Beberapa waktu lalu, gw pernah muat artikel tentang ranjau2 paku yg disebar di beberapa jalanan ibukota. Sejak keputusan gw untuk bermotor di Jakarta, gw berusaha perhatikan betul hal ini. Karena yaa...hidup di ibukota itu 'keras', bung!!big grin Jangan sampai kita jadi mangsa deh!!

Nah, beberapa waktu lalu, gw ketemu temen kantor. Dia seorang motoris juga. Ngobrol ngalor ngidul, akhirnya sampai ke topik ranjau paku. Ternyata dia pernah jadi korban ranjau paku ini. Dia mengalami nasib 'apes' ini di Kalibata, DEKAT PERTIGAAN ARAH MAKAM PAHLAWAN - PASAR MINGGU!!! (silakan dicatat rute 'berbahaya' ini)whew!

Akhirnya, dia menuju tukang tambal ban terdekat. Dan saat dia perhatikan paku yg menancap di ban motornya, dia sadari ada hal 'aneh' pada bentuk paku tersebut. Bingung? SOKORR...xixixi... Jadi gini maksudnya. Selama ini, yg temen gw + gw ketahui (serta pernah ditayangkan di transTV), ranjau paku yg disebar adalah paku2 LURUS (bisa paku baru ataupun paku lama). Nah, yg temen gw dapati ini, PAKU-nya sudah 'DIMODIFIKASI' sedemikian rupa, dibengkokkan sehingga membentuk huruf L atau V!!!

Bisa dibayangkan kan apa yg terjadi? Jika PAKU LURUS, probabilitas (kemungkinan) untuk bikin bocor ban sepeda motor yaa...fifity-fifty, malah bisa dikatakan UNTUNG2AN!!! SEBALIKNYA, jika paku sudah dimodif menjadi huruf L atau V, maka persentase bikin bocor akan meningkat, bisa mencapai 90%!!at wits' end! Lho, kok bisa? Dapat itung2an dari mana?

Oke, gini...

Sebuah paku baru bisa bikin bocor jika si bagian tajamnya yg 'nojos' (sunda: menusuk). Paku lurus, kemungkinan bisa menojos adalah 50% karena posisi paku mesti LURUS/SEARAH dg ban motor, alias sama2 vertikal. Jika posisi paku yg disebar = horizontal, peluangnya yaaa kecil. So, gw dapetin angka 50% ini dari sini.

Sebaliknya, untuk paku L atau V, peluang bisa menjadi 90%, penjelasannya sebagai berikut. Sebuah paku L atau V yg disebar dg posisi apapun (horizontal atau vertikal), saat 'digilas' ban motor, posisi paku akan berubah menjadi 'berdiri'. Dg demikian, kedua ujung paku (yg tajam ataupun yg tumpul) akan mempunyai peluang lebih besar untuk bikin bocor ban motor. Dan kondisi paku L atau V untuk 'berdiri' ini, seperti gw tulis di awal, tidak akan peduli posisinya, horizontal ataupun vertikal. 'Yg penting' bagi si paku adalah dia bisa 'berdiri' untuk bisa menusuk dan bikin kempes ban motor.

So, bagi para motoris, tetep hati2 dan waspada ya??!! big grinpeace sign
*mo protes itung2an angka 90%? silakan debat dg Roy Suryo dulu deh...xixixi...*