Hmmm...setelah kontroversi Smack Down, Lativi akhirnya berhenti menayangkan tayangan penuh kekerasan (meski tipuan) itu. Cukup lama dan repot juga proses penghentiannya, terutama karena Lativi bersikeras bahwa mereka masih terikat kontrak penayangan acara itu. Namun, akhirnya toh kelar juga tu urusan..peace sign

Namun, meski berhenti menayangkan Smack Down, Lativi nampaknya tidak kehabisan stock tayangan kekerasan. tongue Jika kita perhatikan, belakangan ini Lativi demen banget menayangkan acara yg berbau 'ekstrim'. Ekstrim yg gw maksud berisi adegan tabrakan, kecelakaan, dst dst...

Ck ck ck...nampaknya Lativi masih bandel ya?shame on you Apa mesti menunggu korban jatuh lagi, baru acara seperti ini stop tayang? Memang, jika dilihat dari adegan 'ekstrim' yg dilakukan, anak kecil berpeluang lebih kecil untuk melakukannya, namun bukan tidak mungkin ditiru dan dilakukan...yg berakibat hilang nyawanya.

Hal ini dikarenakan di beberapa acara 'esktrim' yg aku lihat, ada adegan jatuh dari tangga, kemudian menabrak pohon, dst dst.... Mengasyikkan, mungkin... Menegangkan, mungkin... Membangkitkan adrenalin, jelas... Luka parah dan mati, peluangnya besar....

Jadi, bagaimana nich pihak Lativi...diem2 aje neeeehhh...???whistling