Ga kerasa, sudah sepuluh hari gw bermotor di Jakarta sejak kali pertama bermotor. Lumayan, ada banyak pengalaman dan kejadian di jalanan Jakarta yg garang, gersang dan keras (duilee...bahasanya, kesannya gimanaaa gitu, padahal ga gitu2 banged sih...cuma pengen mendramatisir aza kok). Hmmm...gw mau cerita2 deh mengenai pengalaman gw selama 10 hari ini, mudah2an ada manfaatnya.peace sign

Gw mulai dari lalu lintas. Lalu lintas di Jakarta, seperti sudah kita ketahui bersama, sifatnya PADAT, MERAYAP, DAN BISA BIKIN STRESat wits' end!, terutama bagi pengendara mobil dan/atau orang2 yg baru pindah ke Jakarta (terbiasa di kota2 yg hidupnya lebih 'tenang'). Meski demikian, bukan berarti tidak ada jalan2 kosong, meski kondisi ini jarang didapat dan berlokasi di daerah2 tertentu saja. Selama 10 hari ini, gw perhatikan jalan Mampang masih macet seperti biasa. Sementara begitu masuk Kuningan, kondisi jalan sudah lebih lengang, sehingga gw bisa nge-geber motor hingga 80 km/jamcool.

Untuk Gatsu+Sudirman, kondisi terasa lengang saat kondisi 3in1 diterapkan. Di sini gw juga bisa edan2an, jadi setan jalanan, bisa sampe 100km/jam. Jalan di daerah selatan juga terkadang lowong, terutama sekitar Wijaya meski di blok M sih jelas macetnya. Yg jelas, seperti hari pertama gw bermotor di Jakarta, IKUTI ALUR KENDARAAN. Jika penuh/macet, jangan kenceng2. Maksimal gigi 2 cukup lah. Tapi jika memang jalanan cukup kosong, yaa tidak ada salahnya ngebut, asal hati2 aza.smug

PERHATIKAN RAMBU LALU LINTAS. Mungkin hal klise, sepele atau bahkan hal yg 'cemen', tapi serius lho...ini PENTING DIPERHATIKAN. Setidaknya ada beberapa kejadian yg membuat gw sadar bahwa MEMATUHI RAMBU LALU LINTAS ITU PENTING DEMI KESELAMATAN KITA SENDIRI. Beberapa kejadian tersebut:
- kecelakaan motor di daerah Surapati-Diponegoro. Jadi ceritanya gw di perempatan jalan, lampu sedang merah. Saat lampu hijau, motoris2 mulai bergerak...mendadak dari kiri jalan, sebuah motor menerobos lampu merah...dan CKIIIIITTT....BRAKKKKK....sebuah motor, yg mengerem 'habis2an' dalam upayanya berusaha menghindari kecelakaan dg motor keparat itu, langsung terjungkal. Si pengendara terpelanting 1-2 meter. Sementara si keparat itu berhenti sebentar, menoleh ke korban, lalu .... NGEEENNNGG...kabur. Gw yg masih berada di dekat lampu merah (belum mulai bergerak), cuma bisa bengong+rada2 stres melihat kejadian ituat wits' end!.

- tilang oleh polisi. Alhamdulillah, bukan gw yg kena...tapi gw sempat lihat beberapa motoris yg kena tilang, kalo ndak salah di daerah Mampang + Kuningan. Kasus Mampang, gw ga terlalu tahu penyebabnya. Tapi yg di Kuningan, mereka ditilang karena masuk ke jalur cepat. Padahal jalur cepat di Kuningan hanya diperuntukkan bagi mobil atau motoris yg hendak memutar. Alih2 ingin cepat sampai tujuan, malah kena tilang.

