Hehehe..judul artikel ini sedikit ke-inggris2-an. Bukannya mo sok ng-Inggris, tapi gw ga tau padanan kata yg tepat dalam bahasa Indonesia...meski bukan berarti judulnya ini bener juga.tongue

Well...yg dimaksud speedlag di sini tidak terkait dg internet, jadi bukan fakir benwit ataupun benwit limit edition...tapi seperti yg tertera di judul artikel ini, terkait dg motor. Jadi begini...sejak gw ngerasain enaknya bermotor keluar kota (mudik ke Bandung), gw jadi keterusan untuk tancap gas dg kecepatan kisaran 60-80 km/jam. Enaknya, kecepatan segitu itu stabil...jadi jarang/hampir ga pernah gw ngerem, kecuali untuk kasus2 tertentu (macet, dst dst).

Nah, kondisi ini (keasikan nge-gas) ternyata terus berlangsung, meski gw dah kembali ke rutinitas di Jakarta yg demikian macet. Hingga akhir minggu kemaren, sebenarnya kondisi speedlag ini masih bisa dimaklumi karena Jakarta masih cukup sepi sehingga meski pulang ngantor jam 7-8 malam, sepanjang Gatsu dan Mampang gw masih bisa tancap gas.big grin

Namun, speedlag ini gw rasa kian parah, karena meski Jakarta sudah mulai macet seperti defaultnya, gw masih ga (baca:belum) bisa sembuh dari speedlag ini. Keinginan untuk melihat jarum speedometer di angka (minimal) 60 kadang membuat gw sedikit banyak ber-manuver mencari celah di antara kendaraan yg ada. Sebenarnya ga ada masalah kalo gw bermotor di jalan Gatsu atau Sudirman (dan sesekali di Kuningan). Jalanan yg cukup lebar serta kondisi kendaraan yg agak lowong (terutama saat2 berlaku 3in1) memang memungkinkan gw untuk berada di kecepatan 60-80 km/jam.

Masalahnya, di Mampang yg macet pun gw masih 'nekad' pengen di 60-80...padahal hal ini sebenarnya bahaya...karena kendaraan lain (terutama metromini) seringkali 'ga aware' dg motor. Bukan mustahil gw bisa celaka karena perbuatan gw sendiri.nailbitingworried

Ada saran agar gw bisa sembuh dari speedlag ini??d'ohI don't know!