawaban yang dinilai hanya jawaban pertama.
g). Nilai akhir tiap tim akan dirangking, dimana nilai yang paling tinggi akan ditetapkan sebagai juara I, kemudian juara II dan juara III Olimpiade Akuntansi tingkat SMU/Sederajat se-Jadetabek tahun 2007.
h). Apabila terdapat peserta dengan nilai akhir yang sama, maka peringkat akan ditentukan melalui sebuah pertanyaan yang akan diperebutkan oleh peserta yang bersangkutan.

B. KETENTUAN LAIN – LAIN
A. Apabila terdapat aturan – aturan yang belum termuat, panitia berhak mengadakan perubahan dan penambahan aturan atau acara yang akan disampaikan kemudian kepada peserta.
B. Seluruh keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

III. MATERI PERTANDINGAN
== Akuntansi Perusahaan Jasa
== Akuntansi Perusahaan Dagang
== Pengetahuan Istilah Akuntansi

Hadiah

Juara I : Tabungan sebesar Rp. 3.000.000,-
Piala Tetap Menegpora
Beasiswa full S1(satu) STEI SEBI
Bingkisan

Juara II : Tabungan sebesar Rp. 1.250.000,-
Piala Tetap Menegpora
Beasiswa SI(satu) selama 6 semester STEI SEBI
Bingkisan

Juara III : Tabungan sebesar Rp. 750.000,-
Piala Tetap Menegpora
Beasiswa SI (satu) selama 4 semester STEI SEBI
Bingkisan

Mekanisme Pendaftaran dan Formulir
Pendaftaran dapat dilakukan melalui :
1. Fax : (021) 7418977
2. Email : ges_sebi@yahoo.com
Pembayaran dapat dilakukan melalui :

No. rekening :
7701013102
Bank Bukopin Syari’ah
Cab Syariah Melawai
a/n Atika Astuti QQ Panitia GES
*) Bukti pembayaran difax disertai dengan formulir pendaftaran

Atau,

Datang langsung ke Kampus STEI SEBI, dengan membawa formulir pendaftaran beserta uang pendaftaran Olimpiade Akuntansi
CP: Anwar Hilman (021-99125798)

Formulir Pendaftaran Olimpiade Akuntansi
Nama : ...............................................................................................
Alamat : ...............................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
Telepon/HP : ................................................................................................
Prestasi di sekolah : ................................................................................................
Nama : ...............................................................................................
Alamat : ...............................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
Telepon/HP : ................................................................................................
Prestasi di sekolah : ................................................................................................
Nama Sekolah : ................................................................................................
Alamat : ................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
Telepon : ................................................................................................

*) Peserta terbatas
Diharapkan tim dapat mendaftar maksimal 1 pekan sebelum pertandingan
**) Formulir dapat diperbanyak sesuai kebutuhan

Penutup
Demikianlah undangan ini dibuat sebagai landasan pelaksanaan program. Atas perhatian yang diberikan terhadap rencana program ini kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT meridhoi niat baik kita dan menilainya sebagai ibadah yang akan diperhitungkan kelak, Amin.
Koordinator GES
Asrul Aminulloh Sekretaris
Farizal

Posted on Monday, February 26, 2007 by M Fahmi Aulia

No comments

2/25/2007

Jika diperhatikan dengan seksama, di Metro TV terjadi beberapa pergantian nuansa. Pergantian nuansa yg gw maksud adalah adanya rotasi terhadap penyiar dan jam 'mejeng'nya.

Para reporter yg (setau gw) dirotasi adalah:
- Dian Krishna, semula banyak menjadi pembawa acara yg bernuansa serius...seperti Today's Dialogue, kemudian Metro Hari Ini, dan beberapa acara lainnya. Kini dia membawakan acara2 yg cenderung sersan, serius tapi santai, seperti Metro Sport Weekend. Gayanya DK pun berubah, yg semula serius, berbaju formal, kini tiba2 menjadi berbaju casual dan banyak melakukan gaya2 yg genit.batting eyelashes Di beberapa acara yg sempat gw tonton, DK beraksi seperti anak muda yg sedang dugem. Hwalah...gw sampe geleng2 kepala... alamaaaakk....DK geto loh...benar2 mengubah image gila2an. Mau jadi abg lagi ya mbak Dian Krishna??joget-joget

- Frida Lidwina. Nah, kalo penyiar ini kebalikan dari DK. FL semula banyak membawakan acara2 yg sport atau nyante, seperti Metro Sport (jam 8 pagi). Kini FL sering muncul di acara2 yg sifatnya serius, seperti Metro Hari Ini dan Breaking News...intinya, berganti peran dengan DK. Walhasil, FL kini banyak muncul dengan seragam formal. Rada2 pangling juga sih...tapi FL masih rada2 culun...hihihih...batting eyelashes

btw, foto para reporter ini COCOK banget dengan nuansa blog ini ya? item-putih, so oldies...hihihi...

