Melihat berita selama 2minggu pertama di awal tahun ini, gw ngeliat, bahwa jadi orang (miskin) Indonesia itu kian susah. Sebenarnya 'kesusahan' ini bukan hal yg baru, tapi karena sudah terjadi sejak awal tahun, gw jadi mikir...apakah tahun 2007 ini = tonggak (kian) susahnya orang Indonesia?

Weiii...kesusahan apa seeehhh yg elo maksuuuddd??

Hihihih.....sabar...sabar...melet

Yg gw maksud kesusahan adalah...
1. 'Tidak seriusnya' pemerintah dalam menangani kecelakaan kapal laut (Tri Star dan Senopati). Hingga saat ini, penanganan korban musibah kedua kapal laut tersebut (oleh pemerintah), cenderung err....anu..hmmm... sorry to say, cenderung leyeh-leyeh (ga serius). Ini terbukti dengan masih banyaknya korban yg belum ditemukan. Kalo gw ga salah baca, masih sekitar 300an korban yg belum ditemukan (dari 600 penumpang).nangis

2. Masih meluasnya flu burung, terutama di Jabotabek. PADAHAL SUDAH 2 TAHUN LEBIH penyakit ini muncul di Indonesia, namun kok pemerintah cenderung santei. Ok, gw tahu pemerintah, via Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian, sudah berusaha cukup keras...namun melihat banyaknya korban yang jatuh, gimana masyarakat bisa percaya dengan usaha keras kedua menteri tersebut?auk ah

Jangan lupa, sudah lebih dari 60 orang yg meinggal dunia akibat flu burung....bahkan WHO sendiri sudah 'menganugerahi gelar' kepada Indonesia sebagai negara yg paling banyak korban flu burung.dzigh

3. Oke...untuk poin 3 ini mungkin ga terkait dg orang miskin, tapi gw pikir masih terkait dg 'susahnya' jadi orang Indonesia. Untuk poin 3 ini, gw melihat pemerintah TIDAK MENINDAK pihak manajemen Adam Air, terkait dengan hilangnya Adam Air. Meski usaha pencarian masih terus dilakukan, tapi mbok ya pemerintah juga mulai punya sikap yg tegas geto loh...!!! Masa pemerintah 'kalah' dg manajemen maskapai sih??melet

4. Belum cukup dengan musibah kapal laut dan pesawat terbang, hari Selasa kemaren musibah menimpa orang (miskin) lainnya, yakni kecelakaan kereta api Bengawan Senja. Sebanyak 5 orang tewas dan puluhan luka-luka. Sementara itu, dari berita yg gw baca, tidak banyak tindakan yg diambil pemerintah.auk ah

5. Bagi orang (miskin) di Jakarta, kesusahan didapat karena kendaraan yg mereka miliki (motor) kian dipersempit ruang geraknya (dengan penerapan jalur kiri sebagai langkah awalnya). Alasannya sih untuk kenyamanan pengendara motor, serta untuk mengurangi kemacetan. Oke lah, gw bisa terima itu (dengan 1/2 hati). Padahal pengalaman (di jalanan) selama ini memperlihatkan pemerintah masih tidak siap dan tidak konsisten dalam menerapkan aturan ini.

Tapi (rencana) MELARANG SEPEDA MOTOR DI JALAN PROTOKOL (THAMRIN-SUDIRMAN) MERUPAKAN KEBIJAKAN YG TIDAK BIJAK.dzigh Gw (makin) ga ngerti apa maunya Bang Yos ini...kebijakannya cenderung memihak ke orang2 yg (lebih) berpunya (mobil)auk ah.

6. Kelaparan (kekurangan beras) masih banyak terjadi dan dialami orang (miskin) Indonesia. Banyak berita yg gw baca dan gw lihat menuliskan bahwa NASI AKING KIAN DIBURU masyarakat (miskin). Di sini, terjadi kontradiksi...di satu sisi pemerintah ingin mengimpor beras untuk menanggulangi kekurangan beras ini...di sisi lain, jika impor dilakukan, maka ada orang (miskin) lain yg terkena dampaknya, yakni para petani.

Jadi, solusi untuk kelaparan apa donk Mi? Elo mah malah kritik muluw....dzigh

Hihihih...untuk poin 6 (kasus kelaparan), solusi dari gw, sang rakyat, adalah Pemerintah MEMBAGIKAN beras gratis kepada saudara2 kita yg kelaparan...dengan MEMBELI beras dari petani. Kalo stok beras dari petani sudah habis, baru pemerintah impor. Dengan demikian, semua pihak merasa HAPPY...pemerintah pun bisa terhindar dari protes dan demo mengenai impor beras.nyengir

7. Eh, masih belum habis lho....di poin 7, gw tuliskan juga efek dari poin 2...yakni DIMUSNAHKANNYA banyak unggas. Dari sekian banyak unggas yg dimusnahkan, gw baca ganti rugi yg diberikan pemerintah merupakan bener2 RUGI. Masa burung perkutut (yg bisa seharga jutaan) hanya dihargai 10 rebu? Jelas pedagang burung di pasar burung Jakarta menolak ganti rugi (banget) ini, karena mereka sendiri sudah menderita kerugian akibat flu burung ini, dengan tidak lakunya daganga.

Yg jelas, pemerintah cenderung bertangan besi. "POKOKE BUNUH UNGGAS2 TERSEBUT DEMI MEMPERSEMPIT RUANG PENYEBARAN FLU BURUNG" demikian titah pemerintah. Dan pemda DKI tidak ketinggalan mengeluarkan titah...dengan melarang pemeliharaan unggas di pemukiman (di daerah DKI Jakarta). Bahkan, Bang Yos mencanangkan bulan Feb sebagai bulan bebas unggas di DKI.siyul2

Ah, segini dulu aza...gw ga tega untuk menulis sekian banyak kesusahan yg dialami orang (miskin) Indonesia. Mending gw cuma doa dan bantu orang (miskin) sekitar gw aza...daripada nulis2 dan kritik muluw...hihihi...nyengir

Cuman gw kian tercenung...melihat eksploitasi yg dialami orang Indonesia (yang dilakukan saudara sebangsanya)...padahal mereka dalam kesulitan dan keadaan susah.