**dari inbox gw**

Bagaimana jika 10 sutradara terkenal di Indonesia membuat film tentang Bom Bali?

Garin Nugroho
Judulnya pasti puitis: Bom Tak Terkuburkan, Bom dalam Sepotong Roti, Bom di Atas Bantal, Surat untuk Amrozy, dan Aku ingin Mengebommu Sekali Saja.

Akan banyak sekali permainan simbol-simbol di film yang tenang dengan plot lambat. Kalau perlu ledakan bom dibuat slow motion dan disimbolkan dengan orang buang angin (maaf).

Rudi Soedjarwo
Judul filmnya pasti: Bom Jatuh, Tentang Bom, 9 Teroris, Ada Apa dengan Bom?, Mengejar Amrozy.

Titi Kamal akan main sebagai bartender di Sari Club, Dian Sastro sebagai perawat rumah sakit yang lugu dan Marcella Zailanty akan banyak menangis karena kekasihnya jadi korban pengeboman. Soundtrack film ini akan diisi oleh Melly Goeslaw dengan lagu: Menghitung Bom dan Glenn Fredly dengan: Sekali Bom Saja.

Joko Anwar
Judulnya: Janji Amrozy. Dead Bomb Time.

Joko tak akan membiarkan filmnya terasa seperti dokumenter. Ia akan mengisi "Janji Amrozy" dengan adegan-adegan komedi satir seperti film-film festival Prancis.

Nia Dinata
Judulnya: Berbagi Bom, Arisan Al Qaeda

Nia akan menggambarkan para istri-istri Hambali. Juga akan banyak bermain klimaks tentang tahanan homo yang jatuh cinta pada Amrozy.

Rizal Mantovani
Judul: Bom; Datang Tak Diundang - Pulang Tak diantar, Bomtilanak.

Mungkin Siti Nurhaliza akan main di film ini. Penuh dengan low angle shot dan kamera yang terus bergerak. Akan banyak gambar dengan kontras warna merah dan biru serta background penuh dengan lampu-lampu sorot.

Riri Riza
Judul: Petualangan Amrozy; atau Amrozy,Amrozy; atau Amrozy, Catatan Harian Seorang Teroris.

Film akan bertutur semi dokumenter. Setting film dipenuhi detail yang menawan. Kamera dengan sudut high angle juga banyak digunakan Riri. Tidak banyak klimaks di filmnya dan lebih banyak percakapan.

Dimas Djay
Judul: Tusuk Jelabom

Asap dramatis akan banyak terlihat di sepanjang film sebagai background. Begitu pun siluet-siluet. Kemungkinan besar para teroris akan digambarkan lebih modern, dengan baju hitam-hitam, sepatu DocMart, senter besar dan ponsel yang digunakan untuk memicu bom pun seri Erricson terbaru. Saat pengeboman, mungkin akan muncul peri-peri romawi dengan sayap.

Hanung Bramantyo
Judul: Brownies Kukus a.k.a C4, Jomblo-Jomblo Teroris, Lentera Bom.

Akan banyak remaja-remaja cantik dan ganteng yang dikesankan cerdas. Mungkin VJ Rianti akan bermain sebagai wartawan cantik yang kritis dan sedang membuat berita tentang Amrozy. Di film ini, Rianti akan ditemati teman-temannya yang ngocol dan konyol, diperankan Denis Adiswara dan Ringgo.

Teddy Soeriaatmaja
Judul: Bom Biru.

Film dipenuhi adegan-adegan khayalan, bahkan jauh dari fakta bom bali itu sendiri. Bisa jadi Teddy juga memaksakan orang-orang lama di-make up total untuk dapat berperan di filmnya ini. Misalnya Didi Petet sebagai Hambali serta Butet Kertarajasa disuruh menguruskan badan dan mempelajari dialek Dr. Azahari.

Nayato Fio Nuala
Judul: Bombal – sebuah bom di Bali.

Fio akan menceritakan perjalanan para aktor pengeboman ketika mereka masih remaja. Tanpa langsung ia ingin menceritakan pengalaman psikologis saat remaja yang akhirnya membentuk pribadi mereka. Adegan-adegan dipenuhi adegan konyol dan ide-ide bombastis yang tak mereka sadari akan benar-benar merubah hidup mereka kelak.