Posted on Sunday, February 25, 2007 by M Fahmi Aulia

5 comments

Barusan gw liat tv, disiarkan sebuah kecelakaan terjadi di kapal Levina I yg terbakar beberapa hari lalu. Kecelakaan yg terjadi menimpa beberapa wartawan (reporter tv) saat naik ke Levina I untuk meliput dan melaporkan informasi terkini. Mendadak Levina I tenggelam.

Kalo gw ga salah dengar, setidaknya 1 reporter dari Lativi meninggal dan dari SCTV hilang.

Duh, maksud hati ingin meliput dan menyampaikan informasi...malah menjadi bahan liputan.

Semoga para korban diterima oleh-Nya.
Gw pribadi berduka cita dan turut bersedih untuk kecelakaan ini.nangis

Posted on Sunday, February 25, 2007 by M Fahmi Aulia

No comments

2/23/2007

*tips dari Jim, si heker..*

Latihan nanosleep() yang gampang, bisa dimulai dengan:

* nonton dvd band of brothers non-stop.
* kemudian dilanjutkan dengan serial sopranos session 1 - 6.
* kalau rada boring, bisa diselingi oleh southpark atau little britain
* kalau sudah agak fresh, tambah dengan serial numb3rs.
* masih belum puas, nonton dvd new discovery channel video, volume 1 - 10 (masing-masing isi 10 dvd)
* kalau mau rada garing, terakhir nonton serial House.

aturan khusus:

* boleh tidur paling lama 1-2 jam setiap harinya. usahakan tidur setelah jam 7 pagi dan bangun jam 9 pagi. pasang alarm di hp (usahakan punya lebih dari satu) dan komputer.
* diperbolehkan ngejunk kalau ada topik yang menarik atau ngeflame junker lemah ipb

tips:

* sediakan air putih sebanyak-banyaknya.
* juga siapkan cemilan untuk menghindari sakit maag. marie regal adalah biskuit yang sangat disarankan.
* nyalakan semua chat klien, perbanyak teman dari zona waktu yang berbeda. kalau gak punya bahan ngobrol, bisa dimulai dengan: "paen?" atau "wassup?"
* gunakan sms untuk mengganggu orang lain yang sedang tidur nyenyak.
* mengingat panas badan akan mendadak naik, usahakan mandi setidaknya sehari satu kali.

hindari:

* penggunaan obat-obatan terlarang.
* posting junk yang tidak berkualitas.
* mengeluh kalau blognya tidak mendapat komentar dari seleb blog.

Posted on Friday, February 23, 2007 by M Fahmi Aulia

3 comments

Kalo temen gw dulu 'hoki', dg lulus ujian tahap 1, meski dg cara yg 'mejik'...nah, ini ada curhat dari yg gagal...

dari: "Oerang Oerang" xxxxxxxxx@yahoo.com

Dengan segala hormat dan salam hangat,

Rasanya sudah jamak di negeri yang konon mengusung kebebasan berpendapat ini siapa pun dapat berkomentar atas segala apa yang terjadi di sekitarnya. Maka dengan sepenuh kesadaran, saya, selaku peserta tes tahap pertama (No. BDG-055338), menulis surat terbuka ini. Maksud hati adalah ingin mengomentari, atau katakanlah, menyampaikan kesan dan pandangan setelah mengikuti tes tahap pertama rekrutmen Transcorp di tahun 2007 ini.

Baiklah, saya mulai komentar ini dengan sebuah kejanggalan.

Seorang teman sesama kota yang sudah menjalani tes pertama lebih pagi sempat bercerita pada saya bahwa di lokasi tes tadi pagi seorang bapak-bapak menghampirinya dan berkata,"Kalau tidak karena melihat berita di TV tentang tes Transcorp ini di Jakarta tempo hari, maka saya pun tidak akan berada di sini." Rupanya tes ini juga sudah merangsang orang dari berbagai kalangan untuk iseng-iseng menjajal kemampuannya menjawab soal-soal.

Ajaib, memang. Dan katakanlah itu sebuah kejanggalan. Kejanggalan yang sebetulnya sudah dimulai sejak pendaftar mengisi formulir lamaran di www.transcorp. co.id. Dalam hal ini pendaftar tidak diharuskan menyertakan file dokumen hitam di atas putih melalui e-mail attachment, seperti ijazah, transkrip, atau KTP yang bisa membuktikan keaslian data si pendaftar. Bahkan pas foto pun tidak.

Sempat terpikir oleh saya, bukankah dengan demikian siapa pun bisa mengisi formulir itu dengan "data sembarangan" tanpa peduli pada syarat lamaran? Dugaan saya, mungkin sebelum tes pertama dilakukan akan ada seleksi administrasi seperti yang tertera pada skema proses seleksi. Namun, dugaan saya meleset begitu kandidat tes tahap pertama diumumkan. Wajar jika kemudian orang akan bertanya, apa yang menjadi kriteria dalam menentukan si A bisa ikut tes dan si B tidak?

