Sebenarnya ini ga penting2 amat sih...cuma gw mau nulis saja pengalaman melewati jalur khusus motor, yg sudah berjalan efektif sekitar 3hari ini, sejak Senin 18 Desember 2006 lalu.

Sosialisasi jalur khusus sepeda motor yg dilakukan pemerintah+kepolisian, gw rasa sudah cukup baik dan 'fair', meski gw sendiri liat masih belum cukup menyeluruh, karena di televisi, koran, sedikit sekali informasi sosialisasinya. Gw sendiri tahunya dari mailing list serta info 'secuil' dari koran *yg ga cukup detil*.

Gw sendiri baru merasakan jalur khusus ini sejak Senin lalu, terutama karena jalur Gatot Subroto-Slipi baru dikenai aturan ini. Sementara temen gw cerita, di daerah Cempaka Putih sudah diberlakukan 1 minggu lebih awal. Bahkan untuk jalur Cempaka Putih, tidak sekedar sosialisasi, bahkan para pelanggar jalur khusus akan langsung dikenai tilang *sidang di tempat*.feeling beat up

Kasus tilang di atas menunjukkan sedikitnya 2 hal:
1. *seperti yg gw tulis* Sosialisasi yg tidak kurang banyak diketahui masyarakat.
2. 'Ambiguitas' *serta tidak konsistennya* pihak kepolisian, karena alih2 mensosialisasikan aturan ini, mereka malah langsung menerapkan tilang di tempat.

Ok...kembali ke pengalaman gw...

Selama 3 hari ini, gw melihat memang adanya KEBINGUNGAN dari pihak kepolisian, serta SANGAT MEREPOTKAN para motoris. Kebingungan yg gw maksud adalah pihak kepolisian 'bingung' di jalur mana saja mereka mesti menerapkan jalur khusus ini. Hal ini dikarenakan jalur khususnya hanya berlaku di beberapa tempat. Sebagai contoh, penerapannya dilakukan di dekat Wisma Mulia *Gatsu*, kemudian di dekat Lipi, lalu dekat Tulodong. Berikutnya di depan bank Mandiri-Polda Metro. Selepas jembatan Semanggi, menuju Slipi, jalur khusus diterapkan di dekat hotel Sultan *dahulu Hilton*, kemudian di depan gedung DPR/MPR, dan terakhir di dekat jembatan layang arah Slipi.

Sementara kerepotan yg gw (dan mungkin motoris lain) rasakan adalah:
1. Tidak dipisahkannya bus, metro mini dan angkutan lainnya dari jalur ini. Gw juga melihat ini sebagai kebingungan pihak polisi. Katanya jalur khusus sepeda motor, tapi kok bus, metro mini, dan angkutan lain (bahkan tak jarang mobil pribadi) bisa masuk dan menggunakan jalur ini juga?

2. Jalur khusus ini TIDAK DITERAPKAN di SEMUA RUAS JALAN. Akibatnya, gw sempat melihat banyak motoris yg setelah melewati jalur khusus, dia kembali masuk jalur biasa. Dia baru masuk lagi jalur khusus jika ada polisi yg menyuruh masuk jalur khusus. Gw sendiri sempat mengalami hal yg sama...tidak lewat jalur khusus, gara2 ketika hendak masuk jalur khusus, eeehh....ada mobil pribadi nyelonong dari sebelah kiri. Akibatnya gw banting stir ke kanan, masuk jalur biasa.big grin

Untungnya, di sepanjang ruas jalan Gatsu-Slipi ini, polisinya masih baik....mereka tidak seperti rekannya di daerah Cempaka Putih, yg langsung menerapkan tilang *sidang di tempat*.

So, gw masih mikir, APA SIH GUNANYA JALUR KHUSUS SEPEDA MOTOR INI?? Apa ini merupakan bagian dari rencana Bang Yos 'menghilangkan' sepeda motor sepanjang jalan Sudirman-Thamrin? Ah, lagi2 peraturan ga jelas...dan menjadikan masyarakat sebagai kelinci percobaan dan tumbal...shame on younot talking