Sudah sekitar sebulan ini, gw liat ada layanan masyarakat mengenai penggunaan minyak tanah. 'Sponsor' dari layanan masyarakat ini adalah Departemen Pemberdayaan Perempuan.

Setidaknya ada 3 jenis layanan masyarakat mengenai 'sosialisasi' penggunaan gas sebagai bahan bakar, menggantikan minyak tanah:
1. Tokoh mpok Hindun.
2. Tokoh mpok Minah.
3. Pelawak Derry (sorry, gw ga tau persis nama lengkapnya...ga ngefans, xixixi...)

Inti dari 3jenis layanan masyarakat itu sama, yakni 'membujuk' masyarakat agar mengganti minyak tanah dg gas. Gw melihat sedikitnya ada 3 poin mengenai hal ini:
1. sebagai 'pembenaran' (dan cara ngeles) dari pemerintah terhadap kasus 'menghilangnya' minyak tanah di beberapa tempat. Seperti diketahui, sejak bulan November 2006 lalu, terjadi krisis minyak tanah di Jakarta, Medan, dan kota2 lain di Indonesia. Antrian cukup panjang menjadi pemandangan sehari-hari, persis adegan film G30S/PKI. *apa...ga pernah nonton film G30S/PKI? kmana aza loe, Ndul? ga gaul banget sih...xixixi...whistling*

Dengan 'hilangnya' minyak tanah, pemerintah seakan ingin bilang,"Hai rakyat, kowe2 mendingan pake gas, soalnya pasokan gas selalu tersedia. Kowe2 liat sendiri kan, minyak tanah susah didapat..?? Makanya..kowe2 mesti ganti itu minyak tanah dg gas ya??"

2. sebagai usaha pemerintah untuk mengurangi subsidi. Kalo ndak salah, harga minyak tanah dunia berkisar Rp 5000an untuk tiap liternya. Sementara, HET (Harga Eceran Tertinggi) minyak tanah di Indonesia berkisar Rp 2000-Rp 2800. Dengan demikian, pemerintah mengsubsidi sekitar Rp 2200 - Rp 3000. Mayan berat, KATANYA, untuk menyubsidi sekian ratus ribu liter minyak tanah. Anggaran subsidi minyak tanah sendiri sudah menyedot sekitar Rp 3 triliun dari APBN.

Harapan pemerintah, dengan beralihnya bahan bakar ke gas, maka (idealnya) pemerintah bisa menghemat Rp 3 triliun. KENYATAANNYA, katakan semua masyarakat berganti jadi gas, duit Rp 3 triliun itu bakal dipake di pos apa? Pos hura2?whistlingtongue

3. adanya hidden agenda dari pemerintah (berkongsi dg Pertamina) terhadap harga gas. Pertengahan November lalu, pejabat Pertamina ada yg mengatakan akan MENAIKKAN HARGA GAS di awal 2007. Nah, kalo skema mengganti minyak tanah menjadi gas sukses, maka pemerintah (+ Pertamina) akan meraih untung yg tidak sedikit jika menaikkan harga gas.

Ah, intinya mah gampang...PEMERINTAH TIDAK BERPIHAK KE KEBANYAKAN MASYARAKAT. Masih sering bertindak reaktif...whistling