Kejanggalan itu juga sebetulnya sudah saya lihat di berita Trans 7 Minggu siang itu. Diberitahukan bahwa tes tahap pertama di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, itu diikuti oleh lebih dari 65.000 peserta dan rupanya mereka yang belum mendaftar pun masih dibolehkan mendaftar di tempat. Tak heran jika yang tampak di layar kaca adalah peserta yang juga bertampang bapak-bapak atau bahkan mungkin sudah bercucu.

Dikatakan juga bahwa mereka yang tidak lolos pada tahap pertama di Jakarta ini masih bisa mengikuti tes di kota berikutnya. Apa mau dikata, sedari awal memang proses seleksi ini menurut saya agak bias, tidak tegas dan ujungnya menjadi tidak fair.

Beberapa teman di Jakarta sana yang datang ke GBK mengaku langsung angkat kaki begitu tahu acara diawali dengan penghargaan Rekor MURI. Mereka yang paham apa arti semua ini tentu juga harus maklum bahwa tes ini lebih dari sekadar "angin surga" tentang sebuah misi yang mulia dari pihak swasta untuk membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran.

Berita di Trans 7 dan di Kompas itu juga menyebut angka total 100.000 yang mengikuti tes tahap pertama ini. Memang suatu angka prestasi yang layak mendapat ganjaran rekor MURI, selain rekor dalam hal jumlah joki, barangkali. Karena proses seleksi yang seperti itu secara tidak langsung telah merangsang para joki untuk berbondong-bondong "turun gunung" di luar waktu ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru).

Toh peristiwa ini tetap makin memantapkan hasil survei AGB Nielsen Media Research bahwa TransTV, stasiun TV yang baru berusia balita ini, sudah menjadi "Televisi No. 1 di Kalangan Pemirsa Menengah Ke Atas".

Tapi apa arti semua ini? Orang yang melek dunia industri? terutama industri hiburan yang selalu sarat kompetisi akan paham bahwa proses rekrutmen ini juga adalah sebuah aksi promosi. Promosi besar yang menggunakan GBK (stadion terbesar di negeri ini) sebagai etalase. Rekrutmen besar-besaran sekaligus promosi dalam satu langkah. Dengan kata lain: "efisiensi", sambil menyelam minum air, atau sebutlah, sekali merengkuh dayung dua-tiga pulau terlampaui. Tak ada yang salah dalam hal ini. Bukankah zaman modern tak mengenal "angin surga" yang gratisan? There is no free lunch, katanya.

Dari 100.000 lebih pendaftar hanya 500 orang yang akan direkrut, kata berita itu lagi. Memang, butiran intan selalu tersaring di antara pecahan kerikil dan pasir. Artinya, kali ini ada 100.000 lebih pecahan kerikil dan pasir yang akan saling berebut, berdesakan untuk menjadi 500 butir intan yang lolos dari saringan.

Walau bagaimanapun, angka 500 orang itu tentu tetap berarti di tengah lautan pengangguran yang melanda seantero negeri. Bersaing ketat dengan banjir yang melanda Ibukota, bukankah banjir lulusan selalu datang setiap tahun, tak pernah surut, apalagi berhenti?

Ditambah lagi peristiwa ini pun sudah membuka lahan usaha bagi sebagian orang yang tiba-tiba menjadi pedagang dadakan dan dengan ramainya menawar-nawarkan papan alas dan pensil 2B di sekitar lokasi tes. Meski sesudah itu sepi.

Dengan jumlah peserta tes lebih dari 100.000 orang dan yang bakal direkrut adalah 500 orang, maka peluang yang ada lebih kecil dari 1: 200. Saya jadi teringat sebuah teks kitab suci yang menyebutkan tentang peluang kemungkinan seekor unta masuk ke dalam lubang jarum. Dan saya juga ingat The Jakarta Post 18 Maret 2006 lalu pernah menyinggung tentang peluang seorang pendaftar tes PNS (Pegawai Negeri Sipil) di wilayah Jakarta yang sebesar 1:26, di mana lebih dari 24.000 orang memperebutkan 950 lowongan. Rupanya lubang jarum pada seleksi tes Transcorp ini hampir 8 kali lebih sempit dari peluang menjadi PNS.

Meski begitu saya tetap berangkat mengikuti tes dengan berbekal keyakinan, siapa tahu dalam ketidakpastian nasib, ada hal-hal yang berjalan di luar rencana.

Soal-soal yang "Ajaib"

Adanya pemberitahuan bahwa materi tes adalah pengetahuan umum dan bahasa Inggris ternyata tidak mengurangi "hal-hal yang berjalan di luar rencana".

Setelah membaca soal-soal tes yang "ajaib" itu saya hanya bisa menduga-duga bahwa mungkin soal-soal itu adalah cuplikan dari soal pada program acara kuis yang mungkin di kemudian hari akan hadir di TransTV atau Trans 7. Entahlah. Yang pasti soal-soal itu memang dirancang mirip soal-soal kuis di televisi. Bedanya, tak ada kesempatan untuk berfifty-fifty, ask the audience, atau phone a friend, apalagi switch question seperti sebuah acara kuis di stasiun TV tetangga.

