Senin malam, gw berkesempatan melihat acara di Lativi. Acara tersebut berjudul "Panji, Sang Penakluk". Singkatnya, acara tersebut mempunyai tokoh utama bernama Panji, yg gemar bertualang ke berbagai tempat. Di tempat2 yg dia kunjungi, Panji bertemu dengan berbagai macam jenis ular yg berbisa.

Melihat petualangan Panji ini, gw teringat dg Steve Irwin (ini untuk versi Indonesia), seorang petualang bule (dari Australia) yg tewas beberapa waktu yg lalu. Kegiatan Panji ini sedikit mirip dg yg dilakukan Steve Irwin, namun Steve mempunyai nilai lebih, karena dia bergaul dan 'bertemu' dg berbagai jenis hewan (walau pada awalnya dia dikenal sebagai 'penakluk' buaya).

Acara Panji ini mempunyai nilai pendidikan yg tinggi. Anak2 dikenalkan dengan berbagai macam jenis ular yg 'NYATA'. Nyata di sini, ular2 itu ada di INDONESIA. Selain itu, disisipkan juga ajakan untuk menyayangi dan melindungi ular2 tersebut, tidak sekedar memburu dan mengoleksinya demi kepuasan sesaat.big grin

Untuk acara ini, pihak Lativi memberikan warning agar TIDAK MENIRU adegan2 yg ditayangkan. Catatan: berbeda sekali dengan acara Smack Down cs, yg juga ditayangkan oleh Lativi, di awal2 penayangan hingga ada kasus meninggalnya anak, mereka tidak mencantumkan warning. Setelah kasus meninggalnya anak karena acara smack down, barulah pihak Lativi 'kebakaran jenggot' ngasih woro-woro ttg bahayanya acara tersebut. Yaaa...telat donk ah...!!d'oh

So, gw sebenarnya 'agak heran' dengan pihak Lativi. Mereka sebenarnya bisa menayangkan acara2 yg bermanfaat (seperti Panji) dibandingkan dg Smack Down cs, yg lebih bernuansa kekerasan...namun knapa masih keukeuh bin ngotot menayangkan Smack Down cs?not talkingI don't know!

Saran gw buat Lativi, daripada menayangkan acara yg nantinya merugikan mereka sendiri, lebih baik perbanyak tayangan (buatan) lokal seperti Panji. Mungkin di awal2 tayangan, acara tersebut terasa norak, tapi hal ini mestinya...SEKALI LAGI, MESTINYA, dijadikan ajang pembelajaran/edukasi untuk lebih mencintai produk dalam negeri...tidak melulu import acara2 dari luar negeri...meski tidak bertentangan dg budaya kita.

Seperti yg pernah gw tulis ttg tayangan kartun Mahabrata, kita musti mulai dari sekarang mendidik generasi penerus untuk mencintai produk2 dalam negeri. Tentunya nanti diiringi dengan kualitas yg meningkat.winkingpeace sign