Sudah lebih sebulan sejak pemkot DKI merencanakan melebarkan jalan Sudirman-Thamrin. Dan sejak awal bulan ini pula, tiap kali gw lewat Sudirman-Thamrin, hati gw miris melihat hilangnya pohon2 sepanjang Sudirman-Thamrin. Meski gw lihat pohon2 tersebut DIPINDAHKAN, tapi esensinya bukan itu...yg mestinya diperhatikan adalah HILANGNYA pohon2 yg memberi keteduhan (membuat segar mata).d'oh

Setelah beberapa pembatas jalan dibongkar, gw baru ngeh...
bahwa sesuatu hal yg buruk AKAN terjadi, segera setelah semua pembatas jalan dibongkar.nailbiting

Sesuatu yg buruk itu adalah seperti yg terjadi saat ini di Mampang-Warung Buncit.

Dahulu, Mampang-Warung Buncit merupakan salah satu jalan yg cukup tertib. Maksudnya, ada pembatas antara jalur cepat dan jalur lambat. Dengan demikian, SEMUA pemakai jalan raya akan diuntungkan dan 'diselamatkan' oleh aturan ini. Bagi penumpang angkutan umum, mereka akan diturunkan di lajur yg (lebih) aman dari terjangan kendaraan lain. Bagi pengendara mobil pribadi, mereka juga bisa lebih mudah konsentrasi menyetir di jalur cepat.

Namun, sejak pertengahan tahun ini, semenjak dibongkarnya pembatas lajur cepat dan lajur lambat, ditambah lagi dg pembangunan jalur busway untuk rute baru, keamanan dan kenyamanan berkendara (menggunakan jalan) Mampang-Warung Buncit mulai berkurang. Hampir semua pemakai jalan mulai berulah+bertingkah seenaknya.

Dimulai dari kendaraan umum. Jika dulu mereka 'HARUS' melintas di lajur lambat, kini mereka zig zag seenaknya. 'Ngambil' lajur kanan (yg dulunya lajur cepat), lalu dalam waktu 5 detik sudah motong jalan masuk ke lajur kiri (yg dulunya lajur lambat). Walhasil, seringkali gw mesti ngalah dan waspada terhadap manuver2 'menegangkan' para sopir ini.not talking Yang paling kasihan adalah para penumpang. Seringkali mereka diturunkan di tengah jalan...gw sempat hampir menabrak, gara2 si sopir ngerem mendadak dan penumpangnya pada turun.not talkingat wits' end! Hampir aza gw 'semprot'...tapi ah, sudahlah...yg waras emang musti ngalah.

Lalu para motoris. Dengan hilangnya pembatas jalan, kebanyakan motoris jadi ugal2an (gw sih kadang2 aza. Kalo lagi waras yaaa sante...tapi kadang kondisi jalanan yg tidak memungkinkan membuat gw jadi ugal2an juga. Eh...eh...ini alasan sih...xixixi..hee hee). Mirip dg sopir angkutan umum, motoris2 ini kadangkala zigzag ga keruan. So far, alhamdulillah, gw masih berusaha konsisten, sebisa mungkin berada di lajur kiri. Pindah lajur dilakukan jika terdapat kemacetan di lajur kiri.

Untuk pemakai mobil pribadi, rata2 (yg gw liat) yaaaa kepaksa ngalah dengan 2 'raja jalanan' yg gw sebut di atas. Daripada mobil mereka penyok gara2 'dicium' kendaraan lain (terutama angkutan umum), seringkali gw liat mereka memperlambat laju kendaraan mereka, memberi kesempatan. Salut deh ama mereka2 ini...peace sign

Kembali ke judul artikel ini...

Nah, dengan pengalaman gw melintas Mampang-Warung Buncit yg telah hilang pembatas jalannya, gw akan melihat hal yg sama (atau minimal hampir sama) akan terjadi juga di Sudirman-Thamrin. En gw pikir, kejadiannya akan lebih berbahaya/mengerikan...karena Sudirman-Thamrin mempunyai ruang yg lebih luas dan jumlah kendaraan yg melintas lebih banyak (meski ada batasan 3in1). Belum lagi bus2 yg lewat...sekarang saja sudah cukup ugal2an...apalagi jika nanti pembatas jalan dihilangkan.

Untuk itu, pihak pemda DKI mesti memikirkan penambahan personel kepolisian/DLLAJR untuk menjaga. *well...meski selama ini kayanya ga ngepek juga...kebanyakan dari mereka cuek aza terhadap semrawutnya jalan...*whew!

So...kita lihat 2-3 bulan mendatang, setelah pohon2 itu hilang serta pembatas lajur dibongkar...apakah kekhawatiran gw akan terbukti...ataukah hanya sekedar kecemasan yg berlebihan?I don't know!