Saya hanya berpikir, toh setidaknya sesampainya di rumah, saya (yang tak ada setetes pun darah Jawa) jadi tahu bahwa jumlah hari dalam satu minggu pada kalender Jawa adalah 5 hari yaitu Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Lucunya, teman saya tadi yang jelas-jelas keturunan Jawa ternyata juga tidak tahu jawaban soal itu. Toh ini memang tak ada sangkut-pautnya dengan keturunan. Dan tentu tak ada maksud rasis atau sukuisme dalam soal "ajaib" itu.

Tapi yang paling ajaib dari yang ajaib tentunya soal-soal ekonomi dan perbankan, seperti soal tentang kurva Engel atau kebijakan Bank Indonesia. Soal-soal semacam ini membuat saya jadi makin paham apa arti "pengetahuan umum", yaitu pengetahuan yang saking umumnya, bisa tentang apa saja, termasuk yang masyarakat umum pun tidak tahu.

Pikir punya pikir, mungkin soal-soal ekonomi dan perbankan ini sekaligus untuk menguji orang-orang berlatar pendidikan ekonomi untuk nantinya diproyeksikan berkarir di Bank Mega dan sekutunya. Kalau benar begitu, ini pun tampaknya satu bentuk lain dari "sekali merengkuh dayung..." Tak diragukan lagi, efisiensi memang "hukum besi" di dunia industri.

Dan bagi saya, yang juga termasuk "hal-hal yang berjalan di luar rencana" adalah ketika waktu tes yang dijadwalkan 120 menit dipangkas secara sepihak menjadi 90 menit. Apa boleh buat, dengan 150 soal dalam 90 menit, artinya 1 soal digarap dalam 0.6 menit alias 36 detik (itu pun sudah termasuk membaca soal bernarasi panjang dalam Reading Comprehension) , memang tak ada kesempatan untuk mengerahkan jurus pamungkas "menghitung kancing". Tak ada cara lain. Lirik kanan-kiri hanya akan meruntuhkan harga diri sekaligus menipu diri sendiri.

Yang paling mungkin adalah mengerahkan jurus paling pamungkas dari yang pamungkas, yaitu "asal tembak", mengandalkan insting campur "feeling so good" alias untung-untungan, sambil berharap semoga perhitungan komputer bisa meleset atau kena error hingga membuat jawaban salah menjadi benar. Harapan yang hanya mungkin terjadi di dunia imajiner, tapi tentu mustahil di dunia nyata. Maaf, tak pernah terlintas di kepala saya untuk melakukan aksi walk out alias angkat kaki.

Tentunya samasekali tidak lucu jika itu terjadi.

***

Demikian komentar panjang ini saya sampaikan. Sesungguhnya saya hanya sedikit berharap bahwa surat ini setidaknya bisa menggambarkan pandangan saya sebagai peserta tes tentang proses rekrutmen Transcorp kali ini. Sekali lagi, saya hanya sedikit berharap.

Karena saya sadar, tahun 2006 yang baru lewat sebulan lalu telah mengajarkan pada kita, bahwa harapan yang terlalu muluk dan berlebihan bisa berujung pada ilusi. Toh harapan yang sesungguhnya, kata seorang penulis, adalah seperti jalan setapak di pedalaman, mulanya tak ada jalan semacam itu, namun setelah banyak orang yang melewatinya maka jalan itu tercipta.

Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan. Akhirnya, dari rangkaian tulisan ini kita makin tahu bahwa di luar sana memang masih ada hal-hal yang berjalan di luar rencana.

Salam hangat, jabat erat

Peserta Tes Transcorp di Bandung
No. BDG-055338 yang tidak lolos tahap I


Posted on Friday, February 23, 2007 by M Fahmi Aulia

2 comments

Mengapa batu kalau dilempar jatuh ke bawah?
a. Karena tidak ada temannya di atas
b. Karena semua temannya sudah ada di bawah

Teri apa yang kepalanya besar?
a. teri pake helm
b. teri sombong

Teri apa yang kepalanya lebih besar dari yang tadi?
a. teri sombong pake helm
b. teri sombong sekali pake helm

Bagaimana agar teri tidak sombong?
a. suruh copot helmnya
b. suruh masuk pramuka

Disebut apakah teri yang tidak sombong?
a. teri apa adanya
b. terima kasih

Gajah apa yang paling ringan?
a. gajah difotokopi
b. sate gajah

Kepiting kepalanya ada di mana?
a. di ketek
b. di tempat biasanya

Ayam apa yang bisa hilang?
a. ayam dicuri
b. ayam masuk hutan gak bawa peta

Kambing apa yang stress?
a. kambing yang naik lift jenggotnya nyangkut
b. kambing yang memasuki masa menopause

Kambing apa yang genit?
a. kambing abg
b. kambing yang memasuki masa puber kedua

Kambing apa yang rese?
a. kambing habis minum bir
b. kambing preman

Binatang apa yang paling tinggi?
a. jerapah yang naik puncak Monas
b. semut yang duduk di atas jerapah yang naik di atas puncak Monas