- punya pendirian. Jika kita yakin bahwa kita mengikuti rambu lalu lintas yg benar, yaa...tancap saja, tidak perlu ragu. Oya, jangan ikuti langkah si Budi Conan...gara2 ga punya pendirian alias ikut2 orang, dia kena tilang....dasar wartawan, bukannya kena tilang, malah menggertak polisi yg 'menjebak'nya. Padahal sudah jelas2 itu salah si Budi, ngikut orang yg salah...xixixi...silly

- jebakan 'betmen' oleh polisi. Ini terkait dg tilang. Banyak tempat2 di Jakarta ini, yg polisinya punya jurus ninja. Mereka hadir tapi tidak dirasakan oleh pemakai jalan. Begitu melanggar, wuuuusshhh....tiba2 pak polisi ini menampakkan dirifeeling beat up. Mirip dg ninja Hatori, xixixi... Dan siap2 dah berurusan dg pak polisi iniwhew!. Terserah, mo damai atau sidang. Keputusan ada di tangan anda2 semua.whistling

Stasiun pengisian bensin. Ini salah satu hal yg cukup penting juga. Elo2 mesti perhatikan tempat2 pengisian bensin/bahan bakar di Jakarta ini. Ada banyak keuntungan memperhatikan dan (jika perlu) mengingat pom bensin, diantaranya:
- bisa tahu pom bensin yg curang dalam melayani, sehingga kita bisa hindari.
- cepet tahu mesti ke mana, apabila kita mendadak teringat bahwa tangki motor hampir kosong.

Lokasi ranjau paku. Ini sudah gw bahas sebelumnya. Jadi, yaa...harap hati2, jangan sampai kena. Begitu pula modifikasi paku yg digunakan untuk ranjau, sudah gw bahas.

Gunakan lampu sign saat berbelok. Ini banyak sekali manfaatnya, setidaknya yg gw alami, membuat kita lebih 'aman' dalam berbelok, meski dalam kondisi yg macet/ramai sekalipun. Hal ini karena pada dasarnya, para motoris itu masih mengerti aturan, bahwa jika ada orang 'permisi' minta jalan, mereka akan memberikan jalan kok. Meski demikian, masih ada orang2 dogol yg merasa dirinya pemilik jalanan sehingga ndak mau ngasih jalan. *injek2 dogol2 ini...*

Jangan sering2 mengklakson. Salah satu hal yg paling menyebalkan dari 10 hari bermotor ini adalah bunyi klakson. Seringkali, di saat macet, orang2 tidak tahu aturan dg mengklakson. Maksudnya mungkin agar pemakai jalan yg berada di depan segera maju. TAPI KALO LAGI MACET, GIMANA BISA MAJU? Dasar orang2 gila...!!silly Emangnya dg diklakson, macetnya berkurang?

Klakson juga sering dibunyikan dg noraknya di perempatan jalan, saat lampu hendak berubah dari merah ke hijau. Gw sih sering cuekin mereka, lah wong masih merah ngapain maju? Ntar kaya kecelakaan yg gw lihat di Diponegoro itu. Itu motoris yg 'bener' (maju di saat lampu sudah hijau) saja ditabrak, dan penabraknya ga tanggung jawab, apalagi kalo melanggar terus ketabrak....yaaa...sudah jatuh ketimpa gadjah lah.

Jaga jarak dg kendaraan umum, terutama bajay. Bajay merupakan musuh gw, sehingga gw berusaha jaga jarak seaman mungkin, terutama karena sifat beloknya yg tiba2 dan serampangan. Gw pernah bajay nerobos lampu merah dan hampir nabrak seorang motoris. Si motoris sampe mesti ngerem sedemikian rupa sampe motornya mati. Saking keselnya, si motoris sampe ngacungin tinju...sementara bajayer (tk bajay) malah cuek2 aza...Huuhh...jadi gatel pengen nonjok juga, xixixix...feeling beat upnot talking

Hmmm...segini dulu cerita gw tentang 10 hari bermotor ria di Jakarta. Kalo ada cerita2 lain, yg ketinggalan atau yg baru, gw sempetin nulis lagi.... Tetap stay tune di blog ini ya??batting eyelashes