Rejeki sebesar Rp 50 juta yang diterima pak Bakri, sebagai hadiah karena kesediaan dirinya menyerahkan temuannya berupa potongan pesawat Adam Air yang hilang, ternyata mempunyai dampak yg kurang baik (bahkan cenderung 'membahayakan')...setidaknya menurut gw. Lho, mendapat hadiah kok berbahaya, apa sebabnya?bingung

Ah, elo mah suka mengada-ada aza dech Mi...cekikikan

Eh, ga lah...serius gw nih...
Gw sebut berbahaya, karena hadiah yg diberikan (wapres) kepada pak Bakri akan membuat nelayan-nelayan (tetangga pak Bakri) berpikir,"Mending gw nyari kepingan pesawat aza daripada melaut...soalnya hadiahnya lumayan nich.." Akibatnya jelas, mereka lebih memilih 'ngorek-ngorek' laut untuk mencari kepingan pesawat, yang belum tentu juga ada di sekitar laut daerah itu, dibandingkan mencari ikan. Alih-alih mendapatkan bonus/hadiah seperti yg diterima pak Bakri, mereka sendiri akan mengalami kesulitan keuangan dan pangan karena tidak ada pendapatan/penghasilan yg didapat.alamak

Hal berbahaya ini tidak berhenti di sini...
Bagi masyarakat yg TELAH MENEMUKAN KEPINGAN (yang diduga) pesawat, gw yakin mereka TIDAK MAU memberikan temuan mereka TANPA MENDAPATKAN HADIAH seperti yg didapat pak Bakri. Ini merupakan efek dari apa yg gw sebut di atas...perubahan pikiran (mindset) dari para nelayan, yakni menjadikan pencarian kepingan pesawat sebagai mata pencaharian mereka. Otomatis mereka menggantungkan hidup mereka dari temuan yang didapat. Menjadi hal yang wajar jika mereka 'menetapkan' harga pada tiap keping temuan mereka.mata duitan

Jika sudah begini, siapa yang salah? Pemerintah (yg telah memberikan hadiah)? Masyarakat (yg mudah berubah mindset serta 'terlalu' mengincar hadiah)?auk ah!