Kenapa sapi jalannya nunduk?
a. malu karena gak ada mobil
b. malu karena anaknya gak ada yang pinter

Apa itu cemilan?
a. cebelum cepuluh cecudah delapan
b. cepuluh kulang catu

Topeng apa yang lunak?
a. topeng rebus
b. topeng yang dibungkus daun pepaya

Tahu apa yang paling besar?
a. tahu isi sumedang
b. tahu isi bandung

Di mana letak negeri cina?
a. di buku atlas halaman 65
b. di buku sejarah dunia bab VII

Kata ngabuburit berasal dari bahasa?
a. sunda
b. gaul

Kenapa gajah lampung disekolahin?
a. karena takut masa depannya suram
b. karena takut dijewer ibunya

Kenapa kuda pake kacamata sedangkan kambing tidak?
a. karena kuda sering jalan2 ke kota
b. karena kambing gak sombong

Kenapa patung pak tani di jakarta gak mudik?
a. karena sudah tua
b. karena keluarganya sudah di jakarta semua

ternyata sumbernya berasal dari sini...hahaha...

Posted on Friday, February 23, 2007 by M Fahmi Aulia

2 comments

2/22/2007

Dua orang anak bengal (lulusan SMA BOPKRI) membuat orang tuanya pusing. Mereka, saking bengalnya, sering males nyiram kloset setelah boker.

Akhirnya sang bapak menempel tulisan di pintu WC dengan huruf besar berbunyi:
"YANG PAKE WC HARUS DISIRAM!!!"

Dan apa yang terjadi? ketika sang bapak sedang di wc, dua anaknya itu mengambil ember air dan menyiram si bapak!rolling on the floor

satu anak sekarang menjadi wartawan KOMPAS dan satunya lagi bekerja di LSM Internasional

http://rony.dgworks.net/ yg nge-dongeng..

Posted on Thursday, February 22, 2007 by M Fahmi Aulia

2 comments

Istilah jackpot mungkin sudah tidak asing di telinga kita...yakni suatu 'keberuntungan' untuk suatu kejadian/peristiwa....di beberapa artikel, jackpot identik dengan hadiah utama (definisi jackpot versi wiki bisa dibaca di sini).piiisss... Terkadang, istilah jackpot ini juga digunakan sebagai tanda kesialan seseorang (yg datangnya beruntun). Tentu saja, istilah jackpot untuk musibah tidak diucapkan dengan tertawa (di atas penderitaan orang), melainkan dengan rasa sedih dan turut berduka. Hanya orang2 'sakit' yang bersyukur atas penderitaan orang lain.nyengir

Oke...kembali ke topik.

Istilah yg menjadi judul artikel ini, sebenarnya istilah gw aza...untuk keberuntungan yg didapat seorang motoris. Istilah ini muncul, karena pada suatu hari, gw mendapatkan keberuntungan, yakni SELALU DAPAT LAMPU HIJAU SAAT BERKENDARA.hip hip huraa

Jadi, ceritanya, gw berangkat dari Mampang. Lampu lalu lintas (lalantas) pertama, di persimpangan Mampang-Duren Tiga, menyala hijau...kemudian berturut-turut lalantas di perempatan KFC Mampang, Mampang-Mampang Prapatan VII, Mampang-Tendean, Mampang-Gatsu, depan Kodel, perempatan Kuningan-Imam Bonjol, Menteng-Diponegoro, Menteng-Sam Ratulangi, lalu lalantas di Wahid Hasyim, dan terakhir lalantas di Medan Merdeka Selatan, semuanya menyala hijau. Walhasil, selama berangkat ke kantor, alhamdulillah, perjalanan lancar...gw cuma pindah ke gigi 3, lainnya selalu standby di gigi 4.nyengir

Tak dinyana dan tak disangka, saat pulangnya juga gw selalu menemui lampu hijau. Dimulai dari perempatan Sabang-Kebun Sirih, Sabang-Wahid Hasyim, dilanjutkan dengan Diponegoro-Menteng, perempatan Kuningan-Imam Bonjol, Kuningan-Gatsu, Mampang-Tendean, Mampang-SPBU Pertamina, KFC Mampang, dan terakhir Mampang-Duren Tiga, semuanya juga menyala hijau saat gw lewat.

Kesimpulannya, hari itu gw dapat jackpot lampu lalu lintas bowww...!!!hip hip huraa

So, pernahkah anda2 semua mendapat jackpot yg sama seperti yg gw alami? Atau ada jackpot lain yg anda dapatkan???

Posted on Thursday, February 22, 2007 by M Fahmi Aulia

3 comments

2/21/2007

Lebih kurang sebulan terakhir ini, gw perhatikan kedua stasiun tv ini, RCTI dan SCTV menayangkan sinetron (remaja) hingga tengah malam. Kali pertama, gw kira ini hanya tren sesaat™, namun ternyata penayangan sinetron ini terjadi terus menerus. Padahal, setau gw, biasanya jam 11 malam, kedua stasiun tv ini menyiarkan berita, apakah itu buletin malam atau liputan 6 malam.

