Sebenarnya gw ga tau [tag] apa yg tepat untuk artikel ini...tapi datang ke pameran biasanya identik dg jalan2, meski sebenarnya gw datang ke pameran patung + ukiran ini bukan dalam rangka jalan2, lah wong pamerannya ada di client gw.tongue Tapi, whatever lah, pokoknya gw lagi pengen nulis, jadi sapa yg peduli dg tag, hah?big grin

Sekitar akhir September 2006 lalu, sekitar hari Rabu, saat ke lantai 1 gw liat ada sedikit 'keanehan'. Di mana2 terdapat patung dan foto2 jadul (jaman dulu). Berhubung hari Rabu itu gw sedang sibuk, skip dulu dah...cuek aza, soalnya client sedang banyak request. Kerja duluw lah bow...masa gw lepas tanggung jawab, plis donk ah...big grin

Nah, hari Kamis, gw ada waktu luang. Saat break, gw turun ke lantai 1, untuk melihat lebih jelas 'ada apaan sich' di lantai 1. Ternyata ada spanduk pameran patung dan ukiran. Gw yakin 100% ini patung2 buatan pengrajin Bali. Ada beberapa alasan:
1. nuansa Bali sangat terasa di pameran
2. di beberapa produk patung/ukiran dicantumkan pembuatnya, yg notabene pengrajin Bali
3. (ini yg membuat gw yakin banget bahwa ukiran+patung ini made in Bali) di ujung ruangan ada 2 orang pengukir Bali sedang bekerja, sebagaimana terlihat di foto sebelah, xixixix...hee hee

Melihat harga-harga yg tercantum di karya2 seni ini, membuat gw sedikit melotot dan 'terhipnotis'hypnotized serta langsung membuat mata gw jadi 'ijo'...mata duitan, xixixi...money eyes. Bukan apa2, masalahnya, harga2 yg tercantum, berdasar survey yg gw lakukan, MINIMAL 20-30 JUTA. Halah...tajir banged dah yg beli...YAKIN ITU..!! big grin

Terus terang aza, gw ga ngerti2 banget tentang seni...tapi setidaknya gw ngerti lah dikit2 tentang keindahan. Setidaknya dari ukiran2 dan patung2 yg ada, serta harganya, gw bisa bayangkan, betapa sulit+uniknya hasil seni itu. Sebagai contoh, beberapa patung , yg menurut gw, abstrak ini, harganya lebih dari 30 juta dan TERJUAL!!!

Lepas dari ukiran dan patung, kita beralih ke foto2 jadul. Errr...untuk foto2 ini, gw ga berani jeprat jepret sembarangan, karena gw terpikir barangkali terkait dg hak cipta, jadinya gw cuma jepret 2 foto, itupun 'ditemani' dg patung...sehingga gw bisa beralasan bahwa gw moto patungnya, xixixi...hee heeTapi untuk foto yg 1 ini, yaa...gw foto 'sendirian', soalnya ga ada patung yg nemenin.

Foto di sebelah kiri memperlihatkan foto Bung Karno ditemani oleh Sutan Syahrir. Seinget gw, keterangan foto tersebut tertulis bahwa foto diambil sekitar tahun 1949 di Bangka (Riau?). Jika kita ingat lagi pelajaran sejarah, semestinya tahun2 1946-1950 merupakan tahun2 pembuangan para pahlawan2 kita tersebut. So, gw pikir foto BK+SS ini diambil saat mereka berdua dibuang ke Bangka. Sedangkan foto sebelah kanan memperlihatkan Bung Karno sedang menghadiri sebuah pertemuan. Gw lupa pertemuan apa...jadi, harap maklum...dilarang protes ya?!big grin

Gw menghabiskan waktu di lantai 1, untuk melihat2 pameran ini, sekitar 20-30 menit. Ya ya ya....mungkin terdengar klise dan 'arogan', tapi gw rasa ada baiknya anda2 semua sekali-sekali datang berkunjung ke pameran2 seperti ini...sesempatnya lah. Setidaknya ada beberapa 'moral story' dari kunjungan yg dilakukan:
- mencintai karya seni anak bangsaapplause. Percaya atau tidak, banyak pengrajin yg senang jika ada pengunjung yg datang ke pameran, walau tidak beli...sekedar melihat-lihat (sukur2 beli karya seni mereka...mereka lebih seneng lagi).

- menyeimbangkan otak kiri-otak kanancool. Selama ini kita terlalu sering menggunakan otak kiri, terutama bagi orang2 yg kerja di bidang teknis, baik IT, wartawan, pengacara, dst dst. Tidak ada salahnya otak kanan juga dimanjakan, dg disuguhi karya2 seni. Sukur2 bisa jadi pekerja seni juga.happy

- 'menyegarkan' pandangan. Eiittss...ini tidak selalu terkait dg cewe2 seksi lho.laughing Maksud gw, barangkali selama ini kita selalu melihat hal2 yg terlalu 'diatur' dan cenderung 'beku serta kaku'. Misalnya di depan komputer terus, atau hanya melihat kertas2 kerja, dst dst. Nah, terkait dg poin sebelumnya, mata juga mesti dimanjakan lah...melihat bentuk2 yg dinamis dan unik. Eh, serius lho...mungkin bagi yg ga/belum pernah ke pameran seni, elo2 bakal 'heran' deh melihat hasil seni yg ada. Heran karena ada karya seni yg bentuknya simple tapi unik. Ada juga karya seni yg memang njelimet, sampe kadang2 kita bingung dan salah tafsir, lukisan kuda kita pikir kucing, atau malah lukisan yg abstrak malah kita pikir tumpahan cat yg ga jelas.silly At least, awal2 ke pameran, gw pernah berpikir seperti ini. Setelah 2-3 kali kunjungan, gw berusaha untuk lebih menikmati dan mengerti karya seni ini.

Ga kerasa, 10 tahun lebih sejak kunjungan gw kali pertama ke pameran di kampus gw duluw, gw berharap gw bisa lebih mengerti dan menghargai karya seni saudara2 gwnerd. Kadang2 gw pengen juga datang ke pameran2 seni yg khusus, seperti dari Dayak, Badui, dst dst...namun yaa...event2 seperti itu jarang didapat, maksudnya gw jarang temui pengumuman/pamflet atau apapun namanya. Jika mesti ke TIM (Taman Ismail Marzuki) errr...gw masih belum ada waktu khusus buat datang. Mudah2an kali lain bisa datang deh...

Yuk, ke pameran yuuuukkkk.... bring it onnerd