Sejak awal Oktober 2006 ini, gw perhatikan koran Tempo melakukan beberapa perubahan, yaitu:
- mengurangi jumlah halaman.
Seinget gw jumlah koran Tempo selalu berkisar 48 halaman, dengan komposisi halaman utama(A) = 24 halaman, halaman B (olahraga) = 8 halaman, halaman Gaya Hidup (+Teknologi) = 8 halaman, iklan = 8 halaman. Sekarang, kalo gw itung2 cuma 40 halaman, dengan pengurangan di bagian iklan, gaya hidup dan olahraga, masing2 hilang 2-4halaman.sad

- mengubah penempatan artikel2nya.
Lah, ini yg paling menyebalkan buat gw. Perubahan yg dilakukan membuat gw menjadi 'sedikit' tidak nyaman, karena biasanya artikel tentang luar negeri berada di 2-4halaman terakhir, kini menjadi di bagian awal. Sementara di edisi Senin, bagian bahasa juga berubah posisinya. Biasanya ada di sekitar halaman 11, kini jadi 'acak' posisinya.sad

- artikel2 yg ditampilkan menjadi kurang greget.
Well...untuk hal ini mungkin sedikit subjektif ya...tapi yg gw rasakan sekarang artikel2 koran Tempo hilang (berkurang lah minimal) gregetnya. Jadi tidak begitu menarik untuk dibaca. Hal ini dirasa juga oleh beberapa temen gw yg suka nebeng baca...xixixi..hee hee

Ya ya ya...gw emang ga ngerti kebijakan para petinggi koran Tempo, cuma sekedar menyuarakan 'jerit hati' seorang customer (bused...gaya bahasanya, kesannya gw dizalimi banged, xixixi..).tongue

Mudah2an perubahan ini bukan karena koran Tempo mesti membiayai pernikahan Dodi, seorang wartawannya, xixixi..*kabur dari kejaran Dodi*laughingsillynot talkingshame on you

artikel terkait:
- susahnya mendapatkan koran Tempo
- koran ini terbuat pake tinta atau serbuk kopi?
- blog ini dimuat di koran Tempo