Sebenarnya gw ga mau ambil pusing, karena RCTI dan SCTV sudah mulai 'dicoret' dari daftar stasiun tv yg gw tonton (apalagi sitkom OB...bah...benar2 tidak layak tonton...menurut gw). Belakangan ini gw lebih suka menekan dan memilih saluran Trans TV, TPI, Trans 7 dan Metro TV. Jenis acaranya yaaa...beragam, makanya gw gonta ganti saluran...karena (selain Metro TV, menurut gw) staisun2 tv kita nyaris homogen materi acaranya. Sinetron ada, dangdut juga tersedia, ghibahtainment berserakan, idol meng-idol juga muncul di hampir semua stasiun (dg nama yg berbeda namun tujuannya sama).whew!

Seperti yg pernah gw posting, sinetron itu menyebalkan...dan TIDAK ADA YG LAYAK TONTON. Namun, herannya, kenapa RCTI dan SCTV masih doyan menayangkan? Kejar rating (baca: kejar keuntungan) ataukah karena sudah mulai bokek (seperti klub2 sepakbola Indonesia yg mulai megap2 karena minimnya pemasukan)? Untuk kejar target pemirsa, kayanya ga mungkin...menurut gw....soalnya jam 10 malam ke atas itu bukan 'prime time', otomatis (kalo rating dijadikan acuan) nilai rating tidak setinggi 'prime time'...yg otomatis, jam 10 ke atas, biasanya remaja udah pada teler...ngantuk, pengen tidur.ngantuk

Dan sebenarnya, bagi gw, sinetron merupakan salah satu acara tv yg tidak mendidik...banyak sekali nilai 'rendahnya moral' yg diajarkan dan ditampilkan di sana. Ujung2nya jelas...mental generasi muda (remaja) kian out of date...dan jangan heran jika 5-10 tahun ke depan, jumlah generasi produktif Indonesia akan turun. halah

Solusinya apa?

Buat gw, demo ataupun penolakan penayangan acara bahkan gugatan hukum kepada pemilik kedua stasiun tv itu tidak akan banyak dampaknya.

"Wah, elo nyerah, Mi? Gimana seeehh??"

Eh, gw bukan nyerah...tapi selama para pemilik kedua stasiun tv ini masih 'profit oriented'mata duitan, maka jangan harap aspirasi akan didengar apalagi diterapkan. Sementara, meminta kepada pemerintah, agar menerbitkan/membuat keputusan yg mengatur tayangan tv, juga bagai punduk merindukan bulan...lha wong RUU APP juga ga kelar2...padahal sudah setahun lebih neehh.. melet

Lebih baik berdoa agar para pemilik stasiun tv lebih terbuka hatinya...dan jika salah satu dari kita mendapat kesempatan menduduki jabatan (penting) di salah satu stasiun tv, semoga kita bisa mengubah paradigma mata duitan itu...berdoas

Posted on Wednesday, February 21, 2007 by M Fahmi Aulia

2 comments

Well...some of you may notice that on opening page of this blog, there is a "Selengkapnya..." on each article. With this feature, I can post a preview for long article, without sacrifice the comfortable of this blog readers.whistling For a reader, he/she can click the link to see the complete article. Otherwise, he/she ignore the article.

In some blog sites, such as blogsome.com and wordpress.com, this feature is a default. But, for blogspot, we must doing some modifications.

Are you ready to modify your blogspot blog?winking

First thing, BACKUP your template. On your dashboard, click "Change Settings" then choose "Template". You will see your CURRENT template. Open a new document on text editor (Notepad, Edit Plus, Ultra Edit, or else) then copy paste your current template on that document. Save your template on a safe place, give a name on it...such as [date]-my_template.txt.

Second, change your blog setting. From Settings ==> Archiving ==> Enable Post Pages? Change from"No"to "Yes".

Third, let's play with your template... Copy paste your current template in a NEW document. We will use and modify this template...and if our modification succeed, you can save and use this template as your new template. Let's give name NGOPREK_TEMPLATE.TXT (you don't have to write with capital letterwhistling).

Well...let's go back to our topic...

Four, on ngoprek_template.txt, copy this tag into your template.
<MainOrArchivePage>
span.fullpost {display:none;}
</MainOrArchivePage>

<ItemPage>
span.fullpost {display:inline;}
</ItemPage>

BE CAREFUL, do this action (copy paste tag) between <style> and </style>. My recommendation, better you put that tag RIGHT AFTER <style>, so you can easily find.

Five, find this tag, <$BlogItemBody>, then copy paste this tag, right below the tag.

<MainOrArchivePage><br />
<a href="<$BlogItemPermalinkURL$>">Baca Selengkapnya...</a>
</MainOrArchivePage>

This is the end of our modification on ngoprek_template.txt. SAVE this changes...then COPY PASTE into your template...change your current template with new template.

Six, to publish your article with "Baca Selengkapnya...", when you write an article, put this tag into your article...
<span class="fullpost">rest of article.</span>

For example...

BLA BLA BLA....BLA BLA BLA....BLE BLE BLE....

You want to publish only BLA BLA BLA....BLA BLA BLA...., so you must type as follow:
BLA BLA BLA....BLA BLA BLA....<span class="fullpost">BLE BLE BLE....</span>

Once you publish, you will see only BLA BLA BLA....BLA BLA BLA.... appear, and when you click "Selengkapnya...", you will see the rest article, BLE BLE BLE....

NOTE: you must write in HTML MODE to apply this feature (a 'new' tag).

Have a nice try... big grin

Posted on Wednesday, February 21, 2007 by M Fahmi Aulia

3 comments

2/20/2007

Sejak seminggu lalu, gw di'spam' sms oleh operator XL, berisi pengumuman bahwa mulai 10 Februari 2007 diberlakukan tarif baru untuk pemakai layanan pro XL, terutama yg 'berbasis' paket bebas/extra sms. Di situ dituliskan tarif barunya adalah Rp 25/detik ke SEMUA OPERATOR, SEMUA TEMPAT, SEMUA WAKTU.

Nah, pertanyaannya adalah...apakah tarif ini murah atau mahal? Mari kita kalkulasi...jangan sampai gw (dan pelanggan XL lainnya) tertipu dan menderita kerugian akibat pemberlakuan tarif baru ini.siyul-siyul

Tarif lama pro XL, setahu dan seingat gw adalah sebagai berikut. Rp 250/30 detik atau Rp 500/menit atau Rp 1000/2 menit. Jadi, Rp 25/3 detik, atau Rp 8/detik. Ini berlaku untuk SESAMA XL DIMANAPUN DIA BERADA...karena seinget gw, XL sudah TIDAK MEMBERLAKUKAN ATURAN ZONA...SEMUA DIHITUNG FLAT. Sementara untuk beda operator, seinget gw sekitar Rp 1000/30 detik...atau Rp 100/3 detik atau Rp 33.33/detik. Gw ga terlalu ingat, apakah tarif beda operator ini berlaku dengan aturan zona atau tidak. Seinget gw sih, tidak ada aturan zona. CMIIW..nyengir

Secara itungan kasar, tarif Rp 25/detik SEAKAN MURAH...tapi jika kita bicara selama 1 menit, atau 60 detik, maka tarifnya akan menjadi Rp 25 * 60 = Rp 1500/menit...!!!halah LHO...KOK JADI MAHAL BANGET YA?? Dari Rp 500/menit menjadi Rp 1500 menit!!

Oke lah...jika tarif itu diberlakukan untuk BEDA OPERATOR, MAKA AKAN CUKUP MURAH. TAPI JIKA DIBERLAKUKAN KEPADA SESAMA PEMAKAI XL, INI SANGAT MAHAL...KARENA INI BERARTI TARIFNYA NAIK HINGGA 300%!!!halah

ANEH SEKALI PRO-XL INI....DI SAAT OPERATOR-OPERATOR LAIN 'BANTING HARGA' UNTUK TARIF PERCAKAPAN SESAMA OPERATOR, INI MALAH MENAIKKAN TARIF...TIDAK TANGGUNG-TANGGUNG...HINGGA 3 KALI LIPAT...!!!

Bandingkan dengan esia, yg tarifnya hanya Rp 1000/JAM untuk percakapan sesama esia...!!

Duh..untuk pihak manajemen pro-XL, mbok yaaa JANGAN MENIRU TELKOMSEL YG MENIPU KONSUMEN DENGAN MENGENAKAN TARIF DETIK-DETIKAN....BILANGNYA RP 20/DETIK ITU MURAH...TAPI SEBENARNYA KAN MAHAL...APALAGI TARIF KARTU AS ITU HANYA BERLAKU UNTUK SESAMA KARTU AS.siyul-siyul

Untungnya saat hendak posting artikel ini, paginya gw baca di KoTe, artikel yg membahas perubahan tarif dari pro XL ini. Di artikel itu, Indonesia Telecommunication User Group (IDTUG) MEMPERTANYAKAN perubahan tarif ini. IDTUG sendiri lebih membahas ke arah regulasi/peraturan...namun di artikel itu, tertulis pernyataan yg serupa dg yg gw khawatirkan...masalah tarif yg LEBIH MAHAL.
Sebab, bila dihitung per detik, tarif baru ini MEMANG KELIHATAN MURAH. Tapi, bila dihitung per menit, tarif tersebut menjadi lebih mahal daripada tarif sebelumnya.
Ternyata benar kan...ADA YG BERPIKIRAN SAMA DG GW...btw, DIHITUNG PER DETIK ATAU PER MENIT, TETAP SAJA, JELAS LEBIH MAHAL....!!!mata duitan

Pihak manajemen XL sendiri berargumen bahwa tarif baru ini untuk menyederhanakan perhitungan. Emang bener, perhitungan akan lebih mudah...TAPI LEBIH MAHAL, BOW...!!!

Dari artikel KoTe ini...ada hal yg menarik. Di sana dituliskan
Pelanggan XL juga belum ada yg memprotes perubahan tarif ini.
Ah, KoTe masih juga salah....gw udah protes lho...cuman gw tulis di blog ini...tidak melalui surat pembaca. Kenapa lewat blog?
1. Lebih luas jangkauannya. Pihak manajemen bisa membaca protes dan argumen gw dg mudah. Tinggal buka browser, ketikkan alamat blog ini....dan baca tuh komplen gw ini.

2. Ada staf XL yg suka baca blog gw ini kok....hihihih...mungkin Adiguna cs bisa bicara ke pihak manajemen ttg protes gw ini. Sehingga pihak manajemen pro XL bisa merefer ke poin 1 untuk menanggapi.

3. Perbandingan tarif operator sudah sering gw bahas di blog ini. Meski kadang mendapat kecaman...tapi yaaa ndak apa gw dikecam...asal ga keterlaluan. Kalo dah keterlaluan, bakal gw setip komentar keterlaluannya itu...cekikikan

4. Kasus gw dg XL bisa cepat diselesaikan karena adanya blog ini.cekikikan

So, mari kita tunggu tindakan manajemen XL...nyengir

Posted on Tuesday, February 20, 2007 by M Fahmi Aulia

6 comments

Beberapa waktu lalu, gw terjebak di medan pertempuran tawuran anak-anak STM di daerah Mampang. Sebenarnya tawuran bukanlah hal yg aneh, karena gw sudah beberapa kali melihat hal ini (untungnya ga pernah mau ikutan tawuran...gada kerjaan apa gw hah?melet) Namun tawuran yg kemarin gw liat sedikit berbeda, karena gw 'ngikut' dari awal...jadi tau lebih komplit proses tawuran itu.

Jadi begini ceritanya...

Sepulang dari Jatinegara, setelah kembali dari Mangga Dua, kami menuju jl Mampang. Setelah melewati Tendean, belok kiri. Nah, di situ ada A&W. Ketika lewat di depan A&W, gw liat ada beberapa anak berlari....mungkin sekitar 5-6 orang anak. Mereka berteriak-teriak...entah apa yg diteriakkan, gw sendiri ga jelas, karena gw sedang sibuk konsen nyetir. Maklum, meski hari Sabtu, kondisi jalan di Mampang masih cukup ramai.

Kemudian, mendadak gw liat ada anak masuk ke sebuah toko, lalu membawa bambu yg cukup panjang. Dia lari menyusul temannya yg sudah ada di depan, seraya berteriak. Sama seperti tadi, gw ga begitu jelas dengarnya. Hanya saja gw berpikir,"Wah, kayanya ada maling nich...sampe ada yg tereak2 en ngejer...bakal babak belur tuh maling kalo kena. Lah wong pada bawa senjata..."

Masih sedikit bertanya-tanya, gw ikuti mereka. 'Untungnya' tak lama, gw melihat ada celah di sebelah kanan jalan, sehingga gw segera masuk dan berada di jalur kanan jalan...karena tak berapa lama kemudian, tawuran terjadi...!!!

Jadi, ternyata anak2 yg berteriak-teriak serta berlari membawa bambu itu, mengejar sebuah metro mini, P75 jika ndak salah...yg diisi oleh musuh mereka. Berenam, mereka hendak menyerang dan mengeroyok siswa2 yg ada di sana. Ketika mereka sudah dekat...mendadak P75-nya berhenti..dan LEBIH DARI 10 ORANG SISWA TURUN MELAWAN 6 ORANG PENGEJARNYA...!!!

Keruan saja hal ini membuat para pengejar lari tunggang langgang. Gimana tidak, mereka cuma ber-6, sementara lawannya lebih banyak jumlahnya. Dan ternyata lawannya ini sudah siap untuk membalas serangan. Karena mereka langsung melempar batu, mengejar, dan terlihat beberapa orang berhasil menggebuki para pengejarnya!!!

Kondisi jalan menjadi panik...!! Semua kendaraan berhenti. Gw+Wify yg sedang di jalur kanan, hanya bisa terbengong-bengong melihatnya. Kejadiannya cepat banget...dan terlihat beberapa mobil di kiri belakang menjadi korban lemparan batu. Sementara proses kejar2an menjadi 'terbalik'. Pihak yg semula jadi pengejar, kini menjadi yg dikejar...serta dihujani lemparan batu.

Gw sendiri ndak terlalu tegang...meski sempat ketar-ketir. Ndak terlalu tegangnya, karena posisi gw yg ada di sebelah kanan jalan...jadi secara kalkulasi tidak akan terkena efek. Sedikit tegangnya, kalo2 ada yg 'nyasar' berlari ke jalur kanan jalan, yaaa...bakal ngerasain hujan batu bow..!!melet

Halah...jaman gini masih ada tawuran...??halah Aih Bow...Cape Deeehh..whew!

Mendingan pada disuruh bantuin korban banjir dah...daripada buang tenaga buat tawuran...geleng-geleng
*skrinsut tidak sempat didapat...cuma bisa bengong melihat kejadian yg begitu cepat di depan mata...*

Posted on Tuesday, February 20, 2007 by M Fahmi Aulia